Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Polda Kalsel Diminta Klarifikasi Status Tersangka Ahdiat dan Renaldi

- Apahabar.com Senin, 2 November 2020 - 13:49 WIB

Polda Kalsel Diminta Klarifikasi Status Tersangka Ahdiat dan Renaldi

Ahdiat Koordinator Wilayah BEM se-Kalsel saat berorasi dalam momen sumpah pemuda di bundaran Hotel A, Banjarmasin, Rabu (28/10). Foto-apahabar.com/Riyad Dahfi

apahabar.com, BANJARMASIN – Polda Kalsel diminta mengklarifikasi status tersangka Ahdiat Zairullah dan Muhammad Renaldi.

Hal itu guna memulihkan nama baik kedua mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin itu.

“Supaya juga tidak menimbulkan kesimpangsiuran di masyarakat, harapan kami diklarifikasi secara resmi,” ujar Muhammad Pazri selaku kuasa hukum mereka, Selasa (2/11).

Berdasarkan Pasal 1 angka 11 jo. Pasal 14 ayat (1) Perkap 12/2009, kata dia, prosedur penyelesaian perkara termasuk penyidikan dan penetapan tersangka, harus dilakukan secara profesional, proporsional dan transparan.

Supaya tidak ada potensi penyalahgunaan wewenang dan tidak bertendensi menjadikan seseorang menjadi tersangka.

Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel

“Sebab setelah kami konfirmasi ke klien setelah ditetapkan sebagai tersangka itu memunculkan pencemaran nama baik, harkat dan martabat dari klien kami dan keluarga besarnya,” ucap Pazri.

Dari simpang siur pemberitaan ada potensi pelanggaran terhadap hak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi sebagaimana Pasal 28G ayat (1) UUD 1945.

“Di pasal itu bunyinya: setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi,” imbuhnya.

Dijelaskan Pazri lebih jauh, permintaan klarifikasi ini bukan didasari atas rasa ketakutan dari klien-nya. Akan tetapi karena memang hak yang harus didapatkan oleh mereka.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Dibayangi Biarpet, Siswi di Tabalong Tetap Serius Ikuti Ujian Daring
apahabar.com

Kalsel

Polda Kalsel Kirim 100 Personel Kawal Aksi Demonstrasi di Jakarta
apahabar.com

Kalsel

Kuota Haji Banjar 415 Orang, 334 CJH Sudah Lunasi Setoran
apahabar.com

Kalsel

Polres Balangan Tekan Tindak Pidana 4 Persen Selama 2019
apahabar.com

Kalsel

Polsek Mekarsari Ajak Warga Budayakan Memakai Masker
apahabar.com

Kalsel

Diskusi Media Forum Merdeka Barat Bahas Jumlah Penduduk Miskin di Kalsel Meningkat
apahabar.com

Kalsel

Menteri Satu Ini Rupanya Bercita-cita Jadi Wartawan
Seorang pemuda ngaku anggota Polri untuk curi hati wanita di Banjarmasin berhasil diamankan

Kalsel

Ngaku Anggota Polri Curi Hati Wanita, Seorang Pemuda di Banjarmasin Diamankan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com