Ungkap Pelanggaran Pilgub Kalteng, Ben-Ujang Minta Buka Kotak Suara Kadinkes Positif, Wali Kota Banjarmasin Kembali Divaksin Covid-19 Esok Wow, Kalteng Targetkan Groundbreaking Kereta Api Tahun Ini Gugatan 2BHD Diterima, Ketua MK Pimpin Langsung Sengketa Pilbup Kotabaru Viral Jembatan Alalak II Patah Akibat Macet Parah, Cek Faktanya

Klaim Vaksin Covid-19 Manjur, Rusia: Lebih 95 Persen

- Apahabar.com Rabu, 25 November 2020 - 15:56 WIB

Klaim Vaksin Covid-19 Manjur, Rusia: Lebih 95 Persen

Ilustrasi Sumber: net

apahabar.com, MOSKOW – Pemerintah Rusia mengklaim vaksin Covid-19, Sputnik V, buatan mereka memiliki kemanjuran lebih dari 95 persen.
Hasil ini memberikan tingkat keberhasilan yang sebanding dengan vaksin yang dikembangkan oleh Pfizer dan Moderna.

Pemerintah Rusia juga mengeklaim vaksin mereka memiliki kemanjuran yang lebih besar daripada vaksin Oxford / AstraZeneca karena teknologi milik Rusia lebih canggih. Namun Rusia tetap terbuka menawarkan pertukaran data dan informasi dengan para ilmuwan Inggris yang mengembangkan vaksin AstraZeneca.

“Sputnik menunjukkan efektivitas yang sangat tinggi, lebih tinggi dari 95 persen, ini adalah berita yang sangat positif tidak hanya untuk Rusia, tetapi untuk seluruh dunia, untuk semua negara,” kata Kirill Dmitriev selaku Kepala Dana Investasi Langsung Pemerintah Rusia, dilansir dari republika yang mengutip The Guardian pada Rabu (25/11).

Hasil awal Sputnik V dirilis saat persaingan memanas di antara pengembang vaksin untuk memproduksi secara massal. Namun, tidak semua orang yakin dengan data resmi vaksin Rusia.

Kecurigaan telah meningkat oleh fakta bahwa pihak berwenang Rusia dengan cepat memberikan lisensi vaksin tersebut sebelum hasil uji coba tahap tiga tersedia. Bahkan, ada laporan tentang pegawai negara yang dipaksa ikut serta dalam uji coba.

Meskipun banyak negara telah menyatakan minatnya untuk mempelajari atau membeli vaksin dari Rusia, hanya sedikit negara barat yang telah mendaftar. Di antara negara-negara Uni Eropa, hanya Hungaria yang menyatakan minat serius hingga menyebabkan perselisihan dengan anggota blok Eropa lainnya.

Seorang juru bicara komisi Eropa mengatakan, lembaganya tidak memiliki data apapun mengenai vaksin asal Rusia. Namun, kabar ini belum terkonfirmasi ke pihak Rusia.

Diketahui, hasil kemanjuran Sputnik dihitung setelah 42 hari penelitian di mana 19 ribu peserta menerima dua dosis vaksin dan 21 ribu peserta menerima satu dosis. Data sebelumnya menunjukkan bahwa vaksin memiliki kemanjuran sekitar 91,4 persen pada 28 hari setelah peserta menerima dosis pertama.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Setelah TikTok, Trump Incar Alibaba
apahabar.com

Internasional

Trump Ceritakan Kronologi Serangan AS Tewaskan Jenderal Iran Qasem Soleimani
apahabar.com

Internasional

Tidak Menyesal, Ini Alasan Brenton Tarrant Tembaki Jamaah di Masjid Selandia Baru
apahabar.com

Hukum

Tragis, CEO Ojek Online Gokada Tewas Dimutalisi Pakai Gergaji

Internasional

MITI Malaysia Batasi 10 Persen WFO Saat PKPB
apahabar.com

Internasional

Protes Hina Islam dan Rasulullah, Mahasiswa Iran Gelar Aksi di Depan Kedubes Prancis
apahabar.com

Internasional

Kerajaan Arab Saudi Persilakan Warga Asing Umrah, Simak Ketentuannya
apahabar.com

Internasional

Tingkat Infeksi Covid-19 Turun, Arab Saudi Berencana Terbitkan Visa Turis
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com