3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Kadisdik Kalsel Tak Restui Belajar Tatap Muka, Orang Tua Berhak Menolak

- Apahabar.com Selasa, 3 November 2020 - 09:52 WIB

Kadisdik Kalsel Tak Restui Belajar Tatap Muka, Orang Tua Berhak Menolak

Ilustrasi. Sumber: net

apahabar.com, BANJARBARU – Salah satu persyaratan pembelajaran tatap muka adalah mengantongi izin dari orang tua siswa.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, Yusuf Effendi, apabila tak merestui maka wali murid berhak menolak keputusan tersebut.

“Persetujuan orang tua itu menentukan anaknya belajar tatap muka atau tidak, izin itu harus dikantongi oleh kepala sekolah,” kata Yusuf saat ditemui apahabar.com di Kantor Setdaprov, Senin (2/11) kemarin.

Selain orang tua siswa, sekolah juga wajib memenuhi syarat izin pemerintah daerah dan mendapat rekomendasi dari Gugus Tugas Covid-19 sebelum membuka kegiatan mengajar kembali. Untuk itu, dia meminta seluruh satuan pendidikan mengambil pertimbangan yang tepat.

“Kita (Disdik) sudah meminta kepada seluruh satuan pendidikan untuk mengambil langkah-langkah persiapan menuju new normal,” ujarnya.

Diwartakan sebelumnya, sejumlah sekolah di Banjarmasin kembali dibuka untuk aktivitas belajar. Namun, belum diberikan rekomendasi untuk satuan pendidikan di bawah naungan Disdik Kalsel yaitu SMA, SMK dan SLB.

“Kalau praktek SMK dibenarkan, tapi teoritis untuk SMA/SLB tidak,” sebutnya

Untuk itu, dia menghimbau agar sekolah masih mengambil acuan edaran gubernur yang menyatakan pembelajaran secara daring hingga akhir tahun nanti. Sementara itu, kepala sekolah hendaknya melakukan persiapan terkait penerapan protokol kesehatan.

“Pertama, buat semacam formulir atau blanko yang meminta persetujuan orang tua siswa. Kalau tidak berkenan tidak bisa dipaksakan, maka sekolah wajib tetap melayani pembelajaran secara daring,” imbuh Yusuf

Selain perizinan, teknis penerapan protokol Covid-19 juga perlu diperketat. Di samping itu, sekolah berada di zona hijau secara utuh.

“Kalau mau masuk ruangan harus disemprot disinfektan, disediakan hand sanitizer, ada wastafel cuci tangan dengan air mengalir dan sabun,” paparnya

Sekolah juga diminta untuk memfasilitasi pemakaian masker serta mengawasi pembatasan jarak fisik antara anak.

“Kalau sekolah punya anggaran, beli thermogun. Jadi saat mau masuk harus dites suhu tubuhnya. Apabila di atas suhu normal suruh pulang saja,” terangnya

Agar syarat physical distancing terpenuhi, sekolah juga diminta untuk membagi siswa dalam beberapa rombongan belajar (rombel). Setidaknya 50 persen dari jumlah peserta didik.

“Jadi itu beberapa langkah yang harus diupayakan terlebih dahulu oleh kepala sekolah yaitu persetujuan orang tua dan persiapan Prokes,” tutupnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Oknum Honorer Otaki Pencurian Aset Dinas Perpustakaan Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Status Siaga Bencana di Balangan Belum Dicabut, Posko BPBD Dialihkan 
apahabar.com

Kalsel

Maknai Hari Kemerdekaan RI, Bupati Kotabaru Tantang Insan Pers
apahabar.com

Kalsel

Pasca Pengesahan RUU Omnibus Law, Perwakilan Buruh Kalsel Konsolidasi Penolakan ke Jakarta
apahabar.com

Kalsel

Pembinaan Humanis, Polsek Banjarmasin Timur Ajak Makan Anak Jalanan
apahabar.com

Kalsel

Menyelisik Sejarah PKI di Kalsel, Kekuatan Hingga Vonis Mati Tokoh Mereka

Borneo

Lampu Padam, Sidang Kasus Penggelapan Rp 1,8 M pun Gelap-gelapan
Siaga Darurat Banjir di Batola Tak Diperpanjang

Kalsel

Siaga Darurat Banjir di Batola Tak Diperpanjang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com