Misteri 2 Bocah Dibunuh Ibu Depresi di Benawa HST, Saksi Kunci Buka Suara! Oknum Simpatisan Terjerat Sabu di Kotabaru, FPI Bantah Anggotanya Cabuli Murid, Oknum Guru Olahraga di SD Banjarbaru Langsung Dipecat! Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut Laporan Denny Rontok di Bawaslu Pusat, Tim BirinMu Endus Motif Lain

Pilkada Kalsel: Jangan Mengulang Perpecahan Cebong dan Kampret di Pilpres 2019

- Apahabar.com Rabu, 11 November 2020 - 17:30 WIB

Pilkada Kalsel: Jangan Mengulang Perpecahan Cebong dan Kampret di Pilpres 2019

Presidium Relawan KulaKita Laily. Foto-apahabar.com/M Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Puncak Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Kalimantan Selatan (Kalsel) 2020 digelar 9 Desember.

Hiruk-pikuk dan aroma pertarungan terasa sangat jelas di berbagai daerah yang melakukan perhelatan Pilkada 2020.

Tidak terkecuali di Kalsel, Khususnya pemilihan gubernur dan wakil gubernur yang beberapa hari terakhir menunjukan tensi yang memanas.

Terutama, terkait pemberitaan laporan dugaan pelanggaran Pemilu yang ditujukan kepada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel nomor urut 1, Sahbirin – Muhidin (BirinMu).

Meskipun, Bawaslu Kalsel beberapa kali telah mengugurkan sejumlah laporan dugaan pelanggaran pemilu tersebut.

Mengenai memanasnya tensi politik ini, Presidium Relawan KulaKita Laily mengatakan terdapat kekhawatiran akan terjadinya gesekan dan perpecahan antarpendukung apabila masyarakat terus dipertontonkan dengan pemberitaan lapor melapor kepada pihak yang berwenang.

“Terdapat satu kekhawatiran jika terus dipertontonkan dengan lapor melapor seperti ini,” ucap Laily kepada apahabar.com di Banjarmasin, Rabu (11/11) siang.

Di satu sisi, pendukung nomor urut 1 BirinMu merasa tim paslon nomor urut 2 H2D sedang berusaha menjegal keikutsertaan cagub dan cawagub dukungannya.

Sebaliknya, pendukung paslon nomor urut 2 merasa paslon nomor urut 1 benar-benar melakukan kesalahan.

“Dan, yang lebih parah adalah menganggap ketidaknetralan penyelenggara Pemilu. Sehingga bisa jadi ketidakpercayaan ini nantinya akan menanamkan kebencian satu sama lain termasuk kepada penyelenggara pemilu,” katanya.

Berkaca dari Pilpres 2019 kemarin, sambung dia, di mana perpecahan masih melekat di sebagian kalangan masyarakat.

“Meskipun melaporkan dugaan pelanggaran pemilu sebagai kontestan merupakan hak konstitusional warga negara,” jelasnya.

Walaupun di kalangan elite sudah berjalan bersama saat Prabowo Subianto masuk Kabinet Presiden Joko Widodo.

Namun yang harus diingat, tambah dia, perpecahan antara cebong dan kampret harus diakui masih ada sampai sekarang.

Ia mengingatkan, jangan sampai perpecahan Pilpres 2019 terulang kembali di Pilgub Kalsel 2020.

“Di saat sesaat elite mempertontonkan pertunjukan yang jauh dari kearifan lokal masyarakat Banua yang bersatu dan menjunjung persaudaraan ini. Hingga akhirnya hal – hal seperti ini akan merusak tatanan kerukunan masyarakat di Banua,” pungkasnya.

Editor: Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Syafruddin H Maming ke Desa Bersujud Tanbu, Emak-emak Sambut Antusias: Ternyata Ganteng
apahabar.com

Politik

Tak Cuma Petahana, Akademisi Juga Nyalon di Pilbup Kotabaru
apahabar.com

Politik

Pilgub Kalsel 2020, Uji Nyali Deny Indrayana Tantang Paman Birin
apahabar.com

Politik

Dua Tokoh Kabupaten Banjar Dampingi Andin-Guru Oton Daftar ke KPU
apahabar.com

Politik

Bawaslu Tanbu Lantik 30 Anggota Panwascam
apahabar.com

Politik

Amin Rais Diminta Mundur, Begini Alasan Pendiri PAN
apahabar.com

Politik

Diterima KPU, Mantan Sekda Kalsel Haris-Ilham Susun Langkah Menangi Pilwali Banjarmasin 2020
apahabar.com

Politik

Dekati Sejumlah Parpol, Pengusaha Wanita Asal Satui Ini Serius Maju di Pilkada Tanbu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com