Blak-blakan Walhi Soal Biang Kerok Banjir Kalsel BREAKING NEWS: Usai Pasukan Katak, Giliran Paskhas Mendarat di Kalsel Meletus! Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Sejauh 4,5 Kilometer Edan! 2 Pria Pembawa Sabu 11 Kg Tertangkap di Duta Mall Licin, Bos Travelindo Terduga Penipu Jemaah DPO Sejak Tahun Lalu

Libur Akhir Tahun: Wisatawan Antusias, Pemerintah Belum Tegas

- Apahabar.com Jumat, 27 November 2020 - 17:53 WIB

Libur Akhir Tahun: Wisatawan Antusias, Pemerintah Belum Tegas

Pariwisata di Bali. Foto-BaliPost.com

apahabar.com, JAKARTA – Para pelaku usaha berharap banyak dari momentum libur akhir tahun ini.

Di Bali, khususnya Benoa, tingkat pemesanan sejumlah hotel sampai Desember mendatang sudah mencapai 80 persen. Sementara di Nusa Dua, pemesanan sudah mencapai sekitar 40 persen dan kemungkinan akan terus meningkat.

“Artinya, pariwisata kita sebetulnya sangat menjanjikan tapi memang para pelaku pariwisata betul-betul berharap dengan liburan akhir tahun ini,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Pengembangan Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas di Jakarta, Jumat (27/11).

Kendati harapan itu sangat tinggi, pemerintah sampai saat ini belum memutuskan kepastian cuti bersama Desember 2020. Presiden Jokowi telah mengusulkan untuk memangkas cuti bersama akhir tahun dengan alasan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Wishnutama menuturkan pada Jumat pagi, Menko PMK Muhajir Effendi juga telah menghubunginya terkait libur akhir tahun. Muhajir juga berharap sektor pariwisata bisa terbantu dengan libur akhir tahun.

“Tadi pagi Pak Muhajir telepon saya mengenai hal ini, beliau juga ke Bali dan dia berharap betul pariwisata bisa terbantu pada akhir tahun ini. Karena booking-an banyak. Ini butuh bantuan Pak Luhut agar ada kesempatan untuk pelaku pariwisata bisa bangkit,” katanya dalam rakornas yang dipimpin Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dikutip dari Antara.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan libur panjang saat pandemi justru tidak memberikan perbaikan kepada indikator ekonomi atau tidak terjadi konsumsi, tapi justru menambah jumlah kasus Covid-19.

“Berarti ini harus hati-hati melihatnya, apakah dengan adanya libur panjang, masyarakat melakukan aktivitas, mobilitasnya tinggi, namun tidak menimbulkan belanja dan menimbulkan tambahan kasus Covid,” katanya ketika memaparkan APBN Kita edisi November 2020.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

UNBK Hapus Kecurangan Hingga 99 Persen

Nasional

POTRET Hiruk Pikuk Ribuan Jemaah Jejali Kawasan Sekumpul
apahabar.com

Nasional

Survei: 70 Persen Publik Yakin Vaksin Merah Putih Musnahkan Pandemi
apahabar.com

Nasional

Gempa M 6,3 Goyang Melonguane, Warga Panik Keluar Rumah
apahabar.com

Nasional

Jokowi Instruksikan Kementerian dan Pemda Selesaikan Tumpang Tindih Lahan
apahabar.com

Nasional

Kabar Baik, Bupati Karawang Dinyatakan Sembuh dari Covid-19
apahabar.com

Nasional

Ma’ruf Amin: Ada 34 Kementerian di Kabinet Kerja Jilid II
apahabar.com

Nasional

Positif Gunakan Sabu, Kapolsek Kebayoran Baru Dicopot
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com