3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

PSSI Terbitkan SK Penundaan Liga, Begini Soal Kontrak Pemain

- Apahabar.com Selasa, 17 November 2020 - 18:28 WIB

PSSI Terbitkan SK Penundaan Liga, Begini Soal Kontrak Pemain

PSSI terbitkan SK penundaan Liga 1 dan 2 yang tak bisa digelar tahun ini, termasuk mengatur soal kontrak pemain. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) menerbitkan surat keputusan (SK) penunandaan lanjutan Liga 1 dan 2 yang tidak bisa digelar tahun ini.

SK tertanggal 16 November 2020 itu berlaku untuk Liga 1 dan Liga 2.

SK nomor SKEP/69/XI/2020 yang ditandatangani Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan itu sebenarnya tak jauh berbeda dengan SKEP/53/VI/2020 yang diterbitkan beberapa waktu lalu.

Baik itu dalam hal rencana jadwal Liga 1 dan Liga 2, maupun nilai kontrak pemain.

Kompetisi ditangguhkan akibat pandemi Covid-19 yang masih masif penyebarannya. Disamping itu, lanjutan liga tak mendapat izin penyelenggaraan dari kepolisian.

Sejatinya kompetisi Liga 1 dan Liga 2 dijadwalkan berlanjut Februari 2021, sedangkan Liga 3 baru akan ditetapkan setelah dua kompetisi teratas itu telah ada kejelasan.

“Pelaksanaan kompetisi sebagaimana tercantum pada ketetapan pertama adalah bulan Februari 2021 dengan memperhatikan ketentuan protokol kesehatan Covid-19 yang ditetapkan oleh pemerintah,” bunyi poin dalam surat SK tersebut dilansir Antara, Selasa (17/11).

Untuk masalah kontrak dan gaji tak ada perubahan apapun seperti SK sebelumnya. PSSI menetapkan gaji pemain dan ofisial kembali ke angka 25 persen selama jeda kompetisi, hingga ada kejelasan jadwal dan bakal kembali menjadi 50 persen untuk Liga 1 serta 60 persen untuk Liga 2.

Ketetapan gaji 50 atau 60 persen itu berlaku jika kompetisi sudah dipastikan akan berjalan atau dimulai satu bulan sebelum kompetisi resmi digulirkan.

Angka itu harus sesuai dari nilai kontrak atau sekurang-kurangnya di atas upah minimum regional yang berlaku dalam masing-masing domisili klub.

“Klub dapat menerapkan kebijakan pembayaran gaji pemain, pelatih, dan ofisial mulai Oktober sampai dengan Desember 2020 dengan pembayaran maksimal 25 persen dari kewajiban yang tertera dalam perjanjian kerja sampai dengan dimulainya kompetisi,” tulis poin itu.

“Perubahan nilai kontrak untuk Liga 1 dengan kisaran 50 persen dan Liga 2 dengan kisaran 60 persen dari nilai kontrak atau sekurang-kurangnya di atas upah minimum regional yang berlaku di masing-masing domisili klub, dan diberlakukan satu bulan sebelum kompetisi dimulai sampai dengan berakhirnya kompetisi yang dimaksud.”

Editor: Zainal Muttaqin - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sport

Pimpin Latihan Perdana Sebagai Head Coach Barito, Simak Kata Yunan
apahabar.com

Sport

Hasil Liga Italia: Drama 7 Gol dalam Duel Inter Milan vs Fiorentina
apahabar.com

Sport

Senior IOC Usul Olimpiade 2020 Tokyo Dibatalkan
apahabar.com

Sport

Dituduh Memerkosa, Neymar Mengaku Dijebak
apahabar.com

Sport

Si Cantik Penuh Inspirasi, Ratu Thisa Sekjen PSSI Wanita Pertama
apahabar.com

Sport

Top Skor apahabar.comĀ Futsal Tournament 2019: 4 Pemain Bersaing Ketat
apahabar.com

Sport

Penasaran Soto Banjar, Yakob Sayuri Juga Rindu Kuliner Papeda Khas Papua
apahabar.com

Sport

Selain MotoGP, Dorna juga Umumkan Indonesia Gelar WSBK
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com