Viral Aksi Brutal ABG Dianiaya di Hotel Banjarmasin, Pacar Pelaku Ternyata Salah Kamar Pascabanjir Kalsel, Wamen LHK Siapkan 5 Aspek Pemulihan Lingkungan Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi

Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa?

- Apahabar.com Jumat, 27 November 2020 - 18:49 WIB

Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa?

Produksi minyak dan gas (migas) Kalimantan dan Sulawesi melampaui target dilaporkan melampaui target yang dicanangkan pemerintah. Foto ilustrasi: Istimewa

apahabar.com, SAMARINDA – Produksi minyak dan gas (migas) Kalimantan dan Sulawesi melampaui target.

Hingga November 2020 jumlah produksi migasnya mencapai 82.711 barel per hari.

Jumlah itu melebihi target yang ditetapkan pemerintah sebesar 78.947 barel/hari.

“Produksi migas Kalimantan dan Sulawesi menyumbang 12 persen dari produksi migas nasional,” kata Humas Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas Kalsul Sebastian Julius di Balikpapan, dilansir Antara, Jumat (27/11).

Begitu pula dengan gas, target 1.597 million metric standard cubic feet per day (mmscfd/juta meter standar kaki kubik per hari) terlampaui.

Produksi gas harian Kalimantan dan Sulawesi saat ini adalah 1.702 mmscfd atau 31 persen dari produksi gas nasional.

PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) memberikan andil 29.191 barel per hari atau 47 persen untuk minyak, dan 560 mmscfd atau 48 persen untuk gas.

Sebanyak 53 dan 52 persen lainnya disumbang oleh Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT), Pertamina Hulu Sanga-sanga (PHSS), Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 5, Eni Muara Bakau, Mubadala, Chevron Makassar, Chevron Rapak, Eni East Sepinggan, juga Perusda Benuo Taka dari Penajam Paser Utara.

“Dengan kondisi cadangan yang secara alamiah semakin menurun, mempertahankan tingkat produksi itu benar-benar perjuangan yang luar biasa,” terang Sebastian.

Pada gas produksi PHM, misalnya, pada periode 2019 angka lifting mencapai 657 mmscfd per hari. Tingkat penurunan alamiah sekira 14,7 persen hingga pada 2020 ini produksinya sampai pada angka 560 mmscfd.

Untuk menahan laju penurunan itu, para kontraktor migas terus melakukan upaya penambahan sumur pengembangan, perawatan sumur-sumur yang sudah ada, mengaktifkan sumur-sumur tua yang diperhitungkan masih potensial, dan terus melakukan eksplorasi.

“Tahun 2020 ini ada rencana pengeboran 13 sumur eksplorasi dan berhasil dikerjakan 6 sumur,” jelas Sebastian.

Termasuk juga 2 operasi seismik sebagai upaya awal untuk memastikan lokasi cadangan hidrokarbon di bawah tanah.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Arus Balik Libur Natal, Konsumsi Pertamax dan Pertamina Dex Meningkat
apahabar.com

Ekbis

Rencana Vaksinasi Covid-19 di AS, Picu Penguatan Rupiah
apahabar.com

Ekbis

Komisi VII DPR: Pemerintah Perlu Tingkatkan Pengawasan Distribusi Elpiji 3 Kilogram
apahabar.com

Ekbis

Soal Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Dibatalkan, Ini Kata Menkeu Sri Mulyani
apahabar.com

Ekbis

Dampak Larangan Mudik, Konsumsi BBM Diperkirakan Turun 20 Persen
apahabar.com

Ekbis

Erick Thohir Apresiasi Rekomendasi DPR atas Jiwasraya
apahabar.com

Ekbis

Hari Ini, Mata Uang Garuda Terancam Melemah
apahabar.com

Ekbis

Siap-Siap McDonalds Besok Buka di Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com