3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Pasca-libur Panjang, IHSG Bergerak Melemah

- Apahabar.com Senin, 2 November 2020 - 11:21 WIB

Pasca-libur Panjang, IHSG Bergerak Melemah

Ilustrasi - Pekerja melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melalui gawainya di Jakarta. Foto-Antara/Puspa Perwitasari/wsj

apahabar,com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (2/11) pagi bergerak melemah pasca-libur panjang pada pekan lalu.

IHSG dibuka melemah 20,2 poin atau 0,39 persen ke posisi 5.108,03. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 5,89 poin atau 0,75 persen ke posisi 784,61.

“Untuk IHSG diproyeksikan akan melemah seiring dengan sentimen global dari pasar AS,” tulis Tim Riset Samuel Sekuritas dalam laporan yang dilansir dari Antara, Senin (2/11).

Pasar AS pekan lalu mengalami koreksi yang cukup dalam secara mingguan dengan minus 6,47 persen pada Index Dow Jones, minus 5,63 persen pada Indeks S&P500, dan minus 5,51 persen pada Index Nasdaq.

Walaupun rilis data PDB AS yang mencatatkan kenaikan 33,1 persen dinilai cukup baik dan di atas konsensus, namun koreksi pada pasar AS tetap terjadi yang merefleksikan keputusan dari stimulus AS yang tidak akan cair sebelum pemilu, kembali melonjaknya kasus Covid-19 secara global, dan ancaman lockdown kedua.

Dari pasar AS sendiri, sentimen yang dapat diperhatikan adalah pemilu presiden AS pada 3 November 2020 mendatang.

Kasus Covid-19 secara global kembali naik dan AS sendiri mencatatkan rekor barunya pada 30 Oktober dengan penambahan 99.784 kasus, melampaui rekor sebelumnya 75.678 kasus pada 16 Juli 2020.

Tidak hanya di AS, beberapa negara di Eropa pun terlihat mencatatkan kenaikan jumlah kasus harian hingga Inggris memutuskan untuk melakukan lockdown selama empat minggu.

Penambahan kasus Covid-19 secara global diduga akibat dari datangnya musim dingin yang membuat transmisi dari virus lebih cepat menyebar pada suhu yang dingin.

Di Indonesia sendiri, kurva penambahan kasus harian Covid-19 sudah mulai menurun. Pada Minggu (1/11) hanya terjadi penambahan sejumlah 2.696 kasus dibandingkan hari sebelumnya 3.143 kasus.

Sedangkan penambahan pasien sembuh tercatat lebih besar sebanyak 4.141 pasien dan jumlah pasien sembuh sebesar 341.942 pasien. Bila membandingkan dengan total jumlah kasus kumulatif sebanyak 412.784 kasus artinya jumlah pasien sembuh sudah sebesar 82 persen.

Yang dapat diperhatikan dari kasus Covid-19 sendiri adalah perkembangan dari vaksin yang kabarnya akan menyelesaikan ujicoba tahap III pada November ini.

Pekan lalu IHSG ditutup melemah 0,3 persen secara harian sebelum pasar libur. Pekan ini yang dapat diperhatikan dari dalam negeri adalah rilis data inflasi, Markit Manufacturing PMI pada hari ini dan rilis PDB kuartal III pada Kamis (5/11) nanti.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei menguat 388,48 poin atau 1,69 persen ke 23.365,61, Indeks Hang Seng naik 272,83 poin atau 1,13 persen ke 24.380,25, dan Indeks Straits Times meningkat 20,84 atau 0,86 ke 2.444,68.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

H-2 Iduladha, Angkutan Barang di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin Merangkak Naik 1 Persen!
apahabar.com

Ekbis

Pusat Perbelanjaan di Banjarmasin Mulai Diserbu Warga
apahabar.com

Ekbis

Rangkaian HPN 2020, Wartawan Dapat Ilmu Berbisnis Dari BNI
apahabar.com

Ekbis

Jokowi Minta Pemerintah Daerah dan BUMN Bantu UMKM
apahabar.com

Ekbis

Smartfren Jamin Kualitas jaringan di Libur Tahun Baru
apahabar.com

Ekbis

Ganti Jadwal Penerbangan, AirAsia Gratiskan Biaya
apahabar.com

Ekbis

Berkah Harganas 2019 di Kalsel, Hotel Berbintang Laris Manis
apahabar.com

Ekbis

MHM Dorong Pemerintah dan Konglomerat Rangkul Pelaku UMKM di Indonesia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com