Temui Pacar, Begal Sadis di Gunung Kayangan Pelaihari Ditembak Petugas Begal Sadis di Gunung Kayangan Ditembak Sebelum Beraksi di Bali Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos

Kontrak Baru Pertamina di Rig Hakiryu Senilai 96 Juta Dolar

- Apahabar.com Rabu, 4 November 2020 - 20:56 WIB

Kontrak Baru Pertamina di Rig Hakiryu Senilai 96 Juta Dolar

Pekerja Pertamina menyelesaikan instalasi anjungan lepas pantai Pertamina Hulu Energi (PHE) 24 di Lepas Pantai Perairan Madura, Jawa Timur, Rabu (12/10/2016). Foto-Antara/Zabur Karuru/ama/aa

apahabar.com, JAKARTA – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), selaku operator di Wilayah Kerja (WK) Mahakam, umumkan kelanjutan penggunaan jack-up di rig Hakuryu-14 dalam kontrak baru senilai 96 juta dolar AS.

Didukung SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) selaku induk usaha melakukan penandatanganan kontrak baru pengadaan jack-up rig dengan konsorsium PT Segara Laju Perkasa dan PT Japan Drilling Indonesia dilaksanakan di Jakarta, pada Rabu (4/11), dalam acara yang dilaksanakan secara daring.

Direktur Utama PHI, Chalid Said Salim, selaku Kuasa Direktur Utama PHM, dan Direktur Konsorsium PT Segara Laju Perkasa-PT Japan Drilling Indonesia, Ferry F. Karwur, menandatangani kontrak tersebut, disaksikan oleh Kepala Divisi Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa SKK Migas, Erwin Suryadi.

Chalid Said Salim dalam sambutannya sebagaimana dilansir Antara, mengatakan bahwa penandatanganan kontrak ini merupakan wujud nyata dari komitmen Pertamina untuk menjaga tingkat produksi di WK Mahakam.

“Kontrak ini merupakan bagian penting dalam kegiatan produksi migas di WK Mahakam,” ungkapnya.

Nilai kontrak mencapai 96 juta dolar As, berdurasi 1,5 tahun (dengan opsi perpanjangan 1+1 tahun), dengan komitmen TKDN sebesar 35 persen.

Chalid menambahkan, PHM akan terus mengedepankan aspek kesehatan dan keselamatan kerja dalam melaksanakan kegiatan operasi.

“Penerapan K3LL selalu menjadi prioritas kami agar tidak ada kendala dan proyek dapat selesai sesuai jadwal yang ditetapkan,” kata Chalid.

Sesuai kontrak, jack-up rig Hakuryu-14 akan mulai beroperasi pada kwartal-2 2021 dan akan melakukan pengeboran di lapangan Peciko, South Mahakam, Sisi Nubi dan Bekapai.

Termasuk pengeboran sumur explorasi MPT-1X dan pengeboran pengembangan di 3 anjungan baru di lapangan Sisi Nubi dan South Mahakam.

Kepala Divisi Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa SKK Migas, Erwin Suryadi menyambut baik realisasi proyek di tengah masa pandemi seperti saat ini.

SKK Migas mendorong agar keberhasilan investasi ini dapat dilanjutkan dengan investasi-investasi lain sesuai kesepakatan yang tertuang dalam Work Program & Budget (WP&B) yang telah disetujui bersama antara SKK Migas dan PHM.

Realisasi investasi oleh PHM diharapkan untuk mendukung pencapaian target 2020 dan target 1 juta bopd dan 12 bsfcd pada tahun 2030.

SKK Migas berharap agar pelaksanaan kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja lokal dan transfer teknologi.

Erwin Suryadi menambahkan bahwa sesuai arahan manajemen, Divisi Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa SKK Migas akan terus bekerja sama dengan KKKS dalam memenuhi kebutuhan peralatan-peralatan utama kegiatan pengeboran seperti jack up rig ini, sehingga program kerja KKKS di tahun 2021 dapat berjalan dengan baik.

Ini adalah upaya yang dilakukan oleh SKK Migas di masa-masa sulit seperti sekarang.

SKK Migas dan KKKS tetap berkomitmen untuk tetap melaksanakan dan mempercepat proses pengadaan barang dan jasa guna memastikan terjaganya multiplier effect di industri hulu migas.

“Kami meyakini dengan tetap berjalannya proses pengadaan barang dan jasa, maka pertumbuhan ekonomi di industri hulu migas dapat dijaga dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Erwin.

Sebagaimana diketahui, guna menjaga tingkat produksinya, sepanjang 2020 PHM menargetkan akan mengebor 79 sumur tajak dan 1 sumur eksplorasi PS-1X.

Hingga akhir September 2020 (kwartal 3) telah dibor sebanyak 63 sumur tajak dan 1 sumur eksplorasi.

Banyaknya jumlah sumur yang dibor merupakan upaya untuk memaksimalkan cadangan hidrokarbon yang tersedia, karena cadangan dan produksi dari sumur-sumur yang ada sudah semakin marjinal.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Tips Agar UMKM Bisa Tahan Banting Diterjang Corona
apahabar.com

Ekbis

Harga Minyak Naik, Ditopang Langkah Stimulus AS
apahabar.com

Ekbis

Erick Thohir: BUMN Perlu Tingkatkan Bisnis Secara Global
apahabar.com

Ekbis

2020, People Development dan Digitalisasi UMKM Jadi Fokus Bank Kalsel
apahabar.com

Ekbis

BBM Satu Harga Bakal Pacu Ekonomi Desa Bajayau
apahabar.com

Ekbis

Percepatan Pembangunan Pabrik Karet Kalsel Terus Dinanti
apahabar.com

Ekbis

Ekonomi Indonesia Tumbuh Stabil, Jokowi: Berkat Doa Ulama
apahabar.com

Ekbis

Telur Ayam hingga Tembakau Penyumbang Inflasi Maret 2020
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com