Belasan Terduga Pelaku Prostitusi Online Diamankan Polres Banjarbaru, 6 Masih di Bawah Umur Jelang Iduladha, Kalsel Siapkan Belasan Ribu Hewan Kurban MK Tunda Sidang, H2D Tetap Pede Diskualifikasi BirinMU Prostitusi Online di Banjarmasin Seret Anak-Anak, Sudah Puluhan Remaja Terjaring! 8 Tuntutan Mahasiswa Kalsel Saat Aksi #SaveKPK Sampai ke Sekretariat Presiden

Pelatihan Wartawan Ekonomi, BI Kalsel Hadirkan Ketua Dewan Pers

- Apahabar.com Kamis, 19 November 2020 - 15:33 WIB

Pelatihan Wartawan Ekonomi, BI Kalsel Hadirkan Ketua Dewan Pers

Salah satu wartawan mengajukan pertanyaan saat penyampaian materi oleh Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh. Sumber: Musnita Sari

apahabar.com, BANJARMASIN – Bank Indonesia kembali menggelar pelatihan wartawan di Golden Tulip Galaxy Hotel, Kamis (19/11). Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan terkait perekonomian dan mendukung aktivitas jurnalisme.

“Media berkontribusi dalam menyalurkan pemberitaan mengenai kebijakan maupun kegiatan BI, ” ucap Kepala Perwakilan BI Kalsel, Amanlison Sembiring, dalam sambutannya secara virtual.

Rutin digelar setiap tahun, kali ini BI Kalsel menghadirkan Ketua Dewan Pers, Muhammad Nuh, sebagai salah satu narasumber. Secara daring, materi yang disampaikan membahas jurnalisme di era digital.

“Kita melibatkan teknologi digital dalam berbagai hal, termasuk wartawan dalam menyediakan berita dan informasi melalui berbagai platform, ” lanjut Amanlison.

Jurnalisme digital diprediksi akan terus berkembang sehingga topik ini berpengaruh terhadap kualitas wartawan dalam menyajikan sebuah berita kepada khalayak.

“Diharapkan pelatihan ini menambah wawasan dan mempertajam pemahaman sebagai wartawan ekonomi khususnya, ” pungkasnya.

Di masa pandemi, ada sekitar 5.500 wartawan terlibat dalam program Ubah Laku yang diiniasi oleh Dewan Pers dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana).

Ubah Laku mewadahi para jurnalis dalam menyiarkan pemberitaan guna pencegahan penularan Covid-19 dan menjadikan mereka sebagai agen perubahan perilaku untuk mengedukasi publik.

“Kita harap terus menggaungkan optimisme publik untuk berkembang lebih jauh lagi. Karena pekerjaan media sehari-hari membawa sebuah perubahan, ” terang Muhammad Nuh.

Disebutkan Nuh, ada tiga hukum yang berlaku dalam era dan kompetensi digital. Pertama, hukum Moore yang memiliki esensi akan pentingnya kecepatan.

Kedua, hukum Metcalfe menyebutkan pentingnya wartawan memiliki banyak jaringan. Bank Indonesia, kata Nuh, menghimpun jejaring wartawan ekonomi se-Kalsel.

Ketiga, adalah hukum Coase yang menilai pentingnya inovasi dimiliki oleh setiap wartawan. Pers memiliki peran dalam memberikan kritik, koreksi dan edukasi.

“Perubahan paling cepat adalah teknologi, harus kita ikuti arahnya agar tidak ketinggalan. Semua jurnalis harus punya kompetensi di era digital, ” paparnya

Dalam pelatihan ini, dipaparkan materi yang disampaikan oleh perwakilan BI Kalsel yaitu pengembangan sistem pembayaran Indonesia, QRIS, UPK 75 tahun RI, CCKUR dan 5 Jangan serta strategi pengembangan digital UMKM di Kalsel.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Kereta Api Tabalong-Banjarmasin, Ditjen Perkeretaapian: Gunakan Rel Tunggal
Jokowi

Ekbis

Jokowi Janjikan Aturan Pelaksana Omnibus Law UU Cipta Kerja Akan Diselesaikan Secepatnya
Impor Tersendat Akibat Corona, Bawang Putih Picu Inflasi Kalsel 0,08 Persen

Ekbis

Impor Tersendat Akibat Corona, Bawang Putih Picu Inflasi Kalsel 0,08 Persen
apahabar.com

Ekbis

DKI Jakarta Di-PSBB, Rupiah Bisa Terkoreksi Lagi
apahabar.com

Ekbis

Apple Tembus Nilai Pasar 2 Triliun Dolar AS
Pajak Pulsa

Ekbis

Pemerintah Pungut Pajak Pulsa dan Token Listrik, Berikut Penjelasan Lengkapnya
Terdampak Covid-19, Industri Penerbangan Diusulkan Butuh Stimulus

Ekbis

Terdampak Covid-19, Industri Penerbangan Diusulkan Butuh Stimulus

Ekbis

Modal dan Risiko Bisnis Ternak Kurban di Masa Pandemi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com