Wow, Kalteng Targetkan Groundbreaking Kereta Api Tahun Ini Gugatan 2BHD Diterima, Ketua MK Pimpin Langsung Sengketa Pilbup Kotabaru Viral Jembatan Alalak II Patah Akibat Macet Parah, Cek Faktanya Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif

Presiden Jokowi Bubarkan 10 Lembaga Negara Non-Kementerian, Berikut Daftarnya

- Apahabar.com Minggu, 29 November 2020 - 15:14 WIB

Presiden Jokowi Bubarkan 10 Lembaga Negara Non-Kementerian, Berikut Daftarnya

Presiden Jokowi. Foto-Biro Pers Setpres via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) No 12 tahun 2020 yang berisi pembubaran 10 lembaga negara non-kementerian.

Dilansir Antara, Kesepuluh lembaga tersebut antara lain, Dewan Riset Nasional, Dewan Ketahanan Pangan, Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura, Badan Standarisasi dan Akreditasi Nasional Keolahragaan.

Kemudian Komisi Pengawas Haji Indonesia, Komite Ekonomi dan Industri Nasional, Badan Pertimbangan Telekomunikasi, Komisi Nasional Lanjut Usia, Badan Olahraga Profesional Indonesia dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia.

Setelah dibubarkan, fungsi ke-10 lembaga tersebut dialihkan ke kementerian terkait.

Pertama, Dewan Riset Nasional yang dibentuk pada 2005 dialihkan ke Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Kedua, Dewan Ketahanan Pangan yang dibentuk pada 2006 dialihkan ke Kementerian Pertanian.

Ketiga, Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura yang dibentuk pada 2008 dialihkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Kementerian Perhubungan sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.

Keempat, Badan Standardisasi dan Akreditasi Nasional Keolahragaan yang dibentuk pada 2014 dialihkan ke Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Kelima, Komisi Pengawas Haji Indonesia yang dibentuk pada 2014 dialihkan ke Kementerian Agama.

Keenam, Komite Ekonomi dan Industri Nasional yang dibentuk pada 2016 dialihkan ke Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Ketujuh, Badan Pertimbangan Telekomunikasi yang dibentuk pada 1989 dialihkan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Kedelapan, Komisi Nasional Lanjut Usia yang dibentuk pada 2004 dialihkan ke Kementerian Sosial.

Kesembilan, Badan Olahraga Profesional Indonesia yang dibentuk pada 2015 dialihkan ke Kementerian Pemuda dan Olahraga

Kesepuluh, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia yang dibentuk pada 2018 dialihkan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“Pengalihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diselesaikan paling lama 1 (satu) tahun sejak tanggal diundangkan Peraturan Presiden ini,” demikian tertulis dalam pasal 4 ayat 2 Keppres tersebut.

Pengalihan fungsi tersebut juga nantinya akan dikoordinasikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dengan melibatkan unsur Kementerian Keuangan, Badan Kepegawaian Negara, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, Arsip Nasional Republik Indonesia dan/atau kementerian/lembaga terkait.

Keppres tersebut ditetapkan Presiden Jokowi pada 26 November 2020 dan dinyatakan berlaku sejak ditetapkan.

============================
Ikuti berita-berita menarik seputar Kalimantan Selatan di situs apahabar.com. Bisa juga dengan mengetuk suka di halaman Facebook apahabar.com:https://www.facebook.com/apahabarcom

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

KPK Akan Surati Presiden Jokowi Soal Adanya Usulan Revisi UU
apahabar.com

Nasional

Hipmi Dukung Kebijakan Jual Beli Nikel dengan Dasar Harga Patokan Mineral
KPK

Nasional

KPK Diminta Klarifikasi Tudingan JK di Balik OTT Edhy
apahabar.com

Nasional

Ustaz Arifin Ilham Dikabarkan Meninggal, Sang Adik Angkat Bicara
apahabar.com

Nasional

Divonis 3 Bulan Penjara, Vanessa Anggel: Pikir-pikir Dulu
apahabar.com

Nasional

Jokowi Tinjau Kampung Tempat Tewasnya 7 Warga di Sukajaya
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Dana Desa Dipakai Mulai Januari 2020: Utamakan Padat Karya
apahabar.com

Nasional

Sebelum Ditangkap karena Narkoba, Reza Artamevia Habis Goyang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com