KH Miftachul Achyar Terpilih Jadi Ketua Umum MUI, Gantikan Ma’ruf Amin Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Oknum Simpatisan Terjerat Sabu di Kotabaru, FPI Bantah Anggotanya Cabuli Murid, Oknum Guru Olahraga di SD Banjarbaru Langsung Dipecat! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut

Mulai Jenuh, Sejumlah Pasien Covid-19 di SKB Batola Minta Isolasi Mandiri

- Apahabar.com Senin, 16 November 2020 - 21:15 WIB

Mulai Jenuh, Sejumlah Pasien Covid-19 di SKB Batola Minta Isolasi Mandiri

Sejumlah pasien konfirmasi positif di SKB Batola berdialog dengan Wakil Bupati, H Rahmadian Noor, Senin (16/11). Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Merasa tidak memiliki gejala, sejumlah pasien konfirmasi positif Covid-19 di SKB Barito Kuala masih menyimpan hasrat dipulangkan guna menjalani isolasi mandiri.

Sempat hanya dihuni 4 sampai 5 pasien selama dua bulan terakhirn, SKB Batola kembali dipenuhi pasien Covid-19.

Penyebabnya adalah peningkatan kembali kasus konfirmasi positif di Batola sejak pertengahan Oktober 2020.

Tercatat hingga 16 Oktober 2020, SKB Batola dihuni 25 pasien konfirmasi positif. Juga terdapat seorang penghuni yang sejatinya tidak positif, tetapi tetap menempati lokasi karantina lantaran mengikuti sang ibu.

Dari jumlah pasien baru, 22 di antaranya merupakan kasus konfirmasi yang ditemukan pasca swab test ribuan calon panitia penyelenggara Pilgub Kalimantan Selatan 2020.

Sebagian besar pasien sudah menempati SKB Batola selama kurang lebih sepekan. Pun mayoritas tidak bergejala, sehingga mereka mulai diserang kejenuhan.

Situasi tersebut membuat beberapa penghuni menginginkan dipulangkan dan melanjutkan isolasi mandiri di rumah.

Sementara sebagian lain menginginkan fasilitas yang dapat mengurangi rasa jenuh. Di antaranya pengadaan televisi, mengingat unit yang tersedia sudah rusak.

Namun keinginan menjalani isolasi mandiri tak dapat dipenuhi Satuan Tugas Covid-19 Batola, maupun RSUD Abdul Aziz Marabahan yang mengelola karantina di SKB Batola.

“Sulit memenuhi keinginan mereka untuk dipulangkan, mengingat jaminan isolasi mandiri tak sebaik di karantina khusus,” sahut Wakil Bupati Batola, H Rahmadian Noor, seusai memonitoring kondisi terakhir SKB Batola, Senin (16/11).

“Namun untuk menyediakan televisi, dalam waktu dekat segera dipenuhi. Selebihnya kami juga mengaktifkan kembali tenaga pengamanan, seiring penambahan jumlah pasien,” imbuhnya.

Selain segera mendatangkan unit televisi baru, pengelola juga menyediakan satu ruangan lagi untuk mengurangi kepadatan.

Sebelumnya dari lima ruangan, dua di antaranya untuk pasien laki-laki. Kemudian dua ruangan diperuntukkan pasien wanita, serta satu ruangan lagi ditempati penghuni tanpa konfirmasi.

Dalam setiap ruangan, diisi 10 pasien. Kecuali ruangan penghuni tanpa konfirmasi, karena diperuntukkan pendamping dari keluarga pasien.

“Satu ruangan baru sudah dapat digunakan. Kemudian untuk mengantisipasi pasien baru, kami sudah berkoordinasi dengan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) di Banjarbaru,” sahut Supriadi, supervisor perawat di SKB Batola.

“Bapelkes tetap menerima pasien seperti biasa. Bahkan kami baru saja memindahkan 4 pasien dari SKB ke Bapelkes,” imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Batola, dr Azizah Sri Widari, berharap semua pasien dapat bersabar menjalani karantina selama 14 hari.

Hal tersebut disebabkan isolasi mandiri cenderung berisiko menyebarkan Covid-19 kepada anggota keluarga lain. Itu belum termasuk jaminan kontinuitas pemeriksaan.

“Dari total 55 kasus aktif di Batola, 33 di antaranya sudah ditangani khusus. Sementara 22 pasien lain menjalani isolasi mandiri, karena tidak bersedia dikarantina,” jelas Azizah.

“Bagaimanapun isolasi mandiri tidak dianjurkan, kecuali dengan alasan seperti pasien gagal ginjal yang harus melakukan cuci darah atau stroke,” tegasnya.

Di sisi lain, Dinkes Batola juga mendapatkan laporan tentang sejumlah pasien isolasi mandiri yang tidak disiplin. Diharuskan tetap berada di rumah, mereka malah berjalan-jalan.

“Banyak alasan yang menyebabkan pasien ditempatkan di karantina khusus. Salah satunya membebani penanganan Covid-19 di Batola, terutama kalau menulari orang lain,” beber Azizah.

“Kemudian jaminan untuk pelaksanaan rontgen dan pemeriksaan darah dibiayai sendiri. Itu pun masih bergantung kesediaan pasien,” tandasnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Batola

Tepat 17 Agustus, Si Kembar Pengantin dari Marabahan Ini Dilahirkan
apahabar.com

Batola

Mirip Organ Kewanitaan, Begini Khasiat Bunga Telang dari Danda Jaya Batola
apahabar.com

Batola

Meski Pandemi, Pemilihan Atak Diang Batola 2020 Tetap Dilaksanakan
Apahabar.com

Batola

Pendisiplinan Protokol Kesehatan di Terminal Handil Bakti, Belasan Warga Terjaring
apahabar.com

Batola

Good Job! Lebih Separuh Pasien Covid-19 di Batola Sembuh

Batola

Menjelang Pilgub Kalsel, KPU Batola Jamin Hak Suara Ratusan Warga Disabilitas
apahabar.com

Batola

Kasus Aktif Covid-19 Menurun, Batola Tutup Karantina Mess KTM
apahabar.com

Batola

Klaster Industri Berpotensi Tambah Kasus Covid-19 di Barito Kuala
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com