Fantastik! Pemkot Banjarmasin Bekali 52 Lurah Motor Listrik Total Rp 1,79 M di Tengah Pandemi Film James Bond ‘No Time To Die’ Tayang di Bioskop, Daniel Craig Antusias Besok, BPP HIPMI Gelar Vaksinasi di Pulau Laut Kotabaru UU Cipta Kerja Paksa Puluhan Perda Banjarmasin Harus Direvisi Bahkan Dicabut Bravo! Satresnarkoba Polres Tanbu Tangkap Bandar Narkotika, Kiloan Sabu dan Ratusan Ekstasi Diamankan

Polda Kalsel Tetap Panggil 12 Mahasiswa dan Direktur Walhi

- Apahabar.com     Senin, 2 November 2020 - 19:52 WITA

Polda Kalsel Tetap Panggil 12 Mahasiswa dan Direktur Walhi

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Mochamad Rifa'i. Foto-istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) tak bergeming dan tetap memanggil 12 mahasiswa dan Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono.

Polda Kalsel tetap melakukannya meski surat pemanggilan sebagai saksi sempat dikembalikan para aktivis karena diduga cacat formil dan pemanggilan urung dipenuhi.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Mochamad Rifa’i mengatakan, pemanggilan 12 mahasiswa dan Direktur Walhi Kalsel Kisworo Dwi Cahyono akan tetap dilakukan.

“Ya kami ulang lagi nggak ada masalah. (surat pemanggilan) lagi diperbaiki,” ujar Rifa’i saat dikonfirmasi terkait pengembalian surat panggilan yang dilakukan para aktivis tadi pagi, Selasa (2/11).

Rifa’i mengakui, memang telah terjadi kesalahan penulisan dalam surat pemanggilan. “Ada kesalahan penulisan, itu aja. Mereka tak terima,” katanya.

Selain itu, dia menjelaskan dari 12 orang yang dipanggil, beberapa di antaranya termasuk 16 orang yang sebelumnya dipanggil.

“Yang 12 itu ada yang masuk 16, ada juga yang baru. Kan ada Walhi juga itu,” jelasnya.

Disinggung soal, adanya tuntutan Muhammad Pazri, selaku Pendamping Hukum Ahdiat dan Renaldi agar Polda Kalsel memberikan klarifikasi soal status tersangka, Rifa’i hanya mengatakan bahwa kasus ini masih berproses.

Tak Hadir, Aktivis Klaim Bukan Mangkir dari Panggilan Polda Kalsel

“Kan masih berproses semua. Sudah dalam tahap penyidikan. Kan sudah ada SPDP-nya. Dari pihak PH (pendamping hukum) nya kan menyampaikan,” imbuhnya.

Lebih jauh, Rifa’i mengatakan, hingga saat ini proses penyidikan untuk Ahdiat dan Renaldi hingga saat ini masih berlanjut. “Makanya dipanggil ulang untuk pemeriksaan kan diperlukan,” tukasnya.

Seperti diketahui, 12 mahasiswa dan Dirut Walhi Kisworo Dwi Cahyono sejatinya memenuhi panggilan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel, Rabu (02/11) pukul 10.00 WITA.

Mereka hendak dimintai keterangan atas dugaan pelanggaran penyampaian pendapat di muka umum.

Dugaan pelanggaran dimaksud buntut aksi unjuk rasa penolakan Undang-Undang Omnibus Law di Banjarmasin yang digelar hingga dini hari pada 15 Oktober lalu.

Demonstrasi digelar di Jalan Lambung Mangkurat, Kota Banjarmasin dengan diikuti ribuan massa aksi.

Sebenarnya demonstrasi dilakukan sebanyak tiga kali. Namun menurut klaim polisi, hanya unjuk rasa yang digelar pada 15 Oktober itu diproses hukum berdasarkan laporan warga. Sayang, hingga kini polisi tak kunjung membuka sosok pelapor.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

SPBU

Kalsel

Kasus Mobilio Terbakar di SPBU Sungai Rangas Jalan di Tempat
Gunung Sari

Banjarmasin

Antar Sabu, Warga Gunung Sari Banjarmasin Ditangkap Polisi
Satu Mahasiswa ODP, ULM Perpanjang Kuliah Online

Kalsel

Satu Mahasiswa ODP, ULM Perpanjang Kuliah Online  
apahabar.com

Kalsel

Dukung Adaptasi Kesiapan Baru, Polresta Banjarmasin Gelar Patroli Malam
apahabar.com

Kalsel

Polres HST Bagi-bagi Sembako di Ponpes dan Panti Asuhan

Kalsel

Tak Dapat BBM Besubsidi, Ribuan Nelayan Kotabaru Tidak Melaut
apahabar.com

Kalsel

Guru Khalil Jadi Khatib Salat Iduladha di Masjid Al Karomah
apahabar.com

Kalsel

Raperda Retribusi Jasa Usaha, Fraksi PPP : Jangan Patok Tarif Terlalu Tinggi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com