3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Pemodal Resmi Tersangka, 7 Penambang di Pangkut Kalteng Masih Tertimbun Longsor

- Apahabar.com Minggu, 22 November 2020 - 18:13 WIB

Pemodal Resmi Tersangka, 7 Penambang di Pangkut Kalteng Masih Tertimbun Longsor

Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Devy Firmansyah didampingi Kasatreskrim AKP Rendra Aditya Dani memberikan keterangan pers terkait penanganan kasus longsor yang menimbun sepuluh pekerja tambang di Pangkalan Bun, Minggu (22/11). Foto: Antara

apahabar.com, PANGKALAN BUN – Jumlah tersangka dalam insiden tewasnya 10 penambang di Pangkut, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (Kobar Kalteng) bertambah satu orang. Inisialnya R.

Tersangka R memodali 10 penambang nahas tersebut. Ia sekaligus pemilik lahan.

“R sekaligus yang memodali aktivitas penambangan secara ilegal yang menimbulkan longsor dan menimbun sepuluh orang pekerja tambang tersebut,” kata Kapolres Kobar AKBP Devy Firmansyah, Minggu (22/11) dilansir Antara.

Tersangka R adalah warga Desa Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Sebelumnya polisi juga telah menetapkan H (28). Tersangka H penanggung jawab atau kepala rombongan pekerja.

Devi menjelaskan R menyiapkan lahan sekaligus memberikan modal kepada tersangka H untuk dipergunakan membeli peralatan pertambangan sekaligus untuk kebutuhan sehari-hari para pekerja tambang.

Kemudian tersangka H berkewajiban memberikan hasil pertambangan berupa emas kepada tersangka R melalui orang kepercayaannya untuk dijual.

Hasil penjualannya setelah dikurangi biaya operasional serta utang atau bon para pekerja, baru sisanya dibagi rata.

Atas keterlibatannya tersebut, tersangka R dikenakan Pasal 158 junto pasal 35 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas undang-undang Republik Indonesia nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara.

“Dengan ancaman kurungan penjara selama lima tahun dan denda paling banyak seratus miliar rupiah,” tegas Devi.

Sebagai pengingat, sepuluh pekerja tambang tertimbun longsor pada Kamis (19/11) sekitar pukul 11.30 WIB di wilayah Sei Seribu Kelurahan Pangkut Kecamatan Arut Utara, Kobar.

Sampai hari ini, baru tiga korban yang berhasil ditemukan oleh tim gabungan yang melakukan pencarian.

Ketiga korban tersebut adalah Yuda (24) asal Desa Salofa Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, kemudian Rana Solihat (20) asal Desa Cikeusal Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, dan Nurhidayat (28) asal Desa Salofa Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat.

Sementara itu tujuh korban lainnya yaitu, Tatan (30), Muharom (22), Reza (20), Susa (25) , Bayu (25), Dian (26) dan Mukadir (47) masih belum ditemukan.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Mutasi Polda Kalsel, 3 Direktur dan 4 Kapolres Berganti
apahabar.com

Kalsel

Ibnu Sina dan PDAM Bandarmasih Prank Seorang Warga Pengambangan
apahabar.com

Kalsel

Pilkada 2020, KPU Kalsel Petakan Partisipasi Pemilih
apahabar.com

Kalsel

Pria Bersenpi, Peneror Penjaga Hutan di Kotabaru Akhirnya Tertangkap
apahabar.com

Kalsel

Mesum Pelajar Banjarmasin, Psikolog Harap Efek Jera Tak Kucilkan Pelaku
apahabar.com

Kalsel

“Urang” Banjar Peduli Uighur, Desak Pemerintah Ambil Sikap

Infografis

PSBB Banjarmasin Berlaku Hari ini, Jamaah Tabligh Ikut Anjuran Pemerintah – INFOGRAFIS

Kalsel

Tabrakan Horor di Kotabaru, Pemotor Tewas Seketika
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com