Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Naik ke Peringkat 4 SGIE, Wapres Optimis Pertumbuhan Ekonomi Islam di Indonesia

- Apahabar.com Rabu, 18 November 2020 - 12:14 WIB

Naik ke Peringkat 4 SGIE, Wapres Optimis Pertumbuhan Ekonomi Islam di Indonesia

Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin. Foto- istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Indonesia berhasil menduduki peringkat ke-4 The State of the Global Islamic Economy (SGIE). Naik dari peringkat 5 tahun 2019 dan naik dari peringkat ke 10 di tahun sebelumnya.

Lembaga research Dinar Standard pun memberikan penghargaan The State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2020/2021 kepada Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin secara virtual, Selasa (17/11).

Dilansir Republika.co.id, Wapres mengaku optimistis ekonomi Islam di Indonesia dapat terus berkembang, baik secara nasional maupun global.

“Saya bersyukur, karena di tengah-tengah pandemi Covid-19 ini, peringkat Global Islamic Indicator Indonesia menurut SGIE Report 2020/2021 berhasil menduduki peringkat ke-4, naik kelas dari peringkat 5 tahun 2019 dan naik dari peringkat ke 10 di tahun sebelumnya,” ujar Kiai Ma’ruf dalam sambutan usai penyerahan.

Selain kenaikan peringkat, menurut laporan SGIE Report 2020/2021, peranan ekonomi Islam di Indonesia juga menunjukkan kemajuan yang pesat, tak hanya konsumsi produk halal di Indonesia tapi juga peranan inovasi di bidang ekonomi Islam mulai dari sektor Makanan, Fesyen, Kosmetik, Farmasi, Pariwisata, Keuangan Perbankan dan Media Rekreasi.

Dalam laporan SGIE 2020/2021 ke semua sektor di atas merupakan sektor yang jadi bahan penilaian peringkat Islam global Indikator.
“Indonesia masuk kategori negata 10 besar dalam masing-masing sektor tadi,” ungkapnya.

Selain itu, masih dalam laporan, Indonesia juga dilaporkan telah membuat kebijakan yang menumbuhkan ekosistem yang dibutuhkan untuk memberikan peluang bagi tumbuhnya ekonomi Islam dengan disertai berbagai insentif yang mempermudah dunia industri dan investasi di Indonesia di bidang infrastruktur, produk, dan jasa halal.

Karena itu, Ma’ruf meminta agar kenaikan peringkat ini dimaknai dengan tetap melanjutkan dan memperkokoh ekosistem ekonomi Islam Indonesia sehingga dapat menjadikan Indonesia sebagai produsen halal dunia dan penggerak ekonomi nasional.

Apalagi, diperkirakan beberapa sektor ekonomi Islam akan mengalami pemulihan kembali di akhir tahun 2021 bahkan mungkin bisa terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan.
“Saya berharap, capaian ini juga akan menjadi penyemangat bagi seluruh pemangku kepentingan dalam merealisasikan berbagai program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia,” ujarnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

BNN Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba di SMK Bina Banua Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Menunggu dari Pagi, Ratusan Pelajar Kecewa Tak Sempat Disalami Jokowi
apahabar.com

Kalsel

Panduan Mengolah Limbah Hewan Kurban yang Ramah Lingkungan
apahabar.com

Kalsel

Kado Manis Sumpah Pemuda, Imam Satria Jabat Ketum DPD KNPI Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Resmi, Ibnu Sina Tak Perpanjang PSBB Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Kepala BNPT Kunjungi Istri Korban Penyerangan Mapolsek Daha
apahabar.com

Kalsel

Update 13 April, Positif Covid-19 Banjarbaru Bertambah Satu
apahabar.com

Kalsel

Hujan Kembali Mengguyur Sejumlah Wilayah di Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com