Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Kabar Baik, Akhirnya Masjid Pertama Athena Dibuka untuk Jemaah

- Apahabar.com Selasa, 3 November 2020 - 20:46 WIB

Kabar Baik, Akhirnya Masjid Pertama Athena Dibuka untuk Jemaah

Acropolis dan Parthenon terlihat diterangi dengan sistem pencahayaan baru di Athena, Yunani, Rabu (30/9/2020). Foto-Antara

apahabar.com, ANKARA – Kabar baik, masjid pertama di Athena, Yunani, sejak abad ke-19 akhirnya dibuka bagi jemaah Muslim, Senin (02/11) waktu setempat.

Dengan dibukanya masjid tersebut, Athena kini melepaskan status menyedihkan sebagai satu-satunya ibu kota Uni Eropa yang tidak memiliki masjid.

Imam pertama masjid tersebut bernama Zaki Mohammed (49) warga Yunani yang berasal dari Maroko, demikian lansiran harian Yunani Ekathimerini.

Doa pembukaan masjid dilakukan dengan menjaga jarak sosial akibat meningkatnya kasus Covid-19 di Yunani, seperti di sebagian besar Eropa.

Keputusan untuk membangun sebuah masjid di Athena pertama kali dibuat pada 2006, dengan anggaran 1,04 juta dolar AS (sekitar Rp 15,1 miliar), namun birokrasi yang bertele-tele, protes dari kelompok sayap kanan dan rintangan hukum menghentikan proses tersebut.

Hingga saat ini, setengah juta umat Muslim di kota tersebut harus menggunakan ruang bawah tanah yang kotor dan lokasi yang tidak sehat untuk menjalankan ibadah solat, kata Ibrahim Serif, mufti terpilih dari Kota Komotini (Gumulcine) di Trakia Barat, kepada Anadolu pada 2017.

Turki telah lama mengecam pelanggaran oleh Yunani terhadap hak-hak minoritas Turki dan umat Muslim, mulai dari menutup masjid dan membiarkan masjid bersejarah rusak, hingga menolak untuk mengakui pemilihan umat Muslim atas mufti mereka sendiri.

Tindakan ini melanggar Perjanjian Lausanne 1923 sekaligus putusan Pengadilan HAM Eropa (ECHR), sehingga menjadikan Yunani sebuah negara yang merendahkan hukum, kata pejabat Turki.

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

AS Tertinggi, Indonesia Tempati Urutan 23 Dunia Sebaran Kasus Covid-19
apahabar.com

Internasional

Sekjen PBB: Dunia Gagal Hadapi Tantangan untuk Perangi Pandemi Covid-19
apahabar.com

Internasional

Uni Eropa Tinjau Penularan Covid-19 Melalui Udara
apahabar.com

Internasional

Pergerakan Kapal Perang AS USS Barry di Selat Taiwan Dipantau Militer China
apahabar.com

Internasional

Trump Terpapar Covid-19, Menlu AS Mike Pompeo Persingkat Kunjungan ke Asia
apahabar.com

Internasional

WHO Wajibkan Anak 12 Tahun ke Atas Gunakan Masker Seperti Dewasa
apahabar.com

Internasional

Thailand Menghapus Ganja dari Daftar Narkotika
apahabar.com

Internasional

Penembakan di Masjid Selandia Baru, Tiga WNI Selamat, Tiga Lainnya Belum Ada Kabar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com