Lari ke Kaltim, Terduga Buronan Kalsel Jadi Buruan di Hutan Samboja! Hasil PSU di Kabupaten Banjar; BirinMu Menang Besar, Ini Rinciannya Harga Minyak Terdongkrak Ramalan Kenaikan Permintaan DITANGKAP! Terduga Pembunuh Sopir Truk PT BKB di Tapin Kalsel Fakta Baru Kasus Pembunuhan Sopir Truk di Jalan Hauling Tapin

Kadisdik Kalsel Tak Restui Belajar Tatap Muka, Orang Tua Berhak Menolak

- Apahabar.com Selasa, 3 November 2020 - 09:52 WIB

Kadisdik Kalsel Tak Restui Belajar Tatap Muka, Orang Tua Berhak Menolak

Ilustrasi. Sumber: net

apahabar.com, BANJARBARU – Salah satu persyaratan pembelajaran tatap muka adalah mengantongi izin dari orang tua siswa.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, Yusuf Effendi, apabila tak merestui maka wali murid berhak menolak keputusan tersebut.

“Persetujuan orang tua itu menentukan anaknya belajar tatap muka atau tidak, izin itu harus dikantongi oleh kepala sekolah,” kata Yusuf saat ditemui apahabar.com di Kantor Setdaprov, Senin (2/11) kemarin.

Selain orang tua siswa, sekolah juga wajib memenuhi syarat izin pemerintah daerah dan mendapat rekomendasi dari Gugus Tugas Covid-19 sebelum membuka kegiatan mengajar kembali. Untuk itu, dia meminta seluruh satuan pendidikan mengambil pertimbangan yang tepat.

“Kita (Disdik) sudah meminta kepada seluruh satuan pendidikan untuk mengambil langkah-langkah persiapan menuju new normal,” ujarnya.

Diwartakan sebelumnya, sejumlah sekolah di Banjarmasin kembali dibuka untuk aktivitas belajar. Namun, belum diberikan rekomendasi untuk satuan pendidikan di bawah naungan Disdik Kalsel yaitu SMA, SMK dan SLB.

“Kalau praktek SMK dibenarkan, tapi teoritis untuk SMA/SLB tidak,” sebutnya

Untuk itu, dia menghimbau agar sekolah masih mengambil acuan edaran gubernur yang menyatakan pembelajaran secara daring hingga akhir tahun nanti. Sementara itu, kepala sekolah hendaknya melakukan persiapan terkait penerapan protokol kesehatan.

“Pertama, buat semacam formulir atau blanko yang meminta persetujuan orang tua siswa. Kalau tidak berkenan tidak bisa dipaksakan, maka sekolah wajib tetap melayani pembelajaran secara daring,” imbuh Yusuf

Selain perizinan, teknis penerapan protokol Covid-19 juga perlu diperketat. Di samping itu, sekolah berada di zona hijau secara utuh.

“Kalau mau masuk ruangan harus disemprot disinfektan, disediakan hand sanitizer, ada wastafel cuci tangan dengan air mengalir dan sabun,” paparnya

Sekolah juga diminta untuk memfasilitasi pemakaian masker serta mengawasi pembatasan jarak fisik antara anak.

“Kalau sekolah punya anggaran, beli thermogun. Jadi saat mau masuk harus dites suhu tubuhnya. Apabila di atas suhu normal suruh pulang saja,” terangnya

Agar syarat physical distancing terpenuhi, sekolah juga diminta untuk membagi siswa dalam beberapa rombongan belajar (rombel). Setidaknya 50 persen dari jumlah peserta didik.

“Jadi itu beberapa langkah yang harus diupayakan terlebih dahulu oleh kepala sekolah yaitu persetujuan orang tua dan persiapan Prokes,” tutupnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Hujan Lagi, Simak Ramalan BMKG untuk Kalsel
apahabar.com

Kalsel

DPC PDIP Banjarbaru Bagikan Ratusan Sembako dan APD
apahabar.com

Kalsel

Musim Penghujan, Kebakaran di Kabupaten Banjar Masih Marak
apahabar.com

Kalsel

Kodim 1007/Banjarmasin Gelar Simulasi Pengamanan New Normal
apahabar.com

Kalsel

Mandiri Pangan, Kalsel Diminta Contoh Sumbar
apahabar.com

Kalsel

Dialog Pemindahan Ibu Kota di Kalsel: Siap-Siap Serbuan Pendatang Baru
apahabar.com

Kalsel

Melanggar PSBB di Banjarmasin Siap-Siap Disanksi, Berikut Aturannya
Honorer

Banjarmasin

1.376 Guru Honorer di Banjarmasin Diusulkan Berubah Status ke Pusat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com