3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Mata Uang Benua Kuning Perkasa, Rupiah Awal Pekan Ditutup Menguat

- Apahabar.com Senin, 9 November 2020 - 18:53 WIB

Mata Uang Benua Kuning Perkasa, Rupiah Awal Pekan Ditutup Menguat

Ilustrasi rupiah dan dolar AS. Foto: Net

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada pada awal pekan ditutup menguat.

Penguatan rupiah didukung perkasanya mayoritas mata uang kawasan Benua Kuning atau Asia.

Rupiah ditutup menguat 145 poin atau 1,02 persen ke posisi Rp14.065 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.210 per dolar AS.

“Dari eksternal, penguatan rupiah dipengaruhi oleh pasar yang menyambut pemilihan Joe Biden sebagai presiden AS,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi di Jakarta seperti dilansir Antara, Senin (9/11).

Pelaku pasar berekspektasi bahwa Gedung Putih yang lebih tenang dapat meningkatkan perdagangan dunia dan kebijakan moneter akan tetap mudah.

Biden dan timnya dilaporkan sedang mengerjakan paket bantuan Covid-19 untuk membantu mengatasi pandemi yang masih merebak di Amerika Serikat.

AS menjadi negara pertama yang mencatat lebih dari 10 juta kasus, dengan rata-rata mingguan saat ini lebih dari 100.000 kasus baru per hari.

Lebih dari 237.000 orang telah meninggal karena penyakit tersebut di AS, dengan satu dari 11 kematian global terjadi di negara tersebut. Jumlah kasus global sendiri telah melebihi 50 juta pada 9 November, menurut data Universitas Johns Hopkins.

Dari domestik, sentimen masih datang dari data kuartal III 2020 yang terkontraksi 3,45 persen, yang menandakan bahwa ekonomi terus mengalami pertumbuhan walaupun tidak terlalu signifikan.

“Namun yang terpenting bagi pemerintah adalah mempertahankan ekonomi agar ekonomi di kuartal IV tidak terpuruk, apalagi pandemi Covid-19 masih terus meningkat,” ujar Ibrahim.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi Rp 14.173 per dolar AS.

Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp 14.058 per dolar AS hingga Rp 14.175 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Senin menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp 14.172 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya di posisi Rp 14.321 per dolar AS.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Haul Guru Sekumpul, XL Axiata Upayakan Internet Tidak Lelet
apahabar.com

Ekbis

PLN Umumkan Golongan yang Terima Stimulus Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Pak Pos Sering Tersesat, DPMPTSP Banjarmasin Merugi
apahabar.com

Ekbis

Hari Ini, Mata Uang Garuda Terancam Melemah
apahabar.com

Ekbis

FESyar KTI di Banjarmasin, Langkah Awal Kemajuan Ekonomi Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Karena Corona, Penjual Masker di Banjarbaru Ketiban Cuan!
apahabar.com

Ekbis

‘Sempat Teraniaya’, Rupiah Bangkit di Awal 2019
apahabar.com

Ekbis

Dibayangi Pandemi Covid-19, Rupiah Awal Pekan Melemah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com