Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas 7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Banjir Masih Merendam Rumah Warga, Dinsos Tabalong Bagikan Sembako

Mahasiswa ULM-UIN, dan Aktivis Gaungkan Save Iqbal: Bebaskan Teman Kami!

- Apahabar.com Kamis, 5 November 2020 - 19:39 WIB

Mahasiswa ULM-UIN, dan Aktivis Gaungkan Save Iqbal: Bebaskan Teman Kami!

Iqbal Hambali saat diamankan dalam unjuk rasa penolakan Omnibus Law di Jalan Lambung Mangkurat, Kamis (5/11). apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Diamankannya Iqbal Hambali memicu gelombang protes elemen mahasiswa.

Tak tanggung-tanggung, mereka berasal dari dua perguruan tinggi di Kalsel, yakni Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin. Mereka menggelar aksi solidaritas, Kamis (5/11).

Menjelang petang, puluhan dari mereka berkumpul di depan Kampus ULM di Banjarmasin.

Sejumlah atribut dibawa. Isinya tagar #Saveiqbal, dan bebaskan teman kami

Tak ketinggalan foto Iqbal. Foto pemuda berambut panjang tersebut dipampang ke para pemotor yang melintasi Jalan Brigjen H. Hasan Basri.

Semuanya dilakukan untuk solidaritas terhadap teman mereka yang saat ini masih menjalani pemeriksaan di Markas Polda Kalsel.

“Aksi ini bentuk solidaritas kita,” ujar Koordinator Wilayah Pengganti Muhammad Nur Alim kepada apahabar.com di lokasi aksi.

apahabar.com

Puluhan mahasiswa gabungan dari dua perguruan tinggi menggelar aksi solidaritas untuk Iqbal Hambali yang tengah menjalani pemeriksaan di Mapolda Kalsel, Kamis (5/11) petang. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

Lantas mengapa di depan kampus ULM?

Ada beragam alasan. Terutama, kata dia, meminimalkan munculnya potensi konflik baru apabila digelar lagi di depan DPRD Kalsel.

“Menghindari chaos dengan aparat kepolisian,” jelasnya. “Dan kami terlalu takut untuk ditangkap,” sambungnya lagi.

Menurut mereka apa yang dilakukan Iqbal dengan berdemo sudah benar. Iqbal menyuarakan aspirasi sebagian masyarakat yang menolak disahkannya Omnibus Law UU Cipta Kerja.

“Dia adalah korban kekerasan yang menyuarakan keadilan,” imbuhnya.

Sekalipun Iqbal ditahan, ia memastikan, aksi menolak UU sapu jagat itu tetap akan berlanjut.

“Insyaallah dari BEM Se-Kalsel akan melakukan aksi lanjutan,” katanya.

Dari Mapolda Kalsel, Muhammad Pazri, pengacara yang mendampingi Iqbal memastikan pemeriksaan masih terus berlanjut.

“Habis magrib lanjut BAP,” jelasnya.

Fraksi Rakyat Indonesia (FRI) Kalimantan Selatan menyayangkan sikap represif oknum kepolisian. Terutama mereka yang berpakaian sipil.

“Sikap represif aparat keamanan berpakaian sipil patut ditindak dan proses secara hukum,” ujar Dwi Putera Kurniawan, perwakilan FRI Kalsel kepada apahabar.com.

Pun dengan diamankannya Iqbal selaku korlap aksi demonstrasi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

“Dari video yang kami lihat, Korlap Iqbal dan massa aksi hanya menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPRD Kalsel, namun di simpang 3 Jalan Lambung Mangkurat sudah diadang barikade aparat keamanan sehingga terjadi dorong mendorong yang berbuntut diambilnya saudara Iqbal dari barisan terdepan massa mahasiswa oleh diduga aparat polisi berpakaian sipil,” ujarnya.

FRI Kalsel, tegas dia, meminta polisi segera membebaskan Iqbal tanpa syarat karena menyampaikan aspirasi di muka umum telah dilindungi UU.

Coba dikonfirmasi media, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan pihak Polda Kalsel. Kabid Humas Kombes Pol Rifai mengaku tengah berada di Amuntai bersama Kapolda Kalsel Irjen Pol Nico Afinta.

“Belum ada informasi,” ujar Rifai via seluler, sore tadi.

Staf Advokasi dan Kampanye Walhi Kalsel, Muhammad Jefry Raharja geram atas dugaan tindakan represif oknum kepolisian.

Terlebih aksi tersebut mulanya bertajuk demonstrasi damai untuk menuntut sikap Pemprov Kalsel dan DPRD Kalsel atas penolakan Omnibus Law.

“Namun teman kami diperlakukan seperti binatang dan diseret oleh oknum aparat keamanan yang seharusnya mengayomi rakyat yang aksi,” ujar Jefry yang turut hadir dalam aksi damai itu.

Selain itu pengamanan yang dilakukan menurutnya cukup diskriminatif.

Belum lagi menyampaikan aspirasi, sejumlah peserta aksi dimintai kartu tanda mahasiswa dan kartu tanda penduduk.

“Seolah-olah hanya elemen tertentu saja yang boleh turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi rakyat,” ujarnya.

Dilengkapi oleh Ahc28 dan Fauzi Fadilah

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tambah 74 Kasus, Positif Covid-19 di Kalsel Sudah 893
apahabar.com

Kalsel

Api Mengamuk di Alalak, 3 Rumah Terpapar
apahabar.com

Kalsel

Ikut Kampanye di Pilgub Kalsel 2020, Dewan Tak Boleh Pakai Mobil Dinas 
apahabar.com

Kalsel

Jemaah Haji Puas dengan Pelayanan Kemenag Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Warga Banjarmasin Bisa Cetak Akta Kelahiran dan KK Sendiri, Simak Caranya
apahabar.com

Kalsel

Pasien Positif Pertama di Marabahan Akhirnya Ditemukan
apahabar.com

Kalsel

Pilkada di Tengah Pandemi, KPU dan Bawaslu Kalsel Minta Dana Tambahan
apahabar.com

Kalsel

Tingkatkan Literasi, Pepusnas RI dan Dispersip Kalsel Adakan Diklat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com