Nikah Massal di Tapin, Jangan Lagi Ada Pasangan Tak Berdokumen Latihan Dasar Pramuka di HST, Petakan Daerah Rawan Bencana Bupati Arifin Arpan Minta Maaf, Tak Ada Arakan Pengantin di HUT Tapin Bukan Kereta Api! Nih 2 Proyek Strategis Nasional Andalan Jokowi di Kalsel 2020-2024 Fix, Pengeboran Migas di Mahakam Ulu Kaltim Lanjut 2021

Mayoritas Mata Uang Kawasan Menguat, Rupiah Akhir Pekan Malah Melemah

- Apahabar.com Jumat, 20 November 2020 - 18:09 WIB

Mayoritas Mata Uang Kawasan Menguat, Rupiah Akhir Pekan Malah Melemah

Ilustrasi Rupiah dan dolar. Foto: Antara

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan melemah.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah penguatan mayoritas mata uang kawasan Asia terhadap dolar AS.

Rupiah Jumat (20/11) sore ditutup melemah 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp 14.165 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya Rp 14.155 per dolar AS.

“Dari internal, pergerakan rupiah dipengaruhi keputusan Bank Indonesia yang menurunkan suku bunga acuan kemarin. Keputusan tersebut di luar dugaan karena para analis memprediksi Bank Indonesia masih akan mempertahankan suku bunga acuan,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi di Jakarta, dilansir Antara, Jumat (20/11).

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 November 2020 memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 3,75 persen, suku bunga deposit facility sebesar 25 bps menjadi 3 persen, dan suku bunga lending facility sebesar 25 bps menjadi 4,5 persen.

Sentimen domestik lainnya yaitu Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang pada kuartal III 2020 surplus sebesar 2,1 miliar dolar AS. Realisasi itu jauh lebih rendah dari kuartal II 2020 dengan surplus mencapai 9,2 miliar dolar AS.

Dengan begitu, posisi cadangan devisa pada kuartal III 2020 naik menjadi 135,2 miliar dolar AS.

Posisi cadangan devisa itu setara dengan pembiayaan 7,6 bulan impor atau 9,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Dari eksternal, semalam AS telah membuat dua langkah yang saling bertentangan terkait masa depan jalur stimulus Covid-19.

Di satu sisi, Menteri Keuangan Steven Mnuchin telah meminta Federal Reserve untuk mengembalikan dana untuk sistem pinjaman umum yang dikelola untuk mendukung berbagai organisasi selama pandemi.

Di sisi lain, pemimpin mayoritas Republik Senat Mitch McConnell telah setuju untuk memulai kembali pembicaraan dengan Demokrat tentang paket stimulus Covid-19 yang baru.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah posisi Rp 14.160 per dolar AS.

Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp 14.160 per dolar AS hingga Rp 14.200 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp 14.228 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya di posisi Rp 14.167 per dolar AS.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Harga Bawang di Rantau Melonjak Naik
apahabar.com

Ekbis

Lifting Minyak 2019, SKK Migas Kalsul Andalkan Kaltara
apahabar.com

Ekbis

Ingin Kaya Sejak Muda, Intip Kiat Belajar Investasi ala Miliarder AS
apahabar.com

Ekbis

Ekspor-Impor Kaltim Malah Surplus 3,03 Miliar USD
Arutmin

Ekbis

Izin Tambang PT Arutmin Indonesia Habis, ESDM Kalsel Tak Berkutik
apahabar.com

Ekbis

Kreatif, Pekerja Bangunan dari Karang Buah Batola Ini Ubah Tunas Kelapa Menjadi Bonsai
apahabar.com

Ekbis

Siasat Disperindag Banjar Atasi Meroketnya Harga Si Melon
apahabar.com

Ekbis

Kontribusi Positif, Sejumlah Lapangan Migas Pertamina Lampaui Target Produksi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com