3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Melihat Perjalanan Panjang Tabalong Sukses ‘Usir’ Covid-19

- Apahabar.com Minggu, 8 November 2020 - 15:03 WIB

Melihat Perjalanan Panjang Tabalong Sukses ‘Usir’ Covid-19

Operasi yustisi penegakan protokol kesehatan dan Perbup No 26 Tahun 2020 terus dilakukan petugas gabungan di Tabalong. Foto-Istimewa

apahabar.com, TANJUNG – Penanganan Covid-19 di Kabupaten Tabalong telah dilakukan secara serius oleh Pemkab Tabalong melalui Gugus Tugas dan didukung semua pihak serta masyarakat.

Kebijakan yang diambil selalu dijalankan dan diamankan pihak terkait, seperti Polres Tabalong, Kodim 1008 Tanjung, beserta jajarannya serta Satpol PP jajaran pemerintah kecamatan sampai ke desa.

Atau dalam kata lain sinergitas tiga pilar terjalin dan terbangun dengan baik. Hal inilah yang menjadikan kabupaten paling utara Provinsi Kalimantan Selatan ini mampu menekan penyebaran virus Covid-19.

Kemampuan menekan dan menangani Covid-19 inilah yang menjadikan Kabupaten Tabalong sebagai daerah terbaik di Kalimantan Selatan.

Plt Gubernur Kalsel, H Rudy Resnawan, saat melakukan kunjungan kerja bersama Forkopinda dan Satgas Covid-19 provinsi ke Kabupaten Tabalong belum lama tadi mengatakan, diantara kabupaten/kota, Tabalong adalah daerah yang bisa menekan angka terkonfirmasi positif, meningkatkan kesembuhan dan menekan angka kematian.

“Kabupaten Tabalong adalah terbaik dalam penanganan Covid-19 di Kalsel, ini tidak lepas dari sinergitas dari berbagai pihak sehingga berhasil menekan angka penyebarannya, ” jelas Rudy.

Apa yang sudah dicapai ini supaya dipertahankan dan ditingkatkan lagi. Operasi yustisi yang dilakukan masih diperlukan agar masyarakat menerapkan prokes.

“Itu bisa dilihat dari pemakaian masker di Tabalong tertinggi 96 persen dan terendah 83 persen,” pungkasnya.

Tentu capain tersebut tidak datang dengan sendirinya, melainkan melalui kerja keras semua pihak, baik yang dilakukan tiga pilar di daerah ini ataupun perusahaan maupun masyarakat.

Bupati Tabalong, H Anang Syakhfiani, dalam satu kesempatan memaparkan apa yang dicapai ini bukanlah pekerjaan mudah dilakukan pihaknya bersama semua pihak yang ada.

“Bagaimana Covid-19 bisa landai di Tabalong, ceritanya panjang,” ujarnya.

Warga Tabalong mulai mengetahui Covid-19 ini, saat mahasiswa Tabalong dipulangkan dari China dan menjalani karantina sebelum dipulangkan ke daerah ini.

Sejak itulah, atas saran Kapolres Tabalong AKBP M Muchdori dan Dandim 1008 Tanjung Letkol Inf Ras Lambang Yudha, tanggal 16 Maret 2020 membentuk 4 posko screening di 4 perbatasan.

Tabalong dengan HSU Kalsel, Tabalong dengan Balangan Kalsel, Tabalong dengan Bartim Kalteng dan Tabalong dengan Pasir Kaltim.

“Dari 4 posko di perbatasan itu, sebanyak 385.198 orang berhasil discreening. Luar biasa, ” kata Anang.

Apa yang dilakukan itu adalah langkah awal agar tidak terjadi kasus impor, sementara di dalam tracing terus dilakukan termasuk tes swab

Hingga saat ini yang dites swab sudah lebih 7.000 orang atau sudah mendekati angka 3 persen dari jumlah penduduk Tabalong.

Tidak saja dilakukan oleh Gugus Tugas P2 Covid-19 Kabupaten Tabalong tapi juga oleh perusahaan maupun perorangan.

“Alhamdulillah kapasitas PCR mencukupi, ada yang di bawah Rumah Sakit Pertamina, Tanjung dan ada yang di bawah klinik-klinik dan ini masih bisa dimanfaatkan, ” jelas Anang.

Upaya menekan penyebaran Covid-19 itu dilanjutkan dengan menerbitkan Perbup Tabalong Nomor 26 Tahun 2020 tentang penerapan protokol kesehatan.

Mulai tanggal 1 September 2020 operasi yustisi yang melibatkan pihak kabupaten hingga kecamatan yang besinergi dengan Polsek dan Koramil tiap hari dilakukan.

Hasilnya 379 kali sudah operasi itu digelar dengan menjaring 1.287 pelanggar yang diberikan sanksi beragam.

Operasi ini dilengkapi dengan aplikasi wajib masker (Waker). Kalau ada warga yang tidak pakai masker, dia akan terdeteksi orang desa mana atau pegawai di SKPD mana.

Setelah dilaporkan oleh Gugus Tugas, melalui Satpol PP akan menyurati. Jika menyangkut SKPD, kepala SKPD yang disurati. Jika menyangkut warga desa, kadesnya disurati.

” Itu terkait dengan pencanangan gerakan satu juta masker yang dilakukan Pemkab Tabalong akhir Agustus lalu. Hingga saat ini sudah 1,1 juta lebih masker dibagikan dan akhir Desember jumlah itu akan mencapai 1,5 juta masker, ” ungkap Anang.

Apa yang dilakukan tersebut ditambah aksi lainnya oleh Pemkab Tabalong bersama semua pihak saat ini hasilnya mulai terlihat.

Mulai tanggal 18 Oktober hingga saat ini, sudah 27 hari tidak ada penambahan kasus baru positif Covid-19. Tabalong pun sudah berstatus zona kuning.

Untuk 10 kecamatan bahkan sudah zona hijau, tinggal menyisakan dua kecamatan lagi. Bila ini terus dipertahankan maka Bumi Sarabakawa sebagai julukan Tabalong tidak lama lagi akan berstatus zona hijau.

Inilah hasil kerja keras semua pihak akhirnya berbuah manis. Tentu pencapaian itu tidak boleh membuat lengah semua pihak termasuk masyarakat.

Jangan sampai pencapaian yang sudah diraih ini akan sia-sia karena lalai dalam menerapkan protokol kesehatan.

Tetap tetap disiplin terapkan protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan tidak berkerumun, 3M+1T.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tuntas, Bagi-Bagi Baju Hazmat dari PDIP di Tapin
apahabar.com

Kalsel

Diklat Sakip Penting Guna Tingkatkan Nilai Sakip Pemprov Kalsel

Kalsel

Kawanan Rampok Sarang Walet di Tapin Jadi Bulan-bulanan Warga
1 Meninggal, ODP Covid-19 di Kabupaten Banjar Turun Drastis

Kalsel

1 Meninggal, ODP Covid-19 di Kabupaten Banjar Turun Drastis
apahabar.com

Kalsel

Pastikan Data Cocok, Petugas PLN Kembali Lakukan Catat Meter ke Rumah Pelanggan
apahabar.com

Kalsel

PAN Tunjuk Harry Wijaya sebagai Ketua DPRD Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Pasca Karhutla, Banyak Bekantan Kehilangan Tempat Tinggal
apahabar.com

Kalsel

Viral, Kisah Nelayan Kotabaru Terombang-ambing 6 Hari di Laut karena Perahu Karam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com