Mahasiswanya Positif Covid-19, Kampus FISIP ULM Banjarmasin Lockdown Selama Sepekan Larang Anggota Fraksi ke Luar Daerah, Golkar Targetkan Kemenangan BirinMu 70 Persen Sembuh dari Covid-19, Sugianto Hadir di Kampanye Penutup Jelang Pencoblosan, Ratusan Anggota Fraksi Golkar Se-Kalsel Siap Awasi Money Politics Aduuuuuuuuuh ai, Viral Bocah di Tapin Ngamuk-Buang Motor Saat Ditilang Polisi

Pilbup HST 2020: Tim Sabil Laporkan Dugaan Pelanggaran Kampanye ke Bawaslu

- Apahabar.com Selasa, 3 November 2020 - 08:37 WIB

Pilbup HST 2020: Tim Sabil Laporkan Dugaan Pelanggaran Kampanye ke Bawaslu

Ketua Tim Kampanye Sabil, Abdul Rahman menggandeng advokat ke Bawaslu HST di Jalan H Moh Syarkawi Gang Muhajirin 3./Foto-apahabar.com/Lazuardi

apahabar.com, BARABAI – Dugaan video black campaign (kampanye hitam) yang beredar melalui media sosial berbuntut pelaporan tim paslon bupati dan wakil bupati Hulu Sungai Tengah (HST) nomor urut 4, Saban-Abdillah (Sabil).

Tim ini melaporkan adanya pelanggaran kampanye yang diduga dilakukan salah satu tim pemenangan paslon nomor urut 3 Aulia-Mansyah (AMAN).

Ketua Tim Kampanye Sabil, Abdul Rahman AZ menyodorkan surat laporan dan alat bukti berupa 2 file rekaman video kampanye yang diduga diakukan oleh tim pemenangan paslon 3 itu ke Bawaslu.

Pihaknya menggandeng 2 advokat, Nazmaniah Imberan dan Akhmad Gazali Noor untuk melaporkan dugaan itu ke Bawaslu HST, Senin (2/11) sore.

“Mewakili kawan-kawan di Posko Sabil, saya melaporkan video yang terjadi (diambil-red) pada 28 Oktober di SDN 4 Barikin (Kecamatan Haruyan) yang kami dapatkan laporannya dari posko (pemenangan Sabil) di kecamatan,” kata Rahman usai proses pemeriksaan bukti dari pihak Bawaslu hingga malam.

Dalam video berdurasi 7 menit 12 detik itu, Rahman menjelaskan, salah satu tim pemenangan nomor urut 3 yang diduga dilakukan Saidinor, mengandung ujaran kebencian dan pencemaran nama baik.

Hal itu mengacu pada video menit ke 2:23-3:00. Sosok orang yang mengenakan peci hitam berkacamata dan menggunakan baju batik, menyindir salah satu paslon dari kalangan habib.

Pria yang tengah berorasi itu meminta warga yang hadir dalam salah satu ruangan yang diduga milik negara tersebut agar melihat silsilah dari habib itu sendiri.

Pria tersebut menyebut “… Bekas pegawai bank jua, bubuhan riba jua sekalinya. …”. Namun tudingan tersebut tidak jelas ditujukan kepada siapa.

Yang jelas, salah satu paslon Pilbup HST memang ada dari kalangan habib. Yakni duet Saban atau calon wakil bupatinya.

“Kami keberatan dengan pernyataan yang dilayangkannya itu,” kata Rahman.

Dalam laporannya, Rahman juga menyoroti penggunaan fasilitas negara yang dipakai tim pemenangan AMAN. Selain itu, dia juga menyoroti aturan netralitas seorang ASN.

“Di tempat itu (sekolahan), kepala sekolah ikut berkampanye,” ujar Rahman.

Dia berharap proses mengenai laporan tersebut bisa berjalan di Bawaslu.

“Pada intinya kami berharap Pilkada 2020 di HST berjalan kondusif tidak ada riak-riak yang menimbulkan hal yang tak inginkan. Kami berusaha taat hukum,” tutup Rahman.

Sementara itu, selaku tim hukum paslon Sabil, Nazmaniah menyebut, pihaknya menghendaki Pilkada di HST dalam suasana damai tanpa hujat-menghujat agar pesta demokrasi bermakna. Bukan hanya sekedar menjalankan demokrasi.

Mengenai pelanggaran, kata Nazmaniah, pihaknya mengupayakan dengan bukti yang ada serta mengupayakan kelengkapan yang diminta Bawaslu.

“Kita tunggu saja bagaimana nanti. Tapi kami mengusahakan sesuai dengan laporan dan bukti yang dimiliki tadi,” tutup Nazmaniah.

Mengenai adanya pelanggaran kampanye yang diduga dilakukan tim paslon 3, Divisi Hukum Penindakan pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu HST, Ahmad Zulfadhli sudah menerima laporan dari Tim Paslon Sabil.

Sebelumnya, mengenai dugaan video kampanye hitam yang beredar, kata Zulfadhli, pihaknya sudah melakukan penelusuran.

Ditambah dengan adanya laporan dari Tim Sabil, disinyalir dapat mempermudah menangani dugaan pelanggaran kampanye tersebut.

“Ini akan kami bahas bersama. Kami melakukan pengkajian bahan laporan dulu. Apakah sudah terpenuhi unsur materil dan formilnya. Kalau ada indikasi, kita lanjutkan ke Gakkumdu,” tutup Zulfadhli.

Menanggapi hal tersebut, LO paslon nomor urut 3, Saidinor dikonfirmasi apahabar.com, belum mengetahu ihwal pelaporan tersebut. Dia belum mengetahui apa motif dari pelaporan yang dilayangkan tim Sabil.

Setelah tahu bahwa yang dilaporkan tersebut mengenai video yang beredar hingga ramai dibahas itu, dia meminta pelapor untuk mengkaji laporan yang dilayangkan ke Bawaslu.

“Silahkan kaji dulu. Jangan sampai jadi bom bunuh diri untuk pelapor,” terang Saidinor melalui pesan WhatsApp, Senin (2/11) malam.

Sebelumnya diberitan media ini, sebuah video diduga kampanye hitam beredar di media sosial hingga menjadi pusat perhatian masyarakat dan ramai dibicarakan.

Sosok pria memaki peci hitam, berkacamata dan memakai baju batik melayangkan pernyataan kontroversi kepada masyarakat yang hadir pada sebuah ruangan yang diduga dalam suatu gedung milik instansi pemerintahan.

Dalam video berdurasi 7 menit 12 detik, pria berpeci hitam itu membawa-bawa nama bupati terdahulu. Nama bupati ini dikaitkan pria tadi dengan bantuan sosial pada 2018 lalu yang pernah diklaimnya sebagai bupati.

Pria ini juga melayangkan pernyataan yang kontrovesi terhadap para paslon lain yang nama paslonnya memang tidak disebutkan secara gamblang. Ada porsinya di antara paslon masing-masing.

Di HST sendiri ada 5 paslon yang siap bertarung pada Pilbup 2020 ini. Yakni Paslon nomor urut 1 Faqih-Yazid, nomor urut 2 Tamzil-Ilham, nomor urut 3 Aulia-Mansyah, nomor urut 4 Saban-Abdillah dan nomor urut 5 Berry-Pahrijani

Gambaran negatif terhadap mereka atau sosok para paslon pun dilayangkan kepada warga yang hadir dalam ruangan itu. Misalnya, ada paslon yang didukung pengusaha tambang, berlatar belakang dari kalangan habaib dan penceramah yang pernah memakai ‘gelang putih’ alias borgol.

Mengenai video yang ramai diperbincangkan ini, Ketua Bawaslu HST, Meilinasari menyebut pihaknya sedang melakukan penelusuran.

“Mengenai video itu sudah kami ketahui dan tengah kami tindak lanjuti,” kata Mailinasari saat dihubungi awak media melalui pesan WhatsApp, Jumat, (30/10).

Mailinasari menegaskan jika hasil penelusuran sudah selesai akan diinformasikan.

“Mohon bersabar nanti ada informasi selanjutnya. Kami akan konsentrasi terhadap penanganan dugaan pelanggaran tersebut,” tutup Mailinasari.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Oknum Pejabat Terseret Pencabulan, Wali Kota Banjarmasin Buka Suara
apahabar.com

Kalsel

Gelar Rakor, Ini Arahan Kapolda Kalsel Kapada Jajaran
apahabar.com

Kalsel

Harga Karet Anjlok, Petani Karet di Balangan Budidayakan Cabai
apahabar.com

Kalsel

Percepat Reformasi Birokrasi, Kemenpan RB Adakan Workshop di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Mengenal Yuniati Karlina, Perancang Motif Sasirangan Batola
apahabar.com

Kalsel

Respon Cepat Polda Soal Zona Hitam di Kelurahan Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Penggerebekan di Banjarbaru, Polisi Tangkap Pembobol ATM di Pelaihari
apahabar.com

Kalsel

Pimpin Apel Pagi Satker Dit Lantas, Kapolda Kalsel Tekankan Tentang Soliditas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com