Bravo! Polresta Banjarmasin Gagalkan 135 Kg Sabu & Ratusan Gram Ganja Tuntutannya Dicuekin, PLN Kalsel-Teng Dilaporkan ke Disnaker! Kronologi Hilangnya Raysa, Gadis Kelua Tabalong yang Viral di Media Sosial Eks Sekretaris Baramarta Buka-bukaan: Nama Ajudan Eks Bupati hingga Oknum DPRD Terseret Kasus Oknum TNI Tembak Warga di Tanah Bumbu Masuk Babak Baru

Positif Covid-19, 13 Jemaah Indonesia Diupayakan Umrah Sebelum Pulang

- Apahabar.com Senin, 16 November 2020 - 19:16 WIB

Positif Covid-19, 13 Jemaah Indonesia Diupayakan Umrah Sebelum Pulang

Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – 13 jamaah umrah asal Indonesia yang positif Covid-19 diupayakan dapat berumrah sebelum pulang ke Tanah Air.
13 jemaah tersebut hingga kini belum melaksanaka ibadah umrah. Pemerintah Arab Saudi berkomitmen setelah selesai isolasi, mereka pasti diizinkan menunaikan umrah sebelum pulang.

“Kalau belum bisa pulang pasti dikasih kesempatan umrah dulu,” kata Sekjen Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia Ikhsan Fauzi Rahman saat dihubungi, Senin (16/11).

Saat ini, tiga jemaah kelompok terbang pertama yang berangkat pada 1 November dan telah dinyatakan positif Covid-19 sudah selesai masa karantina. Mereka telah diizinkan shalat di Masjidil Haram meski belum umrah.

Ikhsan mengatakan, kebijakan Pemerintah Arab Saudi terkait regulasi protokol kesehatan belum sepenuhnya diterapkan kepada jemaah yang ikut umrah pada pembukaan umrah fase ketiga. Jadi masih ada beda perlakuan antara kloter satu dengan kloter lain terkait kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

“Jadi regulasinya belum ditentukan,” katanya.

Ikhsan mencontohkan, misalnya kloter lain setelah tiba bisa langsung ke Masjidil Haram dan umrah. Ada kloter lain sebaliknya, hanya bisa shalat di Masjidil Haram tanpa umrah.

“Jadi kasusnya berbeda-beda,” katanya.

Meski demikian, jemaah Indonesia tetap bersyukur bisa berangkat ke Tanah Suci untuk ibadah umrah meski dengan prosedur protokol kesehatan ketat. Jemaah umrah mesti menjalankan protokol kesehatan, di antaranya test PCR, karantina selama tiga sebelum menjalankan umrah dan jika hasil positif Covid-19 maka harus dikarantina selama 10 hari.

“Mereka yang hanya menunaikan umrah saja sangat-sangat bersyukur,” katanya.

Menurutnya, jemaah menilai umrah di masa pandemi ini yang paling spesial. Meski saat isolasi di kamar hotel di seputaran Masjidil Haram hanya memandangi Kakbah.

“Kebanyakan selama 10 hari di hotel saja dan itu juga sangat mereka nikmati. Mereka kompak (taat) karena untuk menjaga citra positif jamaah Indonesia,” katanya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Bertaruh Nyawa, Pria Hindu India Selamatkan 6 Muslim yang Dibakar
apahabar.com

Habar

Masjidil Haram Dibersihkan 4 Kali Sehari di Musim Haji
apahabar.com

Habar

Jelang Haul Guru Sekumpul Tersisa 22 Penginapan Gratis, Berikut Alamat dan Nomor Kontaknya
apahabar.com

Habar

Perantau, Dimana Mestinya Mengeluarkan Zakat Fitrah?
apahabar.com

Religi

Ini Delapan Hal yang Membatalkan Puasa
apahabar.com

Habar

Serukan Boikot Produk Prancis, MUI HSS: Sampai Presiden Macron Minta Maaf
apahabar.com

Habar

Masjid Sabilal Muhtadin Tetap Gelar Salat Jumat
apahabar.com

Habar

Warganet Puji Aksi Mencegah Pembakaran Alquran di Norwegia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com