Duduk Perkara Heboh Piton Patuk Majikan di Q-Mall Banjarbaru Gugatan Jilid II H2D ke MK Siang Ini, Denny Gandeng Lawyer “Level Dewa” Somasi Tim BirinMu ke Uhaib, Komnas HAM hingga H2D Pasang Badan Hujan Lebat, Desa Hawang HST Banjir Lagi POPULER SEPEKAN: Kasus Pembunuhan Istri di Kapuas hingga ABK Tenggelam di Tanah Laut

Mayoritas Mata Uang Kawasan Menguat, Rupiah Akhir Pekan Malah Melemah

- Apahabar.com Jumat, 20 November 2020 - 18:09 WIB

Mayoritas Mata Uang Kawasan Menguat, Rupiah Akhir Pekan Malah Melemah

Ilustrasi Rupiah dan dolar. Foto: Antara

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan melemah.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah penguatan mayoritas mata uang kawasan Asia terhadap dolar AS.

Rupiah Jumat (20/11) sore ditutup melemah 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp 14.165 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya Rp 14.155 per dolar AS.

“Dari internal, pergerakan rupiah dipengaruhi keputusan Bank Indonesia yang menurunkan suku bunga acuan kemarin. Keputusan tersebut di luar dugaan karena para analis memprediksi Bank Indonesia masih akan mempertahankan suku bunga acuan,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi di Jakarta, dilansir Antara, Jumat (20/11).

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 November 2020 memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 3,75 persen, suku bunga deposit facility sebesar 25 bps menjadi 3 persen, dan suku bunga lending facility sebesar 25 bps menjadi 4,5 persen.

Sentimen domestik lainnya yaitu Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang pada kuartal III 2020 surplus sebesar 2,1 miliar dolar AS. Realisasi itu jauh lebih rendah dari kuartal II 2020 dengan surplus mencapai 9,2 miliar dolar AS.

Dengan begitu, posisi cadangan devisa pada kuartal III 2020 naik menjadi 135,2 miliar dolar AS.

Posisi cadangan devisa itu setara dengan pembiayaan 7,6 bulan impor atau 9,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Dari eksternal, semalam AS telah membuat dua langkah yang saling bertentangan terkait masa depan jalur stimulus Covid-19.

Di satu sisi, Menteri Keuangan Steven Mnuchin telah meminta Federal Reserve untuk mengembalikan dana untuk sistem pinjaman umum yang dikelola untuk mendukung berbagai organisasi selama pandemi.

Di sisi lain, pemimpin mayoritas Republik Senat Mitch McConnell telah setuju untuk memulai kembali pembicaraan dengan Demokrat tentang paket stimulus Covid-19 yang baru.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah posisi Rp 14.160 per dolar AS.

Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp 14.160 per dolar AS hingga Rp 14.200 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp 14.228 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya di posisi Rp 14.167 per dolar AS.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Raker Perdana dengan Komisi VI, Erick Thohir Didampingi 5 Dirut BUMN
apahabar.com

Ekbis

Semangat Nasionalisme, Pertamina Dedikasikan Rp 839 Miliar
apahabar.com

Ekbis

Corona Efek, Rupiah Pagi Ini Melemah 18 Poin
apahabar.com

Ekbis

Besok, Hipmi-APNI Gelar Dialog Prospek Industri Nikel Dalam Negeri
apahabar.com

Ekbis

BI Akui Pertumbuhan Kredit Perbankan Masih Loyo
2021

Ekbis

Tahun 2021 Diprediksi Jadi Awal Kebangkitan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
apahabar.com

Ekbis

Dapat 1,6 T dari Inter Milan, Erick: Bukan untuk Kampanye
apahabar.com

Ekbis

Kepakkan Sayap, Hipmi Tanah Bumbu Mulai Susun Program Kerja
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com