Fix, Pengeboran Migas di Mahakam Ulu Kaltim Lanjut 2021 Seruan Jokowi: Buru Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di Sigi! Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas

Kisah Inspiratif, Berbekal Mesin Jahit Kredit, Kini Beromzet Ratusan Juta

- Apahabar.com Minggu, 8 November 2020 - 19:14 WIB

Kisah Inspiratif, Berbekal Mesin Jahit Kredit, Kini Beromzet Ratusan Juta

Ref (kanan) mengecek proses pengerjaan bed cover oleh karyawannya. Foto-Antara

apahabar.com, PADANG – Banyak cerita menarik dan penuh inspiratif dari Ref Irmawati (41), dari mesih jahit kredit, kini usahanya beromzet ratusan juta.

Ya, usaha tidak menghianati hasil. Itulah yang dialami Ref Irmawati, wanita asal Padang, Sumatera Barat.

Pendidikannya hanya tingkat SMP, namun pandai memanfaatkan peluang.

Enam tahun silam tepatnya pada 2014 Ref Irmawati memilih merintis usaha pembuatan bed cover atau seprei.

Usah seprei bukan yang pertama. Tadinya Ref memulai usaia bordir. Namun usahanya jalan di tempat.

Tak ada pengalaman khusus yang dimiliki warga RT02/RW05 Koto Baru, Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, itu.

Namun Ref memutuskan belajar membuat bed cover dengan temannya yang tinggal di Blok B, Gadut, Kecamatan Pauh.

Dua hari belajar menjahit bed cover, tiba-tiba datang tawaran yang dengan senang hati langsung diterimanya.

Karena belum punya mesin jahit ia memilih membeli secara kredit seharga Rp 6 juta.

“Jadi, di situlah ceritanya saya mengkredit mesin jahit untuk membuat bed cover. Nama mesin jahitnya zigzat dengan merek Janome,” ungkap Ref dikutip dari Antara, Minggu (08/11).

Sebelum menjadi pengusaha bed cover, ibu empat anak itu sempat lama menjahit bordir pakaian sejak 1996 sampai 2014.

Menjahit bordir pakaian ia lakoni setelah lulus SMP Negeri 23 Padang.

Ketika itu ia sempat ingin melanjutkan sekolah, namun karena terkendala ekonomi keluarga, keinginannya terpaksa dikubur dalam-dalam.

Beberapa bulan setelah tamat SMP, ia mendapat informasi ada pelatihan membuat bordir pakaian di kantor lurah tempat tinggalnya.

Kemudian Ref pun ikut dan tidak sampai satu bulan mengikuti pelatihan, ia pun bekerja menjahit bordir di tempat Etek (saudara ibunya) bernama Sarilam.

“Etek saya sudah meninggal. Saya kerja sama etek empat tahun lamanya,” kata Ref.

Empat tahun bekerja dengan eteknya, Ref terus mengasah kemampuannya membuat bordir pakaian.

Sehingga dengan kematangan yang dimiliknya, Ref pun di awal tahun 2000 berupaya membuka jahitan bordir di rumahnya.

Namun saat itu karena terkendala biaya, Ref bingung untuk mewujudkan niatnya itu.

Setelah bantuan didapat, Ref kemudian mulai menerima orderan. Namun sayangnya sampai medio 2014, usaha menjahit bordir tidak kunjung mengubah ekonominya.

Titik Balik

Ternyata usaha tidak akan mengkhianati hasil. Kini ia sukses merintis usaha pembuatan bed cover dengan omzet hingga Rp140 juta sebulan.

Ia menceritakan usaha tersebut bisa berkembang, tidak terlepas dari kerja keras dan doa, serta dukungan suaminya bernama Arizal.

Arizal kini ikut berjibaku membantu dirinya dalam mengembangkan usaha pembuatan bed cover dengan merek dagang Lintang Sprei.

Pada awal usaha ini dimulai juga tak mulus karena begitu banyak kendala yang ditemui. Mulai dari membeli mesin jahit secara kredit hingga kesulitan pemasaran.

“Sekarang ini jumlah mesin jahit bed cover ada sembilan dengan karyawan sebanyak delapan orang,” katanya.

Para karyawan ia rekrut dari keluarga dan tetangganya. Dengan delapan karyawan tersebut, Ref dalam sebulan bisa memproduksi sebanyak 200 bed cover.

Jika dikonversikan dengan harga Rp700 ribu untuk satu bed cover, maka omzet sebulan mencapai Rp 140 juta.

“Ini masih pendapatan kotor, belum dikurangi biaya jasa dan modal. Kalau keuntungan bersih, sekitar Rp15 juta,” ujar Ref.

Awal mula memasarkan bed cover, Ref meminta bantuan suaminya Arizal.

Kebetulan Arizal ketika itu bekerja di peternakan ayam petelur di kawasan Koto Baru untuk ikut mencari langganan.

Dengan senang hati, suaminya pergi ke Pasar Raya Padang. Satu persatu toko penjual didatangi Arizal untuk mempromosikan bed cover buatan Ref.

“Alhamdulillah, ada satu toko yang ketika itu tertarik dan meminta suami saya untuk mensuplai kebutuhan bed cover di tokonya,” kata dia.

“Dan lewat toko itulah awal kesuksesan kami dimulai. Sekarang ini ada sejumlah toko penjual bed cover di Pasar Raya Padang yang jadi langganan saya,” ujarnya.

Arizal kini tidak lagi bekerja di kandang ayam petelur, tapi fokus membantu istrinya membuat dan mempromosikan bed cover ke toko-toko.

Selain beberapa toko di Pasar Raya Padang, juga ada beberapa toko langganan di luar Kota Padang yang jadi langganan istrinya, yaitu di Kota Solok, Solok Selatan, dan Pariaman.

Kemudian ia juga menyuplai kebutuhan bed cover untuk beberapa toko di luar Sumbar, seperti di Sungai Penuh, Jambi, dan Bangko.

“Sebelumnya, kami juga mensuplai kebutuhan bed cover di Dumai, tapi karena pembayaran dari toko di Dumai itu macet, makanya kerja sama kami hentikan,” kata Arizal.

Editor: Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Cerita WNI Dapat Golden Tiket Berhaji, Air Mata Terus Berlinang Saat Tawaf
apahabar.com

Nasional

Heboh Awan Tsunami di Langit Aceh
apahabar.com

Nasional

Indonesia Siap Bantu China Tangani Virus Corona
apahabar.com

Nasional

Pasien Covid-19 Sembuh di Jakarta Barat Terus Bertambah
apahabar.com

Nasional

Artis Tampan Jerry Lawalata Diciduk karena Dugaan Kasus Narkoba
apahabar.com

Nasional

Pimpinan MPR Sepakat Tunda Pembahasan RUU HIP
apahabar.com

Nasional

Mobil Dinas Fortuner Dipakai Warga Sipil, Purnawirawan TNI Diperiksa Besok
apahabar.com

Nasional

Ratusan Hewan di Medan Zoo Terancam Kelaparan Akibat Pandemi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com