BANJIR KALSEL: 2 Ribu Jiwa Mengungsi, Pasukan Khusus TNI Mendarat di Banjarbaru Jokowi Telepon Gubernur Soal Banjir Kalsel, Gak Kebalik Pak? Breaking News: Respons Jokowi Atas Banjir di Kalsel, Segera Kirim Perahu Karet Tak Ucapkan Dukacita, Habib Banua Tantang Presiden ke Kalsel Warga Banjiri IG Presiden Jokowi: Kalsel Juga Berduka Pakkk!!!

Misteri Botol Alkohol Samping Mayat Bocah Diduga Dibunuh Ibu Kandung di Batu Benawa HST, Apa Kata Polisi?

- Apahabar.com Sabtu, 28 November 2020 - 14:46 WIB

Misteri Botol Alkohol Samping Mayat Bocah Diduga Dibunuh Ibu Kandung di Batu Benawa HST, Apa Kata Polisi?

Dua bocah, anak kandung Sutarti ditemukan meninggal di dalam kamar rumahnya di Pagat RT 8 Batu Benawa HST. Dalam gambar, terlihat botol alkohol. Foto-Istimewa

apahabar.com, BARABAI – Polisi hingga kini belum menyimpulkan penyebab kematian dua bocah yang diduga dibunuh ibu kandung di Batu Benawa, Hulu Sungai Tengah (HST).

Bahkan Sutarti (27), ibu kandung kedua bocah malang itu hingga kini belum berstatus tersangka.

Walau demikian, Polisi sudah mengamankan sejumlah barang dan memeriksa para saksi atas kejadian yang terjadi di Desa Pagat Kecamatan Batu Benawa Hulu Sungai Tengah (HST), Rabu (25/11).

Yang mengejutkan, ada sebotol alkohol. Jika dilihat dari foto di TKP, alkohol botol plastik dengan cap biru itu terlihat ada di samping mayat bocah perempuan anak Sutarti.

Kasat Reskrim Polres HST, AKP Dany Sulistiono menyebutkan telah mengamankan sejumlah barang yang ada di TKP guna penyelidikan.

“Botol itu kosong tak ada isinya. Dari kedua korban dan ibunya (Sutarti) tidak tercium bau alkohol,” tegas Dany.

Dugaan awal, anak laki-laki, MNH (6) dan adik perempuannya SNH (5) meninggal diperkirakan akibat kehabisan oksigen.

“Kita belum tahu detail hasil visumnya. Apakah itu kehabisan oksigen karena dicekik, dibekap atau ditutup bantal,” kata Dany.

Keduanya diduga dibunuh oleh ibunya sendiri. Hal itu diperkuat dengan kondisi Sutarti.

Dia ditemukan dalam keadaan tanpa busana bersama kedua anaknya yang telah meninggal di rumahnya di Desa Pagat RT 8.

Saat ditemukan pun, dia mengoceh tak jelas sampai diamankan pihak kepolisian di rumahnya, Rabu (25/11) sore.

Warga menduga, Sutarti nekat membunuh kedua anaknya lantaran mengalami depresi semenjak sang suami, Ipin tutup usia belum genap 40 hari tadi.

“Kita belum berani menduga-duga pelaku mengarah ke ibunya. Saat ini dia (Sutarti) statusnya masih saksi. Kita masih melakukan penyelidikan. Untuk mengetahui kondisi Ibunya ini, menunggu hasil observasi kejiwaan selama 10 hari dari dokter jiwa,” terang Dany.

Informasi dihimpun apahabar.com, Polisi telah memeriksa 3 saksi atas peristiwa kematian dua anak kandung Sutarti itu. Satu di antaranya merupakan anak tiri Sutarti yang berumur 10 tahun.

Dia saat kejadian berada di rumah Sutarti di Pagat RT 8 itu.

Adik mendiang suami Sutarti atau paman dari korban, Ipul (50) menyebutkan anak tiri yang berjenis kelamin perempuan itu sebelumnya berada di kediaman Sutarti pada hari kejadian, Rabu (25/11).

“Sekitar pukul 08.00- 09.00 hari itu, si anak (anak tiri-red) tak memakai baju ke rumah saya,” kata Ipul ditemui apahabar.com di kediamannya yang tak jauh dari rumah Sutarti, Kamis (26/11).

Ipul mengaku tak tau apa yang terjadi dengan anak tiri sampai tak memakai baju.

“Dia waktu itu tak cerita apa-apa, ada hal apa di rumah Surtati sehingga keluar rumah tidak memakai baju. Saya tanya ada siapa di rumah Sutarti. Tapi dijawabnya mama (Sutarti) tidak ada di rumah. Lalu saya antar ke kediamannya di Desa Waki Kecamatan Hantakan,” kata Ipul.

Diterangkan Ipul, kronologi kejadian kematian dua keponakan itu tadi baru diketahuinya saat Polisi meminta keterangan dari anak tiri Sutarti tadi.

Anak ini, kata Ipul, menceritakan perihal kejadian yang dilihatnya ketika berada di rumah Sutarti kala itu.

Runtutan kronologinya, Ipul menjelaskan berawal dari anak yang laki-laki kemudian anak yang perempuan.

“Dari yang saya dengar, mulanya anak kandungnya yang laki-laki, tubuhnya dibalut menggunakan kain. Kemudian dari leher hingga kepala juga diikat kain, seperti mayat yang dipocong” ujar Ipul.

Kemudian, anak yang perempuan masih berumur 4 tahun. Dari pengakuannya, mulut dan hidung bocah ini ditutup menggunakan tangan.

“Melihat hal itu, anak tirinya jadi lari ke tempat saya tanpa menggunakan baju tadi. Mungkin karena saking takutnya,” tutup Ipul.

Saat ini polisi belum menetapkan ibu kandung sebagai tersangka. Pun demikian dengan pembunuhan dan penyebab kematian dua bocah tadi.

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pasca Remaja Tenggelam, Kapolres: Waspada Beraktifitas di Sekitar Sungai
apahabar.com

Kalsel

Wali Kota Nadjmi: Keluhan Layanan Publik di Banjarbaru Menurun
apahabar.com

Kalsel

Smart Presensi Batola Diserang Hacker
apahabar.com

Kalsel

Semarak MTQ Ke-51, Ratusan Kafilah Ikuti Pawai Taaruf
apahabar.com

Kalsel

SMPN 22 Desa Paya HST Diajak Bercocok Tanam
apahabar.com

Kalsel

Polisi Terus Kejar Perampok Alfa Mart di Teluk Tiram
apahabar.com

Kalsel

Terbebas dari Hutang dan Riba Beralih ke Usaha Syariah
apahabar.com

Kalsel

Melaju ke Ajang Nasional, Intip Persiapan Dua Bintang RRI Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com