Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Cerita Sukses Trader Forex Banjarmasin, Modal Rp 15 Juta Berangkatkan Umrah Keluarga 3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa?

Polda Kalsel Panggil Kembali Belasan Mahasiswa, Plus Direktur Walhi

- Apahabar.com Minggu, 1 November 2020 - 20:45 WIB

Polda Kalsel Panggil Kembali Belasan Mahasiswa, Plus Direktur Walhi

Pemanggilan sejumlah aktivis mahasiswa dan lingkungan dijadwalkan pihak Polda Kalsel, Senin (2/11) esok. Foto: Dok.apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Usai Ahdiat Zairullah dan Ahmad Renaldi, giliran12 mahasiswa lain menghadap penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel, Senin (2/11) esok.

Mereka dipanggil polisi terkait dugaan pelanggaran penyampaian pendapat di muka umum.

Juga sebagai buntut aksi unjuk rasa penolakan Undang-Undang Omnibus Law di Banjarmasin, 15 Oktober lalu.

Esok, belasan mahasiswa ini rencananya dipanggil mulai pukul 10.00 Wita. Namun tak hanya mereka yang dipanggil.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan (Walhi Kalsel), Kisworo Dwi Cahyono ikut terseret.

“Ada dua belas orang saksi, plus Walhi Kalsel,” ujar Kuasa Hukum terlapor Muhammad Pazri saat dikonfirmasi, Minggu, (1/11) petang.

Pemanggilan 12 Mahasiswa dan Direktur Walhi Kalsel Dinilai Janggal

Untuk Kisworo sudah melakukan koordinasi dengan pihaknya guna menyikapi pemanggilan esok.

“Kisworo sudah ada ke kantor hari Sabtu untuk koordinasi soal ini,” jelas Advokat muda dari Borneo Law Firm ini.

Lebih jauh, untuk hal yang diperkarakan pada Kisworo juga serupa dengan para mahasiswa.

Yakni dugaan pelanggaran Pasal 218 KUHPidana Jo UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat.

“Kisworo sama. Pasal-nya sama, sprindik-nya sama LP-nya juga sama,” beber Pazri.

Sayangnya, Kisworo sendiri masih belum merespons upaya konfirmasi apahabar.com.

Sementara Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Mochamad Rifa’i, saat dikonfirmasi terpisah, belum bisa memberikan tanggapan banyak.

“Belum ada informasi,” jawabnya melalui pesan singkat.

Namun terkait pemanggilan 12 mahasiswa dan aktivis lingkungan Rifai sudah pernah membenarkannya.

Pemanggilan, sebut dia, dilakukan untuk melengkapi keterangan penyidik atas laporan masyarakat sekitar lokasi demo di Jalan Lambung Mangkurat.

“Untuk mengambil keterangan tidak bisa sekali pemeriksaan,” ujar Rifai, Kamis (29/10) kemarin.

Senin lalu polisi juga memeriksa 16 mahasiswa termasuk Ahdiat Zairullah dan Ahmad Renaldi, pentolan massa aksi demonstrasi.

Serangkaian demonstrasi berlangsung di Banjarmasin merespons disahkannya UU Cipta Kerja oleh DPR RI, Sabtu 5 Oktober malam.

Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel

 

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Disdik Kota Jamin Tak Ada Siswa Numpang ke Sekolah Lain Saat UN SMP
apahabar.com

Kalsel

Ditinggal Antar Parcel, Sebuah Rumah di Sungai Andai Ludes Terbakar
Dokter Bertumbangan Lawan Covid-19, IDI Usulkan Penghargaan

Kalsel

Dokter Bertumbangan Lawan Covid-19, IDI Usulkan Penghargaan
apahabar.com

Kalsel

Dianggap Pantas Pimpin Tanah Bumbu, Bagaimana Respon Sulaiman Umar?
apahabar.com

Kalsel

BREAKING NEWS!!! Geger Temuan Jasad Laki Laki di Simpang Ulin
apahabar.com

Kalsel

Predator Bocah Tunagrahita di Bajuin Tala Akhirnya Ditangkap!
apahabar.com

Kalsel

Dandim Martapura Ajak Warga Kibarkan Bendera Merah Putih Selama Bulan Agustus
apahabar.com

Kalsel

Cabai Rawit Hiyung Tapin Bakal Dipamerkan di Rakernas PDIP
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com