Kronologi Lengkap 2 Bocah asal Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi Belum Tentu Dibekap Sang Ibu, Biang Kematian 2 Bocah Benawa HST Jadi Misteri 16 Hari Anti-Kekerasan, Aktivis Perempuan Kampanyekan Kesetaraan Gender di Banjarmasin Suhu Tubuh Tinggi, Wali Kota Samarinda Positif Covid-19 Inalillahi, 2 Bocah di Batu Benawa HST Tewas Diduga Dibunuh Ibu Depresi

Respons Rontoknya Sejumlah Laporan, Tim Denny Akan Gelar Aksi Teatrikal di Bawaslu Kalsel

- Apahabar.com Kamis, 12 November 2020 - 13:30 WIB

Respons Rontoknya Sejumlah Laporan, Tim Denny Akan Gelar Aksi Teatrikal di Bawaslu Kalsel

Tim Denny akan gelar aksi teatrikal di Bawaslu Kalsel. Sumber: istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Badan Pengawas Pemilu Kalimantan Selatan kembali menghentikan laporan dugaan pelanggaran administrasi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalsel nomor urut 1, Sahbirin-Muhidin (Birin-Mu).

Ini merupakan laporan dugaan pelanggaran keempat yang dihentikan oleh Bawaslu Kalsel.

Di mana sebelumnya sejumlah laporan baik dugaan pelanggaran pidana maupun administrasi telah dinyatakan rontok.

Menyikapi rontoknya sejumlah laporan, tim divisi hukum pasangan calon Denny Indrayana – Difriadi Darjat direncanakan menggelar aksi teatrikal di Kantor Bawaslu Kalsel.

Tepatnya di Jalan RE Martadinata, Kertak Baru Ilir, Kota Banjarmasin, Kamis (12/11), sekira pukul 13.00 – 13.30 Wita.

Aksi teatrikal yang dikoordinatori oleh Jurkani ini mengangkat tema ‘Kematian Keadilan Pemilu di Kalsel’.

“Menyikapi putusan Bawaslu Kalsel terhadap laporan-laporan pelanggaran pemilu yang kami ajukan, maka kami mengundang rekan-rekan untuk meliput acara tersebut,” tulis Jurkani melalui siaran pers tertulis yang diterima apahabar.com.

Sebelumnya, sedikitnya terdapat 4 laporan dugaan pelanggaran administrasi paslon BirinMu yang dihentikan oleh Bawaslu Kalsel.

Di mana laporan sendiri dilayangkan oleh sang penantang Denny Indrayana.

“Semuanya dihentikan, karena pleno menyatakan peristiwa yang dilaporkan tidak cukup bukti untuk memenuhi unsur sebagaimana Pasal 71 ayat 3 UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada,” ucap Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kalsel, Azhar Ridhanie kepada apahabar.com, Kamis (12/11) pagi.

Berdasarkan dokumen resmi Bawaslu Kalsel yang diperoleh apahabar.com, terdapat 4 laporan dugaan pelanggaran administrasi yang dihentikan.

Pertama dengan nomor laporan 03/REG/LP/PG/Prov/22.00/XI/2020, laporan kedua 04/REG/LP/PG/Prov/22.00/XI/2020.

Kemudian ketiga dengan nomor laporan 05/REG/LP/PG/Prov/22.00/XI/2020, dan terakhir 06/REG/LP/PG/Prov/22.00/XI/2020.

Dengan keterangan, terhadap pelanggaran administrasi pemilihan, alasan tidak ditindaklanjuti karena laporan yang diberikan tidak memenuhi unsur-unsur pelanggaran pemilihan.

Surat pemberitahuan tentang status laporan itu sendiri ditandatangani langsung oleh Ketua Bawaslu Kalsel, Erna Kasypiah.

Sekedar diketahui, Bawaslu Kalsel juga telah menggugurkan laporan dugaan pelanggaran administratif pemilu bersifat terstruktur, sistematis dan masif (TSM), Selasa (10/11) kemarin.

“Keputusan tersebut diambil melalui sidang pendahuluan,” ucap Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kalsel, Azhar Ridhanie.

Terdapat sejumlah alasan Bawaslu Kalsel menolak laporan dugaan pelanggaran administratif bersifat TSM yang dilayangkan sang penantang Denny Indrayana.

Pertama dari bukti-bukti yang disampaikan pelapor, kata dia, pelapor mendalilkan bahwa 107 bukti itu rentan waktu peristiwanya sebelum penetapan pasangan calon.

Sedangkan proses atau mekanisme penanganan pelanggaran administratif itu waktunya dimulai dari pendaftaran pasangan calon sampai dengan pemungutan dan penghitungan suara.

“Oleh karena itu, laporan yang disampaikan tidak terpenuhi syarat materilnya,” kata Aldo, begitu kerap disapa.

Memang, sambung dia, pelapor menyatakan bukti-bukti itu disesuaikan dengan pasal yang disangkakan, yakni Pasal 71 ayat 3 Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

Menurut Aldo, memang Pasal 71 ayat 3 belied tersebut beririsan dengan penanganan pelanggaran administratif secara TSM.

“Namun Pasal 71 ayat 3 ini kalau melihat trase-nya, rentan waktunya 6 bulan sebelum penetapan sampai ditetapkan calon terpilih,” jelasnya.

Untuk pelanggaran administratif TSM, tambah dia, dimulai pada pendaftaran pasangan calon ke KPU Kalsel sampai pada pemungutan dan penghitungan suara.

“Jadi ini yang menjadi pertimbangan bahwa secara materil tidak terpenuhi. Dan, tak bisa melanjutkan laporan ini pada tahap persidangan pemeriksaan,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Polres Tala Tanam Pohon hingga ke Pantai
apahabar.com

Kalsel

BMKG Prakirakan Kalsel Pagi Berawan, Siang Hujan
apahabar.com

Kalsel

Hujan Mulai Turun, BPBD: Jangan Lengah, Karhutla Masih Mengancam
apahabar.com

Kalsel

Kurangi Volume Sampah Plastik Lewat Perda
apahabar.com

Kalsel

Update Longsor Kotabaru, Korban Selamat Ngungsi ke Atas Kapal
apahabar.com

Kalsel

Heboh Virus Corona, Banjarbaru Lakukan Pencegahan Dini
apahabar.com

Kalsel

Protokol Kesehatan di Kawasan Pasar Banjarmasin Tetap Diperketat
apahabar.com

Kalsel

Gramedia Bakal Buka Toko di Q Mall Banjarbaru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com