Mahasiswanya Positif Covid-19, Kampus FISIP ULM Banjarmasin Lockdown Selama Sepekan Larang Anggota Fraksi ke Luar Daerah, Golkar Targetkan Kemenangan BirinMu 70 Persen Sembuh dari Covid-19, Sugianto Hadir di Kampanye Penutup Jelang Pencoblosan, Ratusan Anggota Fraksi Golkar Se-Kalsel Siap Awasi Money Politics Aduuuuuuuuuh ai, Viral Bocah di Tapin Ngamuk-Buang Motor Saat Ditilang Polisi

Penyebab Banjir di Tapin, Intensitas Hujan atau Kerusakan Lingkungan?

- Apahabar.com Senin, 2 November 2020 - 22:38 WIB

Penyebab Banjir di Tapin, Intensitas Hujan atau Kerusakan Lingkungan?

Banjir di Tapin menyebabkan ratusan warga terdampak. Foto-Istimewa

apahabar.com, RANTAU – Tak ada yang memprediksi bencana banjir terjadi di Kabupaten Tapin.

Banjir yang melanda Kecamatan Lokpaikat dan Tapin Utara menyebabkan 428 jiwa terdampak hingga jalan lintas nasional di sepanjang Jalan Brigjend H Hasan Basry Kecamatan Lokpaikat terendam banjir. Aktivitas warga pun terganggu.

Aktivis lingkungan asal Tapin,
Muhammad Jefry Raharja, memberikan gambaran umum tentang banjir itu.

“Bahwasanya memang perubahan bentang alam dapat memicu bencana ekologis. Terlebih rentetan fenomena alam itu tidak jauh dari efek perubahan iklim yang jadi permasalahan dunia saat ini,” ujar mantan Mapala Apache itu.

Pria berambut gimbal itu mengatakan peningkatan suhu yang sangat drastis akan menambah potensi terjadinya bencana.

“Apalagi kini separuh Kalsel juga terbebani industri ekstraktif. Tapin sendiri wilayahnya dibebani tambang batu bara dan kebun monokultur sawit yang menambah potensi bencana ekologis semakin tinggi,” ujarnya.

Kepala PUPR Tapin, Yustan Azidin menilai adanya kemungkinan rusaknya bentang alam yang menjadi penyebab banjir.

“Kita tidak bisa mengatakan langsung bahwa itu disebabkan pendangkalan sungai. Sekarang kita lihat hulunya ada apa di sana? Ada kegiatan apa di hulunya? Entah ada tambang, entah ada apa kan tidak tahu,” ucapnya di ruang kerjanya, Senin, (2/11).

Ia sendiri tidak yakin jika banjir disebabkan intensitas hujan yang tinggi. Sebab saat banjir, aliran Sungai Tapin dalam kondisi normal.

“Apabila itu akibat intensitas hujan, seharusnya aliran Sungai Tapin meluap dan merendam daerah seperti Salak, Rantau Baru, Kelurahan Kupang, yang biasanya menjadi kiriman air,” ujarnya.

Sementara terkait adanya dugaan pelanggaran aktivitas pertambangan, ia mengatakan itu adalah wewenang ESDM Kalsel. Namun apabila penyebab banjir adalah pendangkalan sungai ia siap menjalankan program normalisasi sungai.

Berdasarkan penelusuran apahabar.com melalui citra satelit, jarak perkampungan dengan lokasi pertambangan hanya berkisar antara 3 sampai 6 kilometer, khususnya di Kecamatan Lokpaikat.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Dipolisikan, Eks Kasat Pol PP Tanggapi Santai Laporan APPSI Kalsel
apahabar.com

Kalsel

DPRD Kalsel Tunggu Arahan Kementerian Luar Negeri
apahabar.com

Kalsel

Terbitkan SK ‘Siluman’, Kepala BKPPD Kotabaru Menunggu Nasib
apahabar.com

Kalsel

Wujudkan Pelayanan Terbaik, Satlantas Polres Tanbu Teken Pakta Integritas
apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Kerumunan Massa di Pilkada 2020, Bawaslu Banjarbaru Godok Pokja Gabungan
apahabar.com

Kalsel

Warga Berharap Pemerintah Bantu Kembangkan Danau Seran
apahabar.com

Kalsel

Tragedi Sungai Andai: Usai Membunuh, Arrafiq Ucap Istighfar
apahabar.com

Kalsel

Satlantas Polres Batola Sosialisasi Pelayanan Samsat Selama Pandemi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com