Mahasiswanya Positif Covid-19, Kampus FISIP ULM Banjarmasin Lockdown Selama Sepekan Larang Anggota Fraksi ke Luar Daerah, Golkar Targetkan Kemenangan BirinMu 70 Persen Sembuh dari Covid-19, Sugianto Hadir di Kampanye Penutup Jelang Pencoblosan, Ratusan Anggota Fraksi Golkar Se-Kalsel Siap Awasi Money Politics Aduuuuuuuuuh ai, Viral Bocah di Tapin Ngamuk-Buang Motor Saat Ditilang Polisi

Mensesneg Akui Kekeliruan UU Ciptaker yang Diteken Presiden Jokowi

- Apahabar.com Selasa, 3 November 2020 - 16:32 WIB

Mensesneg Akui Kekeliruan UU Ciptaker yang Diteken Presiden Jokowi

Presiden RI Joko Widodo disebut meneken UU Ciptaker pada Senin siang, 2 November 2020. Foto-Dok/Biro Setpres

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno tak menampik ada kekeliruan di naskah omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja yang telah diteken Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Senin (2/11) kemarin.

Meskipun demikian, Pratikno menyatakan kekeliruan dari UU yang diberi nomor 11 Tahun 2020 tersebut bersifat teknis administratif saja.

“Hari ini kita menemukan kekeliruan teknis penulisan dalam UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Namun kekeliruan tersebut bersifat teknis administratif sehingga tidak berpengaruh terhadap implementasi UU Cipta Kerja,” kata Pratikno lewat pesan, dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (3/11) siang.

Ia pun menegaskan kekeliruan teknis tersebut menjadi catatan dan masukan bagi pihaknya untuk menyempurnakan kembali kualitas UU yang hendak diundangkan.

“Agar kesalahan teknis seperti ini tidak terulang lagi,” kata pria yang juga dikenal pernah menjadi Rektor UGM tersebut.

Pratikno menjelaskan setelah berkas RUU Cipta Kerja diterima pemerintah dari DPR pada 14 Oktober lalu, Kementerian Sekretariat Negara segera melakukan penelaahan.

“Kementerian Sekretariat Negara telah melakukan review dan menemukan sejumlah kekeliruan yang bersifat teknis. Kemensetneg juga telah menyampaikan kepada Sekretariat Jenderal DPR untuk disepakati perbaikannya,” kata dia.

Setelah dinyatakan diteken Jokowi pada Senin (2/11) siang, naskah tersebut pun diunggah ke situs resmi Sekretariat Negara (Setneg) pada hari itu juga.

Naskah yang diunggah ke situs resmi Setneg itu berjumlah 1.187 halaman, lebih banyak dibandingkan yang disetor DPR pada medio Oktober lalu yakni 812 halaman.

Namun, belum 24 jam naskah tersebut berada di situs Setneg, sejumlah pihak yang telah mengunduhnya menemukan kesalahan atau kejanggalan. Salah satu yang mencuat pertama adalah kejanggalan pada Pasal 6 yang merujuk pada Pasal 5.

Atas hal tersebut, Anggota Baleg DPR Arteria Dahlan pun mempertanyakan mengenai kejanggalan-kejanggalan tersebut.

Lebih lanjut, politikus PDIP itu menyatakan meminta agar pemerintah mengembalikan naskah UU Ciptaker ke Baleg DPR. Ia mengatakan, pihaknya akan melakukan penyisiran ulang dan mengembalikan naskah UU Ciptaker sesuai dengan hasil kesepakatan di Baleg DPR.

“Kita siap untuk kembalikan dan kita perbaiki langsung. Pemerintah kasihlah yang ada logo-logo Presiden RI, kita yang perbaiki biar enggak gaduh lagi, Arteria Dahlan saja pribadi siap memperbaiki,” ucapnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa.

Di satu sisi, Pakar Hukum Tata Negara Bivitri Susanti menuturkan kejanggalan pasal ini bisa dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai bukti ketidakseriusan pemerintah menggarap UU Ciptaker.

“Ini menjadi bahan tambahan alasan. Layak dibatalkan menggugurkan semua undang-undang (Ciptaker). Salah satu pasal itu enggak bisa dilaksanakan,” katanya.
Bivitri menilai kejanggalan pasal ini bentuk pembahasan undang-undang yang asal-asalan oleh pemerintah.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Setelah Banjarmasin, Giliran Balikpapan Gempar Video Mesum Pelajar
apahabar.com

Nasional

Ibu Jadi Sumber Kesuksesan Mathari
apahabar.com

Nasional

Sri Mulyani: Sistem Penggajian PNS Perlu Dikaji Ulang
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Prediksi 34.300 Pekerja Migran Kembali ke Indonesia

Nasional

Total 17 Orang Ditangkap KPK, Terkait Ekspor Benih Lobster KKP
apahabar.com

Nasional

Kisah Pilu Ibu Muda, Ditinggal Suami Karena Bayinya Cacat
Heboh, Dua ABK China di Kotabaru Terindikasi Corona

Nasional

Senator Kalsel Tolak ABK Terindikasi Corona Dirawat di RSUD Ulin
apahabar.com

Nasional

Kepala BNPB Minta Polri Lebih Berani Tindak Pelaku Pembakar Hutan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com