Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Produksi Padi Naik, Dinas TPH Kalsel Minta Kepala Daerah Jaga Stabilitas Harga Beras

- Apahabar.com Senin, 23 November 2020 - 16:17 WIB

Produksi Padi Naik, Dinas TPH Kalsel Minta Kepala Daerah Jaga Stabilitas Harga Beras

Petani melakukan panen padi menggunakan mesin Combine Harvester

apahabar.com, BANJARBARU – Produksi pertanian padi di Kalimantan Selatan mengalami surplus hingga 2 juta ton sepanjang 2020. Gubernur Kalsel telah mengeluarkan edaran kepada kabupaten/kota untuk menjaga ketahanan pangan dari capaian tersebut.

“Bagaimana mensinergikan agar Bupati atau Walikota bisa menjaga kestabilan baik jumlah maupun harga yang ada di wilayah masing-masing,” ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Kalsel, Syamsir Rahman, melalui sambungan telepon kepada apahabar.com, Senin (23/11) siang.

Selama masa pandemi, sektor pertanian masih terjaga dan membuat pertumbuhan ekonomi dapat bertahan. Namun, Syamsir menegaskan agar tidak cepat merasa puas sebab penularan virus Corona masih masif terjadi di bumi Lambung Mangkurat.

“Kita beri penghargaan kepada petani yang sudah berjuang di masa Covid-19 ini. Sekarang bagaimana kita juga menjaga agar mereka tidak terdampak atau terjangkit,” katanya

Diakui Syamsir, saat panen raya harga beras cenderung turun. Namun, tidak terjadi pada beras lokal, sebab memiliki kualitas yang bagus dan awet dalam penyimpanan lama.

“Dulunya baru panen 40 ribu/blek, sekarang sudah mencapai 80-90 ribu/blek. Kalau beras unggul harganya memang di bawah beras lokal. Ini yang harus dibantu oleh pemerintah,” paparnya

Selain sinergisitas antara pemerintah daerah dan provinsi, juga menjadi kewenangan Dinas Ketahanan Pangan untuk urusan distribusi dan harga pangan. Disebutkannya, dari 13 kabupaten/kota di Kalsel ada beberapa sentral padi unggulan yaitu di kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tanah Laut dan Tapin. Sementara, 2 wilayah lainnya yaitu Banjarmasin dan Banjarbaru masih bergantung pada kabupaten sekitar.

“Kebijakan Dinas Ketahanan Pangan untuk mencoba bagaimana jika harga-harga di wilayah tertentu yang turun agar bisa disuntuk atau dilakukan intervensi dengan bantuan provinsi. Sehingga harganya bisa stabil,” pungkasnya

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Apahabar.com

Ekbis

Selama Pandemi, Kominfo Siapkan 3 Program untuk Dukung UMKM
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Berpotensi Tertekan Hari Ini, Dipicu Tinggi Kasus Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Tenang, Pertamina Jamin Elpiji 3 Kg di Kalimantan Aman
Dampak Virus Corona, Harga Batu Bara Naik 0,19 Dolar AS per Ton

Ekbis

Dampak Virus Corona, Harga Batu Bara Naik 0,19 Dolar AS per Ton
apahabar.com

Ekbis

Deputi Gubernur BI Ajak Menanam Durian di Lahan RPL
apahabar.com

Ekbis

Toko Oleh-oleh Kena Imbas Tiket Mahal

Ekbis

Jokowi Minta Jajarannya Percepat Pengembangan Industri Turunan Batu Bara
apahabar.com

Ekbis

Imbas Aksi Ambil Untung Para Investor, IHSG Ditutup Melemah 70,95 Poin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com