Banjir di Satui Tanbu, Ratusan Jiwa Mengungsi BREAKING! Hari Pertama Lebaran, Sejumlah Desa di Haruyan HST Terendam Banjir Lebaran, Si Jago Merah Hanguskan Sejumlah Rumah di Lambung Mangkurat Samarinda Lebaran Pertama, Rumah hingga Jalan Provinsi di Satui Tanah Bumbu Terendam Idulfitri 1442 Hijriah, Ratusan Napi di Barabai Diganjar Remisi

Menanti Vaksin Sinovac, Kalsel Bisa Berdayakan Ribuan Dokter Mitra

- Apahabar.com Sabtu, 21 November 2020 - 21:05 WIB

Menanti Vaksin Sinovac, Kalsel Bisa Berdayakan Ribuan Dokter Mitra

Pemerintah sedang menyiapkan pengadaan vaksin virus corona dan pelaksanaan vaksinasi, termasuk untuk Kalimantan Selatan. Foto ilustrasi: Antara

apahabar.com, BANJARMASIN – Pekerjaan besar menanti pemerintah seiring rencana vaksinasi massal, termasuk di Kalimantan Selatan.

Pemerintah pusat tengah berancang-ancang melakukan vaksinasi Covid-19.

Vaksin Sinovac asal Tiongkok ditargetkan tiba November 2020 ini. Lantas, bagaimana kesiapannya?

Anggota Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk Percepatan Penanganan COVID-19 Prof Dr dr Syamsul Arifin MPd mengatakan pemerintah bisa memberdayakan dokter praktik pribadi mitra BPJS Kesehatan untuk memenuhi kebutuhan SDM dalam vaksinasi Covid-19.

“Dengan memberdayakan dokter praktik pribadi mitra BPJS akan memudahkan dalam persiapan, pelaksanaan dan evaluasi program vaksinasi yang dilakukan secara massal,” kata Syamsul Arifin di Banjarmasin, Sabtu (21/11) dilansir Antara.

Data BPJS Kesehatan tahun 2019 diketahui bahwa dokter praktik pribadi mitra BPJS Kesehatan cukup banyak yaitu tercatat 5.326 orang.

Menurut Syamsul, mereka sudah mengetahui riwayat penyakit melalui rekam medik pasiennya dan dapat melakukan promosi, sosialisasi tentang vaksinasi Covid-19 lebih awal dan efektif.

Berdasarkan jumlah dan sebaran orang yang akan dilakukan vaksinasi nanti sangat besar dan tersebar, maka diperlukan banyak SDM kesehatan yang terampil untuk melakukan vaksinasi.

Guru Besar Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran ULM itu menilai strategi memberdayakan dokter yang melakukan kontak pertama pelayanan yang dikunjungi peserta setiap kali mendapat masalah kesehatan adalah hal tepat.

Adapun dokter yang melakukan kontak pertama itu dilakukan oleh dokter layanan primer yang berpraktik pribadi yang sebagian besar merupakan mitra BPJS.

“Pemerintah menargetkan vaksinasi massal Covid-19 dilakukan pada 2021 dengan target dilakukan terhadap 107.206.544 orang. Program ini harus dikawal sebaik mungkin oleh seluruh pemangku kepentingan, dari mulai logistik hingga SDM vaksinasi,” katanya.

Respons Gugus Tugas

Pemerintah pusat memang berancang-ancang melakukan vaksinasi Covid-19, November ini.

Namun 9 hari menjelang berakhirnya bulan, belum ada kabar pasti distribusi dari pusat.

“Belum ada petunjuk tambahan, jadi tunggu saja,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Kalsel, HM Muslim saat dihubungi melalui sambungan suara, Sabtu (21/11) sore.

Namun diungkapkan Muslim, dalam waktu dekat akan ada pertemuan bersama Menteri Kesehatan untuk membahas masalah pengadaan vaksin Covid-19 di Indonesia, termasuk Kalsel.

“Insyaallah minggu depan sudah mulai ada pembahasan terkait penyusunan draf yang berkaitan dengan pelaksanaan dan ketentuan-ketentuan,” terangnya

Sebagai pengingat, Kalsel mengusulkan sekitar 27 ribu tenaga kesehatan (nakes) untuk diprioritaskan dalam uji vaksin kali ini.

Dalam tahapannya, pendataan dengan melakukan tes PCR pada nakes, serta Satpol PP dan TNI/Polri.

“Kita sudah mendata itu. Memang saat ini sedang dimutakhirkan, data yang ada selalu di-update terus,” beber kepala Dinas Kesehatan Kalsel ini.

Untuk perkembangan lainnya, Muslim mengatakan masih menunggu arahan dari pemerintah pusat.
Pemprov Kalsel berupaya terus melakukan persiapan agar lebih optimal dalam pelaksanaan nanti.

Secara teknis, Muslim menyampaikan pendistribusian hampir sama seperti vaksin pada umumnya.

Yang membedakannya hanyalah penyesuaian dalam masa pandemi seperti saat ini.

“Seperti biasa. Didrop dari pusat, kemudian dilakukan penyimpanan, pendistribusian dan pelaksanaan. Dalam konteks pandemi, ada beberapa hal yang perlu disikapi dan disesuaikan. Karena harus berjaga jarak,” pungkas Muslim.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Pemprov Kalsel

Proyek Renovasi Stadion 17 Mei Banjarmasin Terus Berlanjut
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Gegara Covid-19, Puluhan Proyek di Kalsel Gagal Tender
Puncak Musim Hujan

Pemprov Kalsel

Puncak Musim Hujan Juni 2021, Kalsel Evaluasi Sistem Peringatan Dini
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Kejar Target, Bapelkes Banjarbaru Curi Start Swab Masif
PLN

Pemprov Kalsel

Pemprov Kalsel Apresiasi Langkah PLN Pulihkan Listrik Korban Banjir
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Dear Warga Banua, Yuk Ramaikan HUT Kalsel ke-70 dari Rumah
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Pemprov Kalsel Akan Fungsikan RSJ Tamban Sebagai Panti Rehabilitasi
apahabar.com

Pemprov Kalsel

Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Disdukcapil Kalsel Terapkan Sistem Digitalisasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com