Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir

Jokowi Intruksikan Strategi Gas dan Rem Jangan Kasih Kendur

- Apahabar.com Senin, 23 November 2020 - 12:07 WIB

Jokowi Intruksikan Strategi Gas dan Rem Jangan Kasih Kendur

Presiden Joko Widodo. Foto: Biro Kepresidenan via Okezone

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengintruksikan seluruh jajarannya agar strategi rem dan gas dalam menangani pandemi Covid-19 dan memulihkan ekonomi nasional, jangan sampai dikasih kendur dan tak kehilangan keseimbangan.

Presiden Jokowi mengingatkan keseimbangan antara rem dan gas harus terus dijaga dan jangan sampai timbul kebijakan yang memicu risiko penularan Covid-19 gelombang kedua.

“Strategi yang sejak awal kita sampaikan rem dan gas diatur betul jangan sampai kendur, dan juga memunculkan risiko gelombang yang kedua, yang bisa membuat kita set back mundur lagi, ” kata Presiden dalam rapat terbatas Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Istana Merdeka, Jakarta, seperti dilansir Antara, Senin (23/11).

Oleh karena itu, Presiden Jokowi meminta Komite Penanganan Covid-19 dan PEN serta pemerintah daerah, mencegah dan tidak segan mengintervensi secara tegas kegiatan yang berpotensi melanggar protokol kesehatan pencegahan penularan virus corona.

“Lakukan tindakan pencegahan sedini mungkin,” ujar Jokowi.

Menurut Presiden, keseimbangan kebijakan rem dan gas antara penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi selama ini sudah membuahkan hasil.

Per 22 November 2020, rata-rata kasus aktif Covid-19 di Indonesia sebesar 12,78 persen, atau jauh lebih rendah dari rata-rata kasus aktif dunia yang sebesar 28,41 persen.

Kemudian rata rata tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia mencapai 84,03 persen atau lebih tinggi dibanding dunia yang sebesar 69,2 persen.

“Kemudian di bidang ekonomi, tren pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2020 dari -5,32 persen membaik di kuartal III 2020 jadi -3,49 persen. Ini juga harus kita perbaiki agar kuartal IV 2020 lebih baik dibanding kuartal III 2020,” tandas Kepala Negara.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Resmi Jadi WNI, Syekh Ali Jaber: I Love Indonesia

Nasional

Begini Kronologi Layangan Menyangkut di Roda Citilink Rute Yogya
apahabar.com

Nasional

Selama 2019, KPK Tangkap 76 Tersangka dalam OTT
apahabar.com

Nasional

TKD: Keunggulan Jokowi-Amin di Jateng Spektakuler
Vaksin

Nasional

Hari Ini, Puluhan Ribu Vaksin Covid-19 Tiba di Jawa Tengah
apahabar.com

Nasional

Ali Day, Pernikahan Massal di Cina Tetap Digelar Saat Pandemi
apahabar.com

Nasional

Pemohon Sengketa Hasil Pemilu Bertambah
apahabar.com

Nasional

Rapat dengan Komisi VIII DPR RI, Menteri PPPA Refocusing Kegiatan dan Anggaran Tangani Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com