3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Polisi: Tersangka Kebakaran Kejagung Bertambah 3 Orang

- Apahabar.com Jumat, 13 November 2020 - 17:37 WIB

Polisi: Tersangka Kebakaran Kejagung Bertambah 3 Orang

Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono didampingi Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo saat konferensi pers di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (13/11/2020). Foto-Antara/Anita Permata Dewi

apahabar.com, JAKARTA – Penyidik gabungan Polri menetapkan 3 tersangka baru dalam kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung.

Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan ketiga tersangka tersebut di antaranya peminjam bendera PT APM dan perusahaan pengadaan pembersih lantai Top Cleaner dan alumunium composite panel (ACP).

“Tersangkanya yang saat ini berkaitan ACP akseleran yang mudah terbakar sehingga kami tadi melakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka baru. Penyidik menetapkan tiga tersangka yaitu inisial MD, J, dan IS,” kata Irjen Argo di kantor Bareskrim Polri, Jakarta, seperti dilansir Antara, Jumat (13/11).

Argo menjelaskan tersangka MD perannya sebagai peminjam nama perusahaan cleaning service PT APM dan memerintahkan membeli minyak lobi merek Top Cleaner.

Tersangka J perannya tidak melakukan survei kondisi gedung dan tidak berpengalaman sebagai konsultan perencana alumunium composite panel (ACP).

Kemudian tersangka IS perannya menunjuk PT IN sebagai konsultan perencana yang tidak memiliki pengalaman.

Ketiga tersangka dikenakan Pasal 188 KUHP juncto Pasal 55 huruf 1 ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun.

Berdasarkan keterangan ahli kebakaran dari Universitas Indonesia (UI) Prof. Yulianto, ACP turut menjadi salah satu penyebab api dengan mudah menjalar ke bagian lain gedung saat kejadian.

Sebelumnya, dalam kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung, penyidik Polri telah menetapkan delapan orang menjadi tersangka dengan inisial S, H, T, K, IS, UAM, RS dan NH.

Tersangka S, H, T dan K adalah tukang bangunan, IS adalah tukang wallpaper, UAM merupakan mandor.

Sementara RS adalah Direktur PT APM yang memproduksi cairan pembersih Top Cleaner. Terakhir, tersangka NH sebagai Kasubbag Sarpras dan pejabat pembuat komitmen (PPK) Kejaksaan Agung.

Tak hanya itu, polisi juga menemukan fakta bahwa cairan pembersih tersebut tidak memiliki izin edar.

Adapun dalam penetapan tersangka tersebut polisi menyatakan tidak menemukan unsur kesengajaan atau karena kealpaan.

Penyebab terjadinya kebakaran karena lima orang tukang telah lalai merokok di ruang Aula Biro Kepegawaian lantai 6 Gedung Utama Kejaksaan Agung.

Saat itu, mereka sedang memperbaiki ruangan tapi sambil merokok padahal ada bahan-bahan yang mudah terbakar seperti lem, tinner, kertas, karpet dan lainnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

KLHK Segel 2 Lokasi Kebakaran Lahan Perusahaan di Kalteng
apahabar.com

Nasional

Diwarnai Rentetan Tembakan, Puluhan Anggota Kelompok John Kei Ditangkap
apahabar.com

Nasional

Belasan Anak Panti Asuhan di Kabupaten Banjar Positif Covid-19
apahabar.com

Nasional

Asyik! RUU Cipta Kerja Bolehkan Karyawan Nikahi Teman Sekantor
apahabar.com

Nasional

Tak Gentar, Sultan Khairul Saleh Pilih Setia ke Prabowo-Sandi
apahabar.com

Nasional

Korban Tewas Akibat Virus Corona Capai 106 Orang, 4 Ribu Pasien Dirawat di China
apahabar.com

Nasional

PGI Imbau Semua Pihak Hentikan Segala Bentuk Provokasi
apahabar.com

Nasional

Diduga karena Covid-19, Seorang Dokter asal Barito Utara Meninggal di Surabaya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com