Perhatian! PT KPP Rantau Ngutang Pajak Alat Berat Rp 1,8 M Warung Jablay di HSS Meresahkan, MUI Ngadu ke DPRD Jelang Pencoblosan, Warga Kalsel Diimbau Jangan Telan Mentah-Mentah Berita Medsos Disbudpar Banjarmasin Rilis Dua Wisata Baru, Cek Lokasinya Otsus Jilid Dua, Semangat Baru Pembangunan Papua

Politikus Denmark Berencana Terbitkan Ulang Kartun yang Diduga Menghina Nabi

- Apahabar.com Minggu, 1 November 2020 - 18:02 WIB

Politikus Denmark Berencana Terbitkan Ulang Kartun yang Diduga Menghina Nabi

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, KOPENHAGEN – Partai sayap kanan Denmark mengumumkan kampanye untuk menerbitkan ulang kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad. Kartun tersebut ditunjukkan oleh seorang guru bahasa Prancis kepada siswa sebelum dibunuh.

“Pembunuhan Samuel Paty memicu kampanye, kami ingin menunjukkan dukungan kami untuk keluarganya dan untuk kebebasan berbicara,” ujar pemimpin Nye Borgerlige (The New Right), Pernille Vermund seperyii dilansir irham.id belum lama ini.

Partai anti-imigrasi ini meluncurkan penggalangan dana untuk menerbitkan iklan dengan gambar karaikatur yang diterbitkan Charlie

Hebdo di surat kabar Denmark. Kampanye tersebut pun diumumkan melalui situs partai tersebut.

Vermund mengatakan, tidak yakin tentang kemungkinan untuk menerbitkan gambar-gambar itu.

“Namun, sebagai seorang politisi, kewajiban saya adalah bahwa perkembangan masyarakat mengarah pada lebih banyak kebebasan berbicara, bukan berkurang,” katanya.

Editor tabloid Extrabladet, Poul Madsen, mengatakan hanya akan memutuskan iklan ketika telah melihatnya dan bukan sebelum pengajuan itu ada.

“Kami mengutuk terorisme Muslim dan 100 persen mendukung Prancis, pembunuhan dan kebebasan berbicara tetapi selalu dengan hati-hati memperhatikan karyawan kami dan mereka yang sangat rentan,” tulis Madsen di Twitter.

Kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad SAW diterbitkan pertama kali oleh harian Denmark Jyllands-Posten pada 2005. Peristiwa itu menyebabkan protes dan kemarahan yang meluas di antara banyak komunitas Muslim.

Kemudian media satir Prancis Charlie Hebdo menerbitkannya kembali pada 2006 untuk membela kebebasan berbicara. Pada 2015, surat kabar itu menjadi sasaran serangan milisi yang menewaskan 12 orang, di antaranya jurnalis dan kartunis.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Enam Mayat WNI di Pantai Johor Malaysia, Diduga Pekerja Ilegal
apahabar.com

Internasional

Tidak Menyesal, Ini Alasan Brenton Tarrant Tembaki Jamaah di Masjid Selandia Baru
apahabar.com

Internasional

AS Sebut 4 Media China Sebagai Alat Propaganda Partai Komunis
apahabar.com

Internasional

Covid-19 di AS dan Eropa Melonjak, Harga Minyak Anjlok 3%
apahabar.com

Internasional

Terinfeksi Covid-19, Presiden AS Donald Trump Karantina Mandiri
apahabar.com

Internasional

Jika Diganggu, Presiden China: Kami Tidak Takut Perang
apahabar.com

Internasional

Siap Balas Dendam, Iran Yakin Israel di Balik Pembunuhan Mohsen Fakhrizadeh
apahabar.com

Internasional

NASA Temukan Air di Permukaan Bulan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com