Wow, Kalteng Targetkan Groundbreaking Kereta Api Tahun Ini Gugatan 2BHD Diterima, Ketua MK Pimpin Langsung Sengketa Pilbup Kotabaru Viral Jembatan Alalak II Patah Akibat Macet Parah, Cek Faktanya Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif

Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel?

- Apahabar.com Selasa, 24 November 2020 - 19:44 WIB

Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel?

Kalimantan Selatan akan memiliki insinerator yang akan ditempatkan di TPA Regional Banjarbakula 2021 mendatang. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Penanganan limbah infeksius Covid-19 mendapat perlakuan khusus. Itu agar tak menimbulkan penularan saat pemusnahan.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Selatan mencatat limbah bisa terkumpul hingga 1,5 ton per hari pada saat puncak pandemi berlangsung.

“Kemarin saat kami punya 4 lokasi karantina. Rata-rata sehari 1,5 ton, sekarang sudah menurun,” ucap Kepala DLH Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, ditemui di ruang kerjanya, Selasa (24/11) siang.

Tak hanya sampah medis, namun limbah medis harus dimusnahkan dengan insinerator bersuhu 800 derajat celcius. Sebab, penularan Covid-19 melalui droplet mudah dijumpai pada peralatan yang bersinggungan dengan pasien terkonfirmasi virus Corona.

“Misalnya gelas minum atau kotak nasi yang dipegang pasien karantina Covid-19. Termasuk APD, sarung tangan dan masker yang harus diinsenerasi untuk menghilangkan sifat infeksiusnya,” papar Hanifah.

Saat ini, insinerator hanya dimiliki oleh beberapa fasilitas layanan kesehatan seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin dan RS Jiwa Sambang Lihum. Akan tetapi, kapasitasnya terbatas sekitar 200 kilogram saja.

“Mereka juga harus menginsenerasi produk dia sendiri sebagai rumah sakit rujukan. Jadi ada yang dititip di sana, di RSJ Sambang Lihum dan sisanya dikirim ke jasa pengolahan,” beber dia.

Puncak Pandemi

Kepala DLH Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana. Foto-Istimewa

Penanganan limbah infeksius juga wajib menerapkan protokol kesehatan. Pemprov Kalsel bahkan menunjuk pihak ketiga untuk mengangkut limbah dari lokasi karantina.
“Ada jasa pihak ketika yang kita tunjuk dan mereka ada izin dari Kementerian LHK. Tidak sembarangan mengurus limbah infeksius,” katanya

Sebagai informasi, lokasi karantina Covid-19 yang dikelola pemprov tersisa di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Banjarbaru. Sisanya, tersebar di kabupaten/kota.

Menurut Direktur Utama RSJD Sambang Lihum, dr.H. IBG Dharma Putra, penggunaan insinerator dilaksanakan berdasarkan izin dari Gubernur Kalsel selama pandemi berlangsung. Dalam prosesnya, dapat menampung limbah hingga 200 kilogram.

“Selanjutnya akan operasional di masa normal jika sudah keluar izinnya. Saat ini tidak bekerja sama dengan pihak luar,” ungkap Dharma dikonfirmasi terpisah

Sebagai informasi, Kalsel tengah mengajukan usulan izin pembangunan insinerator untuk limbah medis maupun non medis pada 2021 mendatang. Insinerator akan berlokasi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Banjarbakula

Editor: M Syarif - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ibunya Reaktif Tes Covid-19, Bayi di Banjarmasin Meninggal Dunia
apahabar.com

Kalsel

Duh, Warga Kurang Ingatan Bakar Rumah di Semangat Dalam
apahabar.com

Kalsel

Evakuasi Korban Longsor Pumpung, Basarnas Gunakan Termal Detektor
apahabar.com

Kalsel

Didesak Mahasiswa, Dewan Siap Revisi Perda Pajak Hiburan
apahabar.com

Kalsel

Abaikan Perbup Tala Nomor 99, Siap-siap Kena Sanksi
apahabar.com

Kalsel

PDAM Buka Layanan Balik Nama
apahabar.com

Kalsel

Tampil di Hitam Putih Trans7, Ini yang Dirasakan ‘Jackie Chan’ Barabai

Kalsel

Hanya ‘Lampu Hijau’, Disdik Kalsel Belum Rekomendasikan Belajar Tatap Muka
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com