Eks Bos Berulah, Kepala Penjual Pentol Rantau Nyaris Terbelah Hendak Benarkan Tas, Pemotor Tabrak Truk di Angsau Tanah Laut Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Prevalensi Stunting di Kalteng Alami Penurunan Signifikan

- Apahabar.com Jumat, 13 November 2020 - 15:09 WIB

Prevalensi Stunting di Kalteng Alami Penurunan Signifikan

Sekda Kalteng Fahrizal Fitri. Foto: Istimewa

apahabar.com, PALANGKA RAYA — Hasil prevalensi stunting di Kalimantan Tengah untuk 2020 sudah mengalami penurunan signifikan.

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) pada 2013, prevalensi angka stunting di Kalteng mencapai angka 41,04 persen.

Sedangkan berdasarkan Riskedas 2018, prevalensi stunting sudah mengalami penurunan dan berada di angka 34.04 persen.

“Hal itu menunjukan prevalensi angka stunting di Kalteng pada tahun 2013 ke tahun 2018 mengalami penurunan yang signifikan,” kata Sekda Kalteng Fahrizal Fitri, Jumat (13/11).

Ia menjelaskan, bahwa prevalensi stunting di kabupaten dan kota, pada setiap pengukuran yang dilakukan, menunjukkan hasil yang bervariasi.

Sebagian kabupaten dan kota telah melewati angka ideal dibawah 20 persen, sesuai rekomendasi world health organization (WHO).

Namun sebagian lagi masih sangat tinggi dan berada di atas rata-rata Kalteng bahkan nasional.

Berdasarkan Riskedas pada 2013, prevalensi stunting terendah, Kabupaten Lamandau 25,3 persen, Seruyan 30,4 persen dan Kotawaringin Timur 36,9 persen.

Sementara Kabupaten dengan prevalensi tertinggi adalah Barito Timur 54,9 persen. Katingan 47,6 persen dan Barito Selatan 46,3 persen.

Pada saat Riskedas 2018, Kabupaten dengan prevalensi stunting terendah adalah Seruyan 21,84 persen, Kotawaringin Barat 22,07 persen dan Kota Palangka Raya 22,9 persen.

Sementara kabupaten dengan prevalensi tertinggi adalah Kabupaten Kotawaringin Timur 48,84 persen, Barito Timur 42,5 persen dan Kapuas 41,53 persen.

Kemudian menurut Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2019. Kabupaten dengan prevalensi stunting terendah adalah Murung Raya 17,45 persen, Lamandau 17,83 persen dan Kotawaringin Barat 23,98 persen.

Sedangkan kabupaten dengan prevalensi tertinggi adalah Kabupaten Kapuas 42,37 persen, Kotawaringin Timur 39,87 persen dan Barito Timur 38,53 persen.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

189 Rumah Terbakar di Palangka Raya
apahabar.com

Kalteng

Miris! Begini Curhatan Mantan Ketua PWI yang Jadi Penjaga Kantor
apahabar.com

Kalteng

Jelang Lebaran, Harga Daging Sapi di Palangkaraya Naik
apahabar.com

Kalteng

8.000 Sertifikat PTSL Dibagikan ke Kabupaten/Kota di Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Viral Cerita Mistis Jembatan Tumbang Nusa, Ini Tanggapan Parada
apahabar.com

Kalteng

Desember Dibuka untuk Umum, Jembatan Muara Teweh Jalani Uji Pembebanan
apahabar.com

Kalteng

Potensi Cuaca Ekstrem, 5 Kecamatan di Kapuas Diimbau Waspada
apahabar.com

Kalteng

Dukung Food Estate di Kapuas, Ratusan Alsintan Telah Didatangkan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com