Heboh Dikira Disembunyikan Makhluk Gaib, Ibu Muda di HST Akhirnya Ditemukan BREAKING! Warga “Bagandang Nyiru” Cari Ibu Muda yang Hilang di Cukan Lipai HST Kades-BUMDes Saradang Tabalong Ancam Polisikan Warga Penyebar Berita Bohong Kalah 39 Ribu Suara, H2D Pinta MK Kesampingkan Ambang Batas Pacu Sinergitas, Bjb Sekuritas Tandatangani PKS dengan Mandiri Sekuritas

Menristek RI: Pengembangan Vaksin Utamakan Keamanan dan Kemanjuran

- Apahabar.com Kamis, 5 November 2020 - 16:51 WIB

Menristek RI: Pengembangan Vaksin Utamakan Keamanan dan Kemanjuran

Ilustrasi. Foto-katadata

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Indonesia Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan pengembangan vaksin harus mengutamakan faktor keamanan dan kemanjuran untuk menjamin penggunaan aman dan efektif bagi masyarakat dalam mencegah pandemi Covid-19.

“Tentunya upaya untuk mempercepat baik untuk uji labnya sampai uji hewan kemudian uji klinis dengan tetap memperhatikan faktor ‘safety’ (keamanan) dan ‘eficacy’ (efikasi/kemanjuran) sampai kepada ’emergency use authorization’ (otoritas penggunaan darurat) yang nantinya mungkin dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tentunya kita harus ikuti semuanya,” katanya dalam seminar virtual “Harmonisasi Triple Helix: Kemandirian dan Kedaulatan Produk Inovasi Nasional” di Jakarta, Kamis (5/11).

Ia mengatakan Indonesia akan memastikan bahwa pengembangan vaksin Merah Putih untuk pencegahan Covid-19 memprioritaskan faktor keamanan.

“Faktor ‘safety’ adalah nomor satu. Tidak boleh kita mengompromikan soal ‘safety’,” ujarnya dilansir dari Antara.

Selain keamanan, ia menuturkan efektivitas dari vaksin Merah Putih juga harus sebaik mungkin bisa menciptakan daya tahan tubuh yang selama mungkin terhadap Covid-19.

“Meskipun tentunya kami sadar dengan riset vaksin, pengembangan vaksin yang relatif cepat, jauh lebih cepat dibandingkan vaksin-vaksin yang sudah ada maka pasti ada keterbatasan yang muncul,” tuturnya.

Menristek Bambang mengapresiasi sejumlah institusi penelitian dan perguruan tinggi yang saat ini sedang mengembangkan vaksin Merah Putih selain Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, yakni Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Airlangga.

Dia juga mengapresiasi industri yang terjun dalam pengembangan dan produksi vaksin, yakni PT Bio Farma, dan akan muncul industri vaksin swasta yang siap melakukan investasi dan saat ini sedang mengajukan izin kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk mendapatkan sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).

Industri swasta yang akan terlibat tersebut, PT Kalbe Farma, PT Sanbe Farma, PT Daewoong Infion, PT Biotis Prima Agrisindo, dan PT Tempo Scan Pacific.

“Jadi kami optimis bahwa ke depan Indonesia akan kuat di dalam industri vaksin dan kalau Indonesia kuat dalam industri vaksin ini adalah sudah merupakan salah satu contoh yang baik dari hilirisasi hasil riset dari bibit vaksin sampai menjadi produksi vaksin dan semuanya dilakukan di Indonesia, baik risetnya, uji klinisnya, sampai kepada produksinya,” tuturnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Adik Ipar Megawati Tutup Usia, PDIP Merasa Kehilangan
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: 1.155 Positif, 102 Meninggal
apahabar.com

Nasional

Cegah Korupsi, Berikut 3 Agenda Besar Presiden Jokowi
pendidikan

Nasional

Tak Sertakan Agama di Visi Pendidikan 2035, Nadiem ‘Disemprot’ MUI
apahabar.com

Nasional

Bareskrim Polri Tolak Laporan Eks-Komandan Tim Mawar, Ini Alasannya
apahabar.com

Nasional

Bukalapak Tambah Server Hadapi Harbolnas
apahabar.com

Nasional

Evaluasi Penanganan Bencana Alam selama 2018 oleh Polri
apahabar.com

Nasional

Istri Ustaz Maulana Wafat, Berikut Kisah Cinta Keduanya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com