Selamat! bank bjb Raih Penghargaan Prestisius di Indonesia Financial Top Leader Award 2021 “Ritual Panggil Datu”, Siswa Hilang di Sungai Martapura Disebut Terjebak Detik-Detik Pembunuhan Brutal di Gambah HST, Korban Asyik Cabut Uban Mapolsek BAS HST Gempar! ODGJ Bawa Balok Ngamuk-Kejar Petugas Siap-Siap! Hasnur Mau Lepas Saham Perusahaan Kapalnya ke Publik

Ramai-Ramai Boikot Produk Prancis, Seberapa Efektif?

- Apahabar.com     Senin, 2 November 2020 - 17:55 WITA

Ramai-Ramai Boikot Produk Prancis, Seberapa Efektif?

Ilustrasi: Tempo.co

apahabar.com, JAKARTA – Produk Prancis diboikot. Sejumlah negara ramai-ramai melakukan boikot setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut Islam sebagai agama yang mengalami krisis.

Sejumlah kelompok masyarakat Indonesia juga melontarkan kecaman dan ajakan untuk memboikot produk Prancis.

Namun, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan pemboikotan produk Prancis tidak terlalu berpengaruh bagi Indonesia.

“Tidak pengaruh juga. Tapi ini kan luapan emosi ya boleh saja. Tapi kenyataannya tidak banyak mempengaruhi situasi,” ujarnya di Kantor Apindo, dikutip dari Okezone.com, Senin (2/11).

Salah satu sebabnya, produk Prancis yang ada di Indonesia tidak terlalu banyak. Bahkan, beberapa produk makanan Prancis yang dijual di Indonesia tidak banyak diketahui masyarakat.

“Enggak banyak juga kan produk Prancis mana saja sih. Ada satu produk misalnya makanan dan minuman, misalnya gitu. Tapi enggak banyak orang tahu juga,” jelasnya.

Lagipula lanjut Hariyadi, saat ini merupakan era keterbukaan di pasar global. Di mana satu perusahaan yang ada di daerah tersebut belum tentu pemiliknya juga berasal dari negara yang sama.

“Dan perusahaan itu pun mungkin perusahaanya dari Prancis tapi pemiliknya global bisa saja pemilik Prancis lebih sedikit global lebih banyak. Jadi menurut saya kurang efektif juga,” katanya.

Memang menurut Hariyadi, dirinya sangat menyayangkan lontaran pernyataan dari Presiden Prancis tersebut. Menurutnya, sebagai Kepala Negara seharusnya pernyataan yang keluar harus proposional dan jangan mengandalkan emosi semata.

“Memang kita protes jelas kepada makron sebagai kepala negara dia melakukan pidato. Di sisi lain juga bisa dipahami juga reaksi berlebihan (Presiden Prancis) terhadap penusukan tidak tepat juga. Jadi seharusnya diambil langka proposional tapi tidak emosional,” jelasnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kemenkominfo

Nasional

Kemenkominfo: 30 persen Masyarakat Indonesia Ragukan Vaksin

Nasional

Ustaz Maaher Meninggal di Tahanan, Gus Miftah Ungkap Sempat Ingin Bertemu Almarhum
Vaksinasi

Nasional

11 Juta Warga Indonesia Selesai Jalani Vaksinasi Covid-19
apahabar.com

Nasional

Terindikasi Radikalisme, Polda Jatim Amankan Seorang Polwan di Juanda
apahabar.com

Nasional

Potret Ibu Kota, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Sedunia
Dinkes DKI

Nasional

Dinkes DKI Sebut 90 Persen Tempat Tidur Isolasi RS Rujukan Terpakai
apahabar.com

Nasional

Ratusan Jenis Bajakah, Awas yang Beracun
apahabar.com

Nasional

Mahfud MD: RUU HIP Bermasalah Secara Substansial dan Prosedural
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com