Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

PERDANA! Kalsel Ekspor 1,5 Ton Belut Amuntai ke Cina

- Apahabar.com Rabu, 18 November 2020 - 18:55 WIB

PERDANA! Kalsel Ekspor 1,5 Ton Belut Amuntai ke Cina

Harga jual belut asal Amuntai di negara tujuan menyentuh angka Rp100 ribu per kilogram atau tiga kali lipat dari harga beli. Foto : Disdag Kalsel for apahabar.com

apahabar.com, BANJARBARU – Kalimantan Selatan akhirnya melakukan ekspor perdana komoditi belut dengan tujuan negara Cina.

Sebanyak 1,5 ton belut hidup dikirim melalui jalur udara di Bandara Internasional Syamsuddin Noor Banjarbaru, Rabu (18/11) sore.

“Belut Kalsel ini menurut eksportirnya, termasuk belut yang terbaik di Indonesia. Dia punya daya tahan yang kuat,” ungkap Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kalsel, Birhasani, dihubungi apahabar.com.

Jenis belut sawah yang diekspor merupakan hasil tangkapan liar para petani di kawasan Hulu Sungai, salah satunya di Amuntai.

Binatang yang kerap ditemukan di sawah dan rawa ini dinilai memiliki kandungan protein yang tinggi, serta menjadi makanan kesukaan warga Asia.

“Selain dagingnya enak, daya tahannya juga kuat. Cina biasanya musim dingin sukanya makan Belut. Kami yakini ekspor ini akan berlanjut,” ujarnya

Diungkapkannya, permintaan Cina terhadap belut Kalsel sebenarnya sebanyak 3 ton.

Sehingga, pengiriman dilakukan secara bertahap melalui jalur udara. Belut sawah yang diekspor mampu bertahan hingga 4 jam selama perjalanan.

“Secara bertahap 1,5 ton dulu, nanti berikutnya sesuai permintaan,” lanjutnya

Menurut Birhasani, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan budidaya belut sawah dalam waktu ke depan. Mengingat permintaan pasar ekspor terhadap komoditi ini cukup tinggi.

“Kita akan lihat kondisinya dan permintaan berikutnya, kalau besar tentunya akan dilakukan budidaya. Karena harus diuji coba dulu dari segi gizi dan lainnya,” bebernya

Launching pengiriman eksportir perdana komoditi belut hidup juga dihadiri oleh Plt Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kalsel, Muhammad Fadheli, Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Bea Cukai, PT Garuda Indonesia, serta jajaran PT Angkasa Pura.

“Kita perlu sinergitas untuk mendukung, baik segi transportasi, pengujian, penelitian, serta kelayakan komoditi yang diekspor nanti,” imbuhnya

Sementara itu, Faisal selaku pengelola CV. 3A sebagai eksportir membeli belut sawah dari para petani dengan harga sekitar Rp30 ribu per kilogram. Sementara harga jual di negara tujuan menyentuh angka Rp100 ribu per kilogram.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Jokowi Targetkan Kilang Petrokimia TPPI Selesai 3 Tahun
apahabar.com

Ekbis

Penyaluran Pupuk Subsidi di Kalimantan Selatan Sudah 50 Persen
apahabar.com

Ekbis

IHSG Dibuka Menguat, Ditopang Kenaikan Wall Street dan Bursa Asia
apahabar.com

Ekbis

Kesadaran Masyarakat akan Keamanan Siber Masih Kurang
apahabar.com

Ekbis

Akibat Corona, Pertumbuhan Global Kuartal I 2020 Bakal Terpukul
apahabar.com

Ekbis

Korban Perang Dagang AS-China, Harga Minyak di Asia Turun
apahabar.com

Ekbis

Wacana Subsidi LPG 3 Kg Dicabut, Nadjmi: Harus Ada Pola Pengganti
apahabar.com

Ekbis

Suku Bunga Turun, Repnas Dukung Jokowi-Ma’ruf
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com