3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Lomba Menulis Opini Jadi Momen Kemesraan Ketua PGRI dan IGI Tanbu

- Apahabar.com Minggu, 22 November 2020 - 09:37 WIB

Lomba Menulis Opini Jadi Momen Kemesraan Ketua PGRI dan IGI Tanbu

Ketua PGRI Tanbu, Samidi dan Ketua IGI Tanbu, Amran Ali. Foto-Istimewa

apahabar.com, BATULICIN – Acara Bincang Bareng Finalis Lomba Menulis Opini se-Kabupaten Tanah Bumbu yang digelar di Big Coffee Containers Batulicin, Sabtu (21/11) malam, menjadi momen spesial bagi dua organisasi guru, PGRI dan IGI.

Pada momen tersebut, Ketua IGI Tanah Bumbu, Amran Ali, dan Ketua PGRI Tanah Bumbu, Samidi, terlihat akrab dan saling mengobrol dengan hangat. Keduanya juga tampak mengabadikan momen pertemuan itu menggunakan kamera ponsel.

“PGRI adalah saudara tua kami,” kata Amran yang saat ini menjabat sebagai Kepala Sekolah SMKN 1 Simpang Empat.

Ketua PGRI, Samidi, menyambut baik pertemuan itu. Dia bahkan berencana ingin membuat event kolaborasi antara IGI dan PGRI.

Pertemuan kedua tokoh penting di IGI dan PGRI ikut dikomentari oleh Wakil Ketua DPRD Kalsel, M Syaripuddin, yang menyaksikan secara langsung momen keakraban keduanya.

Kasriani Anwar Sabet Juara 1 Lomba Menulis Opini Hari Guru se-Tanah Bumbu

“IGI dan PGRI harus bersinergi dalam membangun dan mengembangkan dunia pendidikan,” sebut Bang Dhin.

Sudah menjadi rahasia umum, terutama di kalangan guru jika sebelumnya IGI dan PGRI Tanah Bumbu seperti air dan minyak yang sulit untuk disatukan. Namun, setelah pertemuan ini, Bang Dhin berharap kedua organisasi itu bisa bekerja sama untuk memajukan dunia pendidikan di daerah.

“Saya tahu permasalahan itu. Sebab kedua belah pihak (IGI dan PGRI) sering curhat ke saya. Pertemuan ini memang agak langka,” kata Bang Dhin.

Saat itu Bang Dhin juga banyak menyerap aspirasi para guru, di antaranya tentang kredit poin guru ketika menulis buku yang hanya mendapat nilai 4.

Perlakuan berbeda diterima dosen. Jika menulis buku, dosen akan mendapat 20 poin jika menulis buku ajar, dan 40 poin untuk buku referensi. Poin-poin yang diperoleh itu akan menunjang kenaikan pangkat.

“Saya juga baru tahu ada masalah seperti ini. Nanti mungkin kita bisa komunikasikan. Harus lebih banyak pertemuan-pertemuan seperti ini. Nanti kita cari solusinya,” katanya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Tanah Bumbu

Tak Gelar Open House Iduladha, Pemkab Tanbu Sampaikan Ini di Medsos
apahabar.com

Tanah Bumbu

Balapan Liar di Pagatan Resahkan Warga, Kapolsek Kusan Hilir: Kami Siap Tindak Tegas
apahabar.com

Tanah Bumbu

Informasi Daerah Minim, Majelis Hahahihi Rencanakan Gelar Workshop Blogging
apahabar.com

Tanah Bumbu

Update Covid-19 Tanbu, Pasien Sembuh Terus Bertambah
apahabar.com

Tanah Bumbu

Untuk Ketujuh Kali, Tanbu Raih Predikat WTP dari BPK
apahabar.com

Tanah Bumbu

HIPMI Tanah Bumbu Kirim Bantuan Peralatan Belajar untuk Korban Banjir Bandang di Masamba
apahabar.com

Tanah Bumbu

Hindari Kluster Baru di Pilkada 2020, Dandim Tanah Bumbu Imbau Paslon Jalankan Prokes
apahabar.com

Tanah Bumbu

“Kutitip Rindu di Sajakku”, Langkah Besar Pelajar SMPN 2 Batulicin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com