Selamat! bank bjb Raih Penghargaan Prestisius di Indonesia Financial Top Leader Award 2021 “Ritual Panggil Datu”, Siswa Hilang di Sungai Martapura Disebut Terjebak Detik-Detik Pembunuhan Brutal di Gambah HST, Korban Asyik Cabut Uban Mapolsek BAS HST Gempar! ODGJ Bawa Balok Ngamuk-Kejar Petugas Siap-Siap! Hasnur Mau Lepas Saham Perusahaan Kapalnya ke Publik

Polisi: Tersangka Kebakaran Kejagung Bertambah 3 Orang

- Apahabar.com     Jumat, 13 November 2020 - 17:37 WITA

Polisi: Tersangka Kebakaran Kejagung Bertambah 3 Orang

Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono didampingi Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo saat konferensi pers di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (13/11/2020). Foto-Antara/Anita Permata Dewi

apahabar.com, JAKARTA – Penyidik gabungan Polri menetapkan 3 tersangka baru dalam kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung.

Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan ketiga tersangka tersebut di antaranya peminjam bendera PT APM dan perusahaan pengadaan pembersih lantai Top Cleaner dan alumunium composite panel (ACP).

“Tersangkanya yang saat ini berkaitan ACP akseleran yang mudah terbakar sehingga kami tadi melakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka baru. Penyidik menetapkan tiga tersangka yaitu inisial MD, J, dan IS,” kata Irjen Argo di kantor Bareskrim Polri, Jakarta, seperti dilansir Antara, Jumat (13/11).

Argo menjelaskan tersangka MD perannya sebagai peminjam nama perusahaan cleaning service PT APM dan memerintahkan membeli minyak lobi merek Top Cleaner.

Tersangka J perannya tidak melakukan survei kondisi gedung dan tidak berpengalaman sebagai konsultan perencana alumunium composite panel (ACP).

Kemudian tersangka IS perannya menunjuk PT IN sebagai konsultan perencana yang tidak memiliki pengalaman.

Ketiga tersangka dikenakan Pasal 188 KUHP juncto Pasal 55 huruf 1 ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun.

Berdasarkan keterangan ahli kebakaran dari Universitas Indonesia (UI) Prof. Yulianto, ACP turut menjadi salah satu penyebab api dengan mudah menjalar ke bagian lain gedung saat kejadian.

Sebelumnya, dalam kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung, penyidik Polri telah menetapkan delapan orang menjadi tersangka dengan inisial S, H, T, K, IS, UAM, RS dan NH.

Tersangka S, H, T dan K adalah tukang bangunan, IS adalah tukang wallpaper, UAM merupakan mandor.

Sementara RS adalah Direktur PT APM yang memproduksi cairan pembersih Top Cleaner. Terakhir, tersangka NH sebagai Kasubbag Sarpras dan pejabat pembuat komitmen (PPK) Kejaksaan Agung.

Tak hanya itu, polisi juga menemukan fakta bahwa cairan pembersih tersebut tidak memiliki izin edar.

Adapun dalam penetapan tersangka tersebut polisi menyatakan tidak menemukan unsur kesengajaan atau karena kealpaan.

Penyebab terjadinya kebakaran karena lima orang tukang telah lalai merokok di ruang Aula Biro Kepegawaian lantai 6 Gedung Utama Kejaksaan Agung.

Saat itu, mereka sedang memperbaiki ruangan tapi sambil merokok padahal ada bahan-bahan yang mudah terbakar seperti lem, tinner, kertas, karpet dan lainnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Libur Panjang, Penerbangan Jakarta-Denpasar Rute Tersibuk
apahabar.com

Nasional

Lewat Youtube, Presiden Jokowi Umumkan Lokasi Ibu Kota Baru Hari Ini
apahabar.com

Nasional

Prabowo Subianto Disebut Tidak akan Hadir di Reuni 212
apahabar.com

Nasional

Desak Kemenag Gunakan Rupiah Untuk Haji 2019
apahabar.com

Nasional

Ketua Umum Apkasi Bangga Nasionalisme Warga Banyuwangi
apahabar.com

Nasional

Momen Bagus Datangkan Presiden Jokowi ke Banua
Pilkada Bandar Lampung

Nasional

MA Anulir Keputusan KPU Diskualifikasi Eva-Deddy di Pilkada Bandar Lampung
Anggota Kodim 1010/Rantau saat disuntik vaksin Covid-19 . Foto-Apahabar.com/Sandy

Nasional

Fatwa MUI Terkait Suntik Vaksin Covid-19 Saat Menjalani Puasa Ramadan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com