Ganti Rugi Lahan HSS, Perusahaan Sawit PT SAM Mangkir Saat Mediasi Aglomerasi Banjar Bakula Ditiadakan, Banjarbaru Mulai Sekat Pemudik! Khotbah Tak Boleh Lewat 10 Menit, Tabalong Resmi Larang Takbir Keliling Dinonaktifkan KPK Saat Tangani Kasus Besar, Novel Siapkan Perlawanan  Tegas, Kapolda Kalteng Minta Anak Buahnya Larang Mudik di Kapuas

Pemodal Resmi Tersangka, 7 Penambang di Pangkut Kalteng Masih Tertimbun Longsor

- Apahabar.com Minggu, 22 November 2020 - 18:13 WIB

Pemodal Resmi Tersangka, 7 Penambang di Pangkut Kalteng Masih Tertimbun Longsor

Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Devy Firmansyah didampingi Kasatreskrim AKP Rendra Aditya Dani memberikan keterangan pers terkait penanganan kasus longsor yang menimbun sepuluh pekerja tambang di Pangkalan Bun, Minggu (22/11). Foto: Antara

apahabar.com, PANGKALAN BUN – Jumlah tersangka dalam insiden tewasnya 10 penambang di Pangkut, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (Kobar Kalteng) bertambah satu orang. Inisialnya R.

Tersangka R memodali 10 penambang nahas tersebut. Ia sekaligus pemilik lahan.

“R sekaligus yang memodali aktivitas penambangan secara ilegal yang menimbulkan longsor dan menimbun sepuluh orang pekerja tambang tersebut,” kata Kapolres Kobar AKBP Devy Firmansyah, Minggu (22/11) dilansir Antara.

Tersangka R adalah warga Desa Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Sebelumnya polisi juga telah menetapkan H (28). Tersangka H penanggung jawab atau kepala rombongan pekerja.

Devi menjelaskan R menyiapkan lahan sekaligus memberikan modal kepada tersangka H untuk dipergunakan membeli peralatan pertambangan sekaligus untuk kebutuhan sehari-hari para pekerja tambang.

Kemudian tersangka H berkewajiban memberikan hasil pertambangan berupa emas kepada tersangka R melalui orang kepercayaannya untuk dijual.

Hasil penjualannya setelah dikurangi biaya operasional serta utang atau bon para pekerja, baru sisanya dibagi rata.

Atas keterlibatannya tersebut, tersangka R dikenakan Pasal 158 junto pasal 35 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas undang-undang Republik Indonesia nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara.

“Dengan ancaman kurungan penjara selama lima tahun dan denda paling banyak seratus miliar rupiah,” tegas Devi.

Sebagai pengingat, sepuluh pekerja tambang tertimbun longsor pada Kamis (19/11) sekitar pukul 11.30 WIB di wilayah Sei Seribu Kelurahan Pangkut Kecamatan Arut Utara, Kobar.

Sampai hari ini, baru tiga korban yang berhasil ditemukan oleh tim gabungan yang melakukan pencarian.

Ketiga korban tersebut adalah Yuda (24) asal Desa Salofa Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, kemudian Rana Solihat (20) asal Desa Cikeusal Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, dan Nurhidayat (28) asal Desa Salofa Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat.

Sementara itu tujuh korban lainnya yaitu, Tatan (30), Muharom (22), Reza (20), Susa (25) , Bayu (25), Dian (26) dan Mukadir (47) masih belum ditemukan.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

bocah

Kalsel

Kritis! Bocah 8 Tahun Korban Tabrak Lari di Tapin Butuh Donasi
apahabar.com

Kalsel

Jelang HUT PMI ke-70, Duta Mall Banjarmasin Gelar Baksos Donor Darah
Bawaslu

Kalsel

Masa Tenang, Bawaslu Tapin Tertibkan 279 APK 2 Cagub Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Harapkan Kemajuan Olahraga di Kalsel, FKIP UNISKA Gelar Kuliah Umum
Jokowi

Kalsel

Puluhan Penjaga Pak Jokowi Tiba di Kalsel, Bawa Ransus Marcedes hingga Motor Goldwing
kapolda

Kalsel

Akhiri Masa Jabatan, Kapolda Kalsel Pamit ke Imam Mushalla Ar Raudhah Sekumpul
apahabar.com

Kalsel

Gelar SOTR, BPK Banjarmasin Berupaya Ubah Stigma Masyarakat
Polres Tabalong

Kalsel

Polres Tabalong Bongkar 83 Kasus Narkoba Sepanjang 2020, Ratusan Pelaku Diamankan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com