Warga Eks Bioskop Cempaka Geger, Pria Tewas Bersimbah Darah 7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Positif Sabu, Oknum Anggota DPRD Tala Terancam Dipecat! Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas! Orbawati Buron, Nasdem Tanah Laut Fokus Menangkan BirinMu

Mengejutkan, Pemasukan Komplotan Pengedar Konten Pornografi di Tamban Batola

- Apahabar.com Rabu, 4 November 2020 - 19:03 WIB

Mengejutkan, Pemasukan Komplotan Pengedar Konten Pornografi di Tamban Batola

Anggota Satreskrim Polres Barito Kuala menggiring pelaku penyebar konten pornografi melalui media sosial. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Selama nyaris dua tahun beroperasi, pendapatan yang dihasilkan komplotan penyebar konten pornografi di Kecamatan Tamban, Kabupaten Batola ternyata cukup mengejutkan.

Komplotan tersebut digulung Satreskrim Polres Barito Kuala, Rabu (28/10) dari Desa Jelapat 1 RT 20 Tamban.

Terdapat 9 orang yang terlibat pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik tersebut. Mereka adalah SS (24), MM (21), MJD (20), NZ (27), MI (21), SD (26), HN (22), TM (42) dan WY.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa 8 unit komputer, 8 unit handphone, 8 unit modem WiFi, 2 buku rekening dan 10 box kartu perdana.

Di antara pelaku-pelaku yang diamankan, TM bertindak sebagai penanggungjawab dan merekrut 8 pelaku lain.

TM pula yang disebut-sebut menyediakan perangkat komputer dan telepon genggam untuk digunakan membuat akun Instagram.

“Menggunakan perangkat komputer itu, TM memerintahkan 8 pelaku lain membuat minimal 60 akun Instagram setiap hari,” jelas Kapolres Batola AKBP Lalu Mohammad Syahir Arif melalui Kasat Reskrim Iptu Fransiskus Manaan, Rabu (4/11).

“Kemudian ditanamkan link berkonten pornografi di dalam setiap akun Instagram. Mereka memperoleh uang dalam jumlah tertentu, ketika link tersebut dibuka orang lain,” imbuhnya.

Lantas selama beberapa bulan terakhir, keuntungan yang diperoleh komplotan ini terbilang besar. Dalam setiap bulan, mereka memperoleh keuntungan hingga Rp50 juta hingga Rp80 juta.

Keuntungan itu di antaranya digunakan TM untuk operasional pembuatan akun dan pemeliharaan peralatan, serta membayar upah 8 pelaku lain.

TM sendiri diketahui tak memiliki latar belakang pendidikan tinggi di bidang informasi dan teknologi. Pendidikan terakhir pria kelahiran Cilacap adalah SMK.

“Pelaku TM mengaku memperoleh pengetahuan tersebut juga melalui penjelasan di internet dan video YouTube,” tandas Fransiskus.

Atas pelanggaran tersebut, semua pelaku dijerat Pasal 45 ayat 1 jo Pasal 27 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Pasal tersebut menyebutkan setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat informasi elektronik bermuatan asusila dapat diakses.

Pelanggaran terhadap pasal dalam Undang-Undang ITE tersebut dapat berbuah hukuman pidana paling lama 6 tahun atau denda Rp1 miliar.

Sementara TM dijerat pasal berlapis, karena berperan sebagai orang yang menyuruh menyebarkan informasi elektronik bermuatan asusila.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Bejat!, Pria Banjarmasin Ini Bawa Lari dan Cabuli Anak Sekolah di Tapin
apahabar.com

Hukum

Anggota Polsek Halong Ringkus Pelaku Penganiayaan Terhadap Efendi
apahabar.com

Hukum

Dari Ambruknya Jembatan Mandastana, Satu Terpidana Lagi Bayar Denda
apahabar.com

Hukum

Iptu Komaruddin Tabuh Genderang Perang Terhadap Curanmor
apahabar.com

Hukum

Akhir Kisah Pencuri dan Dua Penadah di Banjarmasin
apahabar.com

Hukum

Simpan Serbuk Setan, Pria di Belitung Darat Banjarmasin Diringkus
apahabar.com

Hukum

KPK OTT Bupati Kutim, 15 Orang Diamankan
apahabar.com

Hukum

Penyelesaian Kasus Novel Pertaruhan Kabareskrim Baru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com