INNALILLAHI, Anggota TNI AL Ditemukan Membusuk di Indekos Banjarmasin Pembunuhan Wakar di Kelayan B Sudah Direncanakan, Pelaku Khilaf karena Luka Lama Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang

Karyawan PT BUMA Tabalong Diwajibkan Karantina Mandiri Usai Ikut Unjuk Rasa

- Apahabar.com Rabu, 11 November 2020 - 12:08 WIB

Karyawan PT BUMA Tabalong Diwajibkan Karantina Mandiri Usai Ikut Unjuk Rasa

Para buruh yang di antaranya Karyawan PT BUMA saat menggelar aksi unras menolak UU Omnibus Law dan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja RI terkait UMP. Foto - apahabar.com/Amin.

apahabar.com, TANJUNG – Dua hari lalu massa buruh yang tergabung dalam FSP-KEP Kabupaten Tabalong menggelar aksi unjuk rasa (Unras) menolak UU Omnibus Law dan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja RI terkait Upah Minimun Provinsi (UMP).

Di antaranya karyawan yang ikut unjuk rasa berasal dari PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) site Adaro.

Terhadap para karyawan yang ikut aksi tersebut PT BUMA mengharuskan untuk menjalani karantina mandiri.

Eksternal Relations PT BUMA, Rudiansyah membenarkan perusahaan meminta karyawan yang ikut aksi unjuk rasa damai tersebut untuk menjalani karantina mandiri.

“Sesuai aturan perusahan yang mana tujuannya adalah untuk mencegah penyebaran Covid-19, maka 52 karyawan yang ikut aksi unras damai tanggal 9 November lalu diharuskan untuk menjalani karantina mandiri,” katanya kepada apahabar.com, Rabu (11/9).

Dijelaskannya, bagi mereka yang sedang cuti, tinggal menjalani cuti dan manjalani karantina.

Sedangkan bagi mereka yang belum masuk masa cutinya namun waktu cuti akan dijalankan beberapa hari kedepan. Maka cuti mereka diatur untuk dimajukan, sehingga mereka menjalani cuti dan sekaligus menjalani karantina.

“Hal ini dilakukan dan diatur sedemikian rupa agar perusahaan masih dapat beroperasi dan penerapan protokol kesehatan yang dilakukan perusahan untuk pencegahan penyebaran Covid-19 pun tetap berjalan,” jelas Rudi sapaan akrabnya.

Rudi menambahkan, guna mencegah adanya kluster baru Covid-19, maka semua peserta yang mengikuti akan menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing.

Karantina mandiri ini dilakukan selama 14 hari. Selama menjalani karantina perkembangannya dipantau oleh tim dan dokter.

“Harapannya mereka tetap dalam kondisi sehat dan bebas atau tidak terpapar dari Covid 19,” pungkas Rudi.

Editor: Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Malam Tahun Baru Usai, Banjarmasin Lengang
apahabar.com

Kalsel

Insiden di Trans Kalimantan Renggut Nyawa Warga Kelayan
apahabar.com

Kalsel

Refleksi HUT Bhayangkara, Kinerja Polda Kalsel di Mata Pakar Hukum
apahabar.com

Kalsel

Tak Punya KIP, Orang Tua Siswa Pasrah Anaknya Gagal Masuk ke SMKN 5 Banjarmasin
Jumani Balangan Ceritakan Alasannya Mengaku Nabi Isa

Kalsel

Jumani Balangan Ceritakan Alasannya Mengaku Nabi Isa
apahabar.com

Kalsel

HUT Bhayangkara ke-73, Pelayanan SIM dan Samsat Keliling Polres Batola Hingga Pelosok
apahabar.com

Kalsel

Pleno di HST Selesai, Pasangan Prabowo-Sandi Superior
apahabar.com

Kalsel

Sampai Detik Ini, Nadalsyah Bupati Barito Utara Masih Dirawat di RS Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com