Alhamdulillah, Ribuan Pengungsi di Liang Anggang Mulai Kembali ke Rumah Target Sore Ini, Jembatan Mataraman Kalsel Kembali Bisa Dilewati Banjar Kebanjiran, Duh Buaya Sungai Tabuk Ditinggal Pemilik Viral Korban Banjir Kalsel Lahiran di Jukung, Nama Anaknya Unik Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel

Lantik Pengurus Pusat JMSI, Bamsoet Inginkan Pemberitaan yang ‘Sehat’

- Apahabar.com Rabu, 25 November 2020 - 19:22 WIB

Lantik Pengurus Pusat JMSI, Bamsoet Inginkan Pemberitaan yang ‘Sehat’

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo melantik Pengurus Pusat JMSI. Sumber: istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo melantik Pengurus Pusat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) periode 2020-2025 di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Rabu (25/11).

Bambang Soesatyo menaruh harapan besar kehadiran JMSI akan semakin melengkapi berbagai entitas kelembagaan pers yang telah lahir sebelumnya. Seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI).

“JMSI yang dideklarasikan pada 8 Februari 2020 di Banjarmasin, lahir dari keinginan kuat para pengelola media siber di berbagai daerah untuk membangun ekosistem pers yang sehat dan profesional. Tujuan dan niat mulia tersebut patut didukung oleh segenap pemangku kepentingan, terutama para insan pers,” ujar Bamsoet, Rabu (25/11).

Ketua DPR RI ke-20 yang juga insan jurnalis ini meyakini, pers ‘sehat’ yang menyajikan informasi secara akurat, objektif, dan berimbang, pada gilirannya akan mendorong terwujudnya masyarakat yang ‘sehat’. Yaitu masyarakat yang ‘melek’ pengetahuan dan bijak dalam menyikapi informasi.

“Hadirnya pemberitaan yang sehat juga dapat menjadi penyeimbang sekaligus filter atas masih maraknya informasi menyesatkan yang begitu mudah tersebar melalui berbagai platform media sosial. Baik yang bersifat mis-informasi, dis-informasi, maupun mal-informasi,” tandas Bamsoet.

Calon Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) memaparkan, sebagai gambaran, Kementerian Kominfo mencatat hingga 20 Oktober lalu, terdapat 2.020 konten ‘infodemik, yaitu informasi menyesatkan/hoax terkait pandemi Covid-19, yang beredar di media sosial.

Sedemikian berbahayanya infodemik tersebut, hingga membuat Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, memberi peringatan keras.

“Infodemik dinilai bisa lebih berbahaya dari virus Covid-19 itu sendiri. Karena, informasi menyesatkan yang demikian cepat menyebar, menjadikan publik kesulitan mengidentifikasi hal yang benar dan yang salah. Sehingga menyikapi dan menindaklanjuti informasi tersebut dengan cara yang juga salah,” papar Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan, pandemi Covid-19 juga telah berdampak pada semua sektor kehidupan. Tidak terkecuali dunia jurnalisme, di mana pandemi berdampak nyata bagi bisnis media, yang pada akhirnya juga bermuara pada kesejahteraan jurnalis.

“Dengan berbagai keterbatasan gerak dan berbagai tantangan yang dihadapi, saya sangat berharap insan media tetap mengedepankan profesionalisme, menyajikan muatan pemberitaan yang mencerdaskan, dan memprioritaskan kepentingan publik,” pungkas Bamsoet.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Vaksin

Nasional

Masyarakat Penerima Vaksin Covid-19 Dapat SMS Mulai Hari Ini

Nasional

Menristek RI: Pengembangan Vaksin Utamakan Keamanan dan Kemanjuran
apahabar.com

Nasional

1 Anggota KKB Pimpinan Sabinus Waker Ditembak Mati Satgas Nemangkawi
apahabar.com

Nasional

Presiden Jokowi Tunjuk Jubir Penanganan Virus Korona
Jokowi

Nasional

Jokowi Tunjuk Komjen Listyo Sigit Jadi Kapolri, Cek Faktanya!
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Pastikan Bangun Rumah Korban Tsunami
apahabar.com

Nasional

Blokir Akses Internet di Papua, Presiden Dianggap Melanggar Hukum
apahabar.com

Nasional

Panglima TNI dan Kapolri Pimpin Rapat Penanganan Covid-19 di Papua
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com