Mahasiswanya Positif Covid-19, Kampus FISIP ULM Banjarmasin Lockdown Selama Sepekan Larang Anggota Fraksi ke Luar Daerah, Golkar Targetkan Kemenangan BirinMu 70 Persen Sembuh dari Covid-19, Sugianto Hadir di Kampanye Penutup Jelang Pencoblosan, Ratusan Anggota Fraksi Golkar Se-Kalsel Siap Awasi Money Politics Aduuuuuuuuuh ai, Viral Bocah di Tapin Ngamuk-Buang Motor Saat Ditilang Polisi

Mengenal Affiliate Marketing, Modus Penyebar Konten Pornografi di Tamban Batola

- Apahabar.com Kamis, 5 November 2020 - 10:28 WIB

Mengenal Affiliate Marketing, Modus Penyebar Konten Pornografi di Tamban Batola

Penggunaan sosial media yang bertanggung jawab justru dapat menjadi passive income menjanjikan. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Disebut sebagai tren marketing terkini dan menguntungkan, bisnis affiliate marketing mengantar 9 warga Kecamatan Tamban ke ruang tahanan.

9 orang tersebut diamankan Satreskrim Polres Barito Kuala, setelah menyebarkan link website berkonten pornografi melalui media sosial Instagram.

Link ditanam dalam ribuan akun Instagram yang dibuat para pelaku. Lantas dari setiap orang yang mengakses konten tersebut, pelaku mendapatkan upah tertentu dari vendor affiliate marketing.

“Dalam bahasa sederhana, peserta affiliate marketing dapat disebut sebagai makelar lantaran memperoleh komisi dari memasarkan produk orang lain atau perusahaan,” cetus Ahmad Fahrizal, salah seorang penggiat informasi dan teknologi kepada apahabar.com.

“Untuk mengikuti affiliate marketing, orang hanya memasukkan referral link. Beberapa tahun sebelumnya, metode seperti ini sempat marak melalui platform Twitter,” imbuhnya.

Andai digunakan secara bertanggungjawab, affiliate marketing menjanjikan keuntungan. Pemilik referral link hanya perlu menyebarkan link produk tertentu sebanyak-banyaknya, plus tanpa batasan waktu maupun tempat.

Sementara alur mengais uang melalui affiliate marketing dapat melalui berbagai cara. Salah satunya pay per sale atau pemilik produk membayar persentase afiliasi dari harga jual, ketika konsumen membeli produk melalui kode refferal affiliator.

Kemudian pay per lead atau affiliate marketer langsung mendapatkan komisi, setiap konsumen melakukan konversi prospek.

Termasuk konversi prospek adalah mengisi formulir kontak, mendaftar untuk uji coba suatu produk, berlangganan buletin, atau mengunduh file.

Kegiatan ini semakin mudah dan praktis, seiring perkembangan pesat sejumlah platform media sosial seperti Facebook, Instagram hingga YouTube.

“Logikanya semakin banyak akun di media sosial, berarti bertambah besar pula kesempatan link bisa disebar. Jumlah akun lebih dari satu ini juga mengantisipasi seandainya salah satu link mengalami takedown,” urai Fahrizal.

“Namun semua kembali kepada mentalitas user. Mereka yang menyalahgunakan affiliate marketing mungkin berpikir pengguna internet lebih mudah dimasuki, ketika disisipkan konten porno,” tandas pengajar di Program Studi Teknologi Informasi di Politeknik Hasnur ini.

Editor: Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Birinmu

Kalsel

Dilaporkan Denny, Tim BirinMu Serahkan Kontra Memori Keberatan ke Bawaslu Pusat
apahabar.com

Kalsel

Di Banjarmasin, Keluarga Pasien Positif Corona Dapat Bantuan Bahan Pokok
apahabar.com

Kalsel

AJI Balikpapan Soal Pemeriksaan Editor Banjarhits.Id
apahabar.com

Kalsel

Hilang Diri, Pembunuh Guru Teweh di HSS Diselimuti Rasa Sesal
apahabar.com

Kalsel

Respon Kemenag Tala, Jika Larangan Cadar dan Cingkrang Diterapkan
apahabar.com

Kalsel

Sopir Angkot Geruduk DPRD Kotabaru, Resah Angkutan Desa Masuk Kota
apahabar.com

Kalsel

Program Kotaku, Siasat HST Sulap Kawasan Kumuh
apahabar.com

Kalsel

3 Alokasi Belanja Anggaran 2020 Terbesar di HST, Salah Satunya RS Damanhuri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com