Kesbangpol dan KPU Jamin Hak 8.620 Pemilih Difabel di Kalsel Terpenuhi Tabir Kematian 2 Bocah di Benawa HST, Korban Dipocong Hidup-Hidup oleh Ibu Kandung INNALILLAHI, Anggota TNI AL Ditemukan Membusuk di Indekos Banjarmasin Pembunuhan Wakar di Kelayan B Sudah Direncanakan, Pelaku Khilaf karena Luka Lama Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless

Presiden Jokowi: Dunia Menanti Kepemimpinan G20 untuk Keluar dari Krisis Kesehatan

- Apahabar.com Minggu, 22 November 2020 - 08:51 WIB

Presiden Jokowi: Dunia Menanti Kepemimpinan G20 untuk Keluar dari Krisis Kesehatan

Presiden Jokowi mengikuti secara virtual Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dari Istana Kepresidenan, Bogor, Sabtu (22/11). Foto-Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr via Antara

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan dunia kini menanti kepemimpinan negara-negara G20.

Penantian itu untuk keluar dari krisis kesehatan akibat pandemi Covid-19, dan juga keluar dengan selamat dari keterpurukan ekonomi global.

Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam konferensi pers daring dari Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu (22/11) malam, usai mendampingi Presiden Jokowi mengikuti secara virtual Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

“Presiden menyampaikan dua hal yang harus menjadi fokus G20 saat ini,” kata Retno, dilansir Antara.

Hal pertama adalah pentingnya pendanaan bagi pemulihan kesehatan masyarakat global.

Vaksin Covid-19 adalah salah satu amunisi untuk mencapai pemulihan kesehatan global.

Oleh karena itu vaksin Covid-19 harus tersedia untuk semua negara tanpa terkecuali.

“Dunia tidak akan sehat kecuali semua negara sudah sehat. Komitmen politik G20 sangat diperlukan untuk memobilisasi pendanaan global bagi pemulihan kesehatan,” kata Retno menyampaikan pesan Presiden.

Hal yang kedua adalah pentingnya perlunya dukungan untuk pemulihan ekonomi dunia.

Terkait hal tersebut, Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) telah meminta dukungan dana sebesar 2,5 triliun dolar AS agar negara berkembang mampu keluar dari keterpurukan ekonomi dengan memperlebar ruang fiskalnya.

“Dalam kaitan dengan ekonomi ini, Presiden sampaikan dua hal untuk dapat jadi perhatian, yaitu pentingnya bantuan untuk restrukturisasi utang untuk negara berpendapatan rendah. Restrukturisasi utang ini harus dibarengi dengan ditingkatkannya manajemen utang [sound debt management] termasuk transparansi data dan dijaganya keberlanjutan fiskal,” ujarnya.

Selain itu, kata Retno, Presiden menyampaikan hal lainnya adalah dukungan yang luar biasa bagi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan menjadi sangat penting untuk terus diberikan bagi negara-negara berkembang.

Presiden Jokowi berpandangan, apabila dukungan tersebut dikurangi secara terburu-buru, maka pemulihan ekonomi dunia dikhawatirkan akan berjalan dalam waktu yang lama.

“Keleluasaan fiskal negara berkembang dibutuhkan untuk membiayai social safety net, mendongkrak konsumsi domestik, serta menggerakkan ekonomi kecil dan menengah,” ujarnya.

Pertemuan G20 yang ke-15 pada tahun ini diselenggarakan di Kota Riyadh, Arab Saudi pada 21 hingga 22 November 2020.

Turut mendampingi Presiden saat menghadiri KTT G20 secara virtual malam ini adalah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Sherpa G-20 Indonesia Rizal Affandi Lukman yang juga menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi Ungkap Sederet Masalah Food Estate Penyelamat Pangan RI di Kalteng dan Sumut
apahabar.com

Nasional

Jokowi Kumpul Bersama Keluarga Jadi Trending Topic Twitter
apahabar.com

Nasional

Golkar Klaim Keunggulan Jokowi di Kalsel 60 Persen, Airlangga Hartarto: Sahbirin Dua Periode
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Semua Penanganan Covid-19 Dibuat Berdasarkan Data Ilmiah
apahabar.com

Nasional

Demi Penanganan Covid-19, Pemerintah Revisi APBN 2020
apahabar.com

Nasional

Pemilu 2019, Intelijen Negara Mesti Netral
apahabar.com

Nasional

Gara-Gara Corona, China Rogoh Kocek Hampir Rp 2 Triliun
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Dana Rp677,2 Triliun untuk Penanganan Covid-19 Dikelola Akuntabel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com