Hujan Lebat, Desa Hawang HST Banjir Lagi POPULER SEPEKAN: Kasus Pembunuhan Istri di Kapuas hingga ABK Tenggelam di Tanah Laut Warga Banjarmasin Terpesona Menikmati Pantai Teluk Tamiang Kotabaru Duh! Anggaran Pembinaan Atlet Banjarmasin Tertunggak 6 Bulan Isu Lemahnya KPK Digaungkan, Mahasiswa Siap Geruduk DPRD Kalsel

Pembelajaran Tatap Muka di Banjarbaru Ditarget Akhir Tahun

- Apahabar.com Kamis, 5 November 2020 - 15:49 WIB

Pembelajaran Tatap Muka di Banjarbaru Ditarget Akhir Tahun

Keterangan Foto : Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Banjarbaru, M Aswan. Sumber : Nurul Mufidah

apahabar.com, BANJARBARU – Sedang digodok, rencana pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Banjarbaru ditarget akhir tahun.

“Target kemungkinan pelaksanaannya paling cepat awal Desember,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, M. Aswan kepada apahabar.com, Kamis (5/11/2020) siang.

Saat ini pihaknya masih mengkoordinasikan dengan stakeholder terkait dan ikatan dokter anak. Sebab pertimbangan dari dokter anak dirasanya penting.

“Kami juga masih lihat kondisi zona, karena warna zona ini fluktuatif, bisa jadi sekarang kuning, nanti merah, jadi kami lihat situasi,” katanya.

Untuk diketahui, Banjarbaru sendiri saat ini berstatus zona kuning, sehingga memenuhi syarat untuk mengadakan sekolah tatap muka.

“Pembelajaran tatap muka ini kita dasar hukumnya adalah surat keputusan bersama 4 menteri, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, kementerian Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri. Dalam SK itu, dikatakan satuan pendidikan boleh mengusulkan pembelajaran tatap muka itu kalau penzonaan di sebuah daerah warnanya kuning,” jelas Aswan.

Lantas, apakah semua sekolah di Banjarbaru nantinya akan menerapkan PTM?

“Saat ini Banjarbaru memang zona kuning tapi kita tidak serta merta menerapkan itu (PTM). Sekali lagi PTM ini kalau kita berlakukan tidak semua sekolah, misal jenjang SMP, sekolah yang tidak memenuhi protokol kesehatan kami tidak izinkan,” ungkapnya.

Sebab keputusan untuk pelaksanaan PTM selain menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan ketat, juga atas persetujuan orang tua murid.

“Ada beberapa sekolah yang akan di jadikan sekolah percontohan dengan penerapan Prokes itu seperti SD di Komet 1, Komet 2, dan SMP 1 Banjarbaru. Kita sudah siapkan, tapi keputusannya ada ditangan orang tua murid, nah jadi tidak bisa sekolah tatap muka tanpa ada persetujuan dari orang tua murid,” jelas Aswan lagi.

Sehingga, lanjutnya, fungsi sekolah kalau diibaratkan pesawat, pesawat itu sudah layak terbang namun persoalan boarding, dan take off itu persoalan orang tua murid.

“Karena orang tua murid untuk mengambil keputusan harus melihat dulu sekolahnya, siap atau tidak secara protokol, kalau keputusannya setuju dengan catatan apa,” lanjutnya.

Adapun proses izin PTM sendiri terbilang ketat seperti sekolah mengusulkan kepada Walikota melalui Dinas Pendidikan.

Lalu Dinas Pendidikan melakukan verifikasi faktual kelapangan yakni di sekolah, untuk memastikan kesiapan penerapan protokol di sekolahnya.

Jika sudah siap, Disdik akan memberikan rekomendasi kepada Walikota bahwa sekolah A layak PTM.

Walikota pun perlu pertimbangan tim gugus, lalu berdasarkan rekomendasi Disdik, akan dipelajari gugus yang selanjutnya gugus siap memberikan pendapat kepada Walikota.

Kemudian Walikota akan memberikan keputusan boleh tidaknya sekolah melaksanakan PTM.

“Sekolah yang boleh pun itu keputusannya dari orang tua murid, misal 80 persen setuju 20 persen tidak setuju, maka 20 persennya bisa daring (online),” pungkasnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Trik KPU Banjar Lawan Politik Uang, Hoaks dan SARA di Pilbup Banjar 2020

Kalsel

Ungkap Kasus Wildan, HMI Apresiasi Kinerja Polresta Banjarmasin

Kalsel

Pilgub Kalsel 2020, Naik Motor, Paman Birin Penuhi Panggilan Bawaslu Kalsel
apahabar.com

Kalsel

BMKG Lihat Cuaca Cerah Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Realisasi PAD Kota Banjarmasin Capai Rp316 Miliar Lebih, 2020 Target Ditingkatkan
apahabar.com

Kalsel

Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Kalsel Bertambah, Sekarang Jadi 4
Ketupat Intan

Kalsel

Ketupat Intan 2021 Berakhir, Penyekatan di Kalsel Masih Berlaku Hingga Senin Pekan Depan
apahabar.com

Kalsel

Abai Protokol Kesehatan, Warga Batola Siap-siap di Push-up
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com