Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir

Presiden Jokowi Nyatakan Indonesia Manfaatkan Momentum Krisis Buat Lompatan Kemajuan

- Apahabar.com Rabu, 25 November 2020 - 21:55 WIB

Presiden Jokowi Nyatakan Indonesia Manfaatkan Momentum Krisis Buat Lompatan Kemajuan

Presiden Joko Widodo saat menghadiri pertemuan virtual World Economic Forum (WEF), dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (25/11/2020). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan Indonesia memanfaatkan momentum krisis akibat pandemi Covid-19 saat ini untuk melakukan lompatan kemajuan.

Di antaranya, yakni dengan terus berusaha keras meminimalisasi risiko kesehatan dan perekonomian secara berimbang.

“Pertama, di bidang kesehatan, Indonesia berusaha keras untuk mencegah penyebaran virus, meningkatkan kesembuhan pasien dan menekan angka kematian, dan mempercepat kesiapan untuk melakukan vaksinasi secara besar-besaran,” kata Presiden Jokowi dalam pidatonya pada pertemuan World Economic Forum (WEF) Special Virtual on Indonesia melalui video konferensi dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (25/11) dilansir Antara.

Presiden Jokowi mengungkapkan, saat ini, Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang semakin baik.

Presiden Jokowi memerinci, Indonesia memiliki kasus aktif sebesar 12,68 persen, di bawah rata-rata dunia yang sebesar 27,9 persen.

Sementara tingkat kesembuhan mencapai 84,09 persen, lebih baik dari rata-rata dunia sebesar 69,61 persen.

“Kami juga sedang bekerja keras untuk menurunkan angka kematian,” imbuh Kepala Negara.

Untuk penyiapan vaksinasi, lanjut Presiden Jokowi, Indonesia telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk membeli dan memproduksi vaksin.

Selain kerja sama dengan beberapa perusahaan besar dunia, Indonesia juga sedang mempercepat produksi vaksin dalam negeri.

“Kami memiliki Bio Farma, produsen vaksin terbesar di Asia Tenggara yang telah memasok vaksin di banyak negara. Kami terus meningkatkan kapasitas produksi untuk mencapai 250 juta per tahun dalam waktu segera,” katanya.

Di bidang perekonomian, Presiden mengatakan Indonesia meminimalisasi risiko sosial dengan melaksanakan berbagai program perlindungan sosial bagi kelompok masyarakat miskin dan rentan melalui sejumlah program, yaitu Program Keluarga Harapan, Kartu Sembako, Kartu Prakerja, BLT Dana Desa, Bansos Tunai Penerima Sembako, Subsidi Gaji, dan Subsidi Listrik.

Selain itu, juga melaksanakan program pemulihan ekonomi nasional dengan memberikan dukungan bagi UMKM dan dunia usaha melalui Bansos Produktif, Subsidi Bunga Kredit, Bantuan Akses dan Jaminan Kredit Modal Kerja, serta insentif pajak.

“Namun, target kami bukan hanya mengelola krisis akibat pandemi. Kami berusaha memanfaatkan momentum kita untuk berbenah, hack the crisis. Krisis ini bukan saja kesempatan untuk menekan tombol reset, tapi juga melakukan lompatan ke depan dengan visi besar, transformasi besar, dan aksi besar,” tandas Presiden Jokowi.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kabar Baik! Uji Klinis Selesai, Indonesia Segera Miliki Obat Covid-19
apahabar.com

Nasional

China Selesai Uji Favipiravir, Obat Virus Corona
apahabar.com

Nasional

Gempa Tektonik Guncang Flores Timur
apahabar.com

Nasional

Rp 143 Miliar Dari Korsel Untuk Palu
apahabar.com

Nasional

Korban Tsunami Bertambah 20 Meninggal dan 165 Luka-Luka
Manado

Nasional

Usai Kalsel, Giliran Pray for Manado Bergema di Twitter
apahabar.com

Nasional

Doa untuk HPN 2020 di Kalsel, PWI Gelar Salat Hajat

Nasional

Pengamat Sebut Masalah Layangan Sudah Lama Jadi Perhatian Dunia Penerbangan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com