Jurkani Dibacok, Tim Macan Kalsel Turun Gunung Advokat Jurkani Dibacok OTK di Angsana Menguji Klaim Jembatan Sei Alalak Antigempa hingga Tahan Seabad Gara-Gara Ratusan Ribu, Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup Dari Viralnya Aksi Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup, Ketahanan Keluarga Kian Rentan

Reaktif, Bocah 125 Kg Tanah Laut Batal Dirawat di RS Ulin

- Apahabar.com     Rabu, 4 November 2020 - 21:24 WITA

Reaktif, Bocah 125 Kg Tanah Laut Batal Dirawat di RS Ulin

Ahmad Irwandi (13) yang mengalami obesitas hanya bisa berbaring di kediamannya. Foto: Humpro Tala

Keceriaan Achmad pudar lantaran sakit akibat kelebihan berat badan. Dengan bobot 125 kilogram, siswa kelas 1 MTsN 7 Tanah Laut ini bahkan tak mampu lagi berdiri.

Pantauan apahabar.com, bocah 13 tahun ini sempat menjalani perawatan satu malam di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari.

Terus merasakan sakit, bocah obesitas asal Desa Kuringkit, Kecamatan Panyipatan, Tanah Laut itu rencananya dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin, Selasa (3/11).

Didampingi ibu dan ayah sambungnya, siswa kelas 1 MTsN 7 Tanah Laut itu dirujuk ke Banjarmasin guna mengetahui pasti penyebab sakitnya.

“Jadi terpaksa dibawa ke Banjarmasin,” kata dr I Putu Ardika dokter RS Boejasin yang merawat Irwandi kepada apahabar.com.

Putu tak berani mendiagnosis sakit Irwandi sebelum mendapatkan hasil pemeriksaan utuh di Banjarmasin.

“Sementara peralatan medis yang lengkap hanya ada di RSUD Ulin,” ujarnya.

Selain menderita obesitas, gula darah dan kolesterol si bocah Irwandi juga tergolong tinggi untuk anak seusianya.

Pagi tadi, Kepala Dinas Kesehatan Tanah laut Nina Sandra sempat mengunjungi si bocah super jumbo.

“Kita akan terus memantau perkembangan penanganan Ahmad Irwandi,” ujar Nina.

Irwandi lahir normal dengan berat 3 kilogram. Ia mulai mengeluh sulit berdiri sejak dua bulan terakhir. Bahkan tidak dapat berdiri sebulan belakangan.

Padahal sebelumnya meski berbadan besar, ia masih dapat bermain dengan teman sebayanya.

Mardiah sang ibu menuturkan berat badan anaknya semula 125 Kg.

“Kini turun 10 kilogram karena sakit,” jelasnya.

Dalam kondisi normal, Irwandi bisa makan 3-4 kali dalam sehari.

“Bahkan kalau nambah nasi pun kadang sampai habis di dalam panci,” katanya

Waktu melahirkan dulu berat Irwandi 3 Kg. Perubahan berat badan mulai terjadi di usia 13 bulan.

Menariknya, evakuasi Irwandi menuju RSUD Boejasin kemarin lusa membutuhkan empat orang guna mengangkat tubuhnya ke ambulans.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Komite Keselamatan Jurnalis Desak Polda Kalsel Bebaskan Eks Pemred Banjarhits
apahabar.com

Kalsel

Antisipasi WBP Positif, Rutan Marabahan Siapkan Blok Khusus
Covid-19

Kalsel

Terkonfirmasi Positif Covid-19, CPNS Pemprov Kalsel Dipastikan Tetap Bisa Ikuti Seleksi
Dadahup

Kalsel

Meski Tak Mudah, Realisasi Jembatan Dadahup-Tabukan Paling Realistis Dukung Food Estate
apahabar.com

Kalsel

BMKG Prakirakan Kalsel Siang Ini Diguyur Hujan
Tim SAR

Kalsel

Dukung Operasi Cepat, Basarnas Banjarmasin Latih Puluhan Tim SAR
apahabar.com

Kalsel

Persiapan Cek Kesehatan di RSUD Ulin Banjarmasin, Begini Cara Ansharuddin-Iswan Tetap Bugar
apahabar.com

Kalsel

Baru 6 Pembangkit Listrik di Kotabaru Beroperasi 24 Jam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com