Banjar Kebanjiran, Duh Buaya Sungai Tabuk Ditinggal Pemilik Viral Korban Banjir Kalsel Lahiran di Jukung, Nama Anaknya Unik Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel Banjir Kalsel Makan Korban Lagi, Bocah Hilang di Siring Banjarmasin Di Balikpapan, Ayah Ditangkap Gegara Anak Jual Tisu

Rusia-Saudi Belum Sepakati Durasi Pengurangan Produksi Minyak

- Apahabar.com Senin, 30 November 2020 - 09:34 WIB

Rusia-Saudi Belum Sepakati Durasi Pengurangan Produksi Minyak

Arab Saudi dan Rusia, dua negara pemimpin OPEC tak kunjung mencapai kompromi tentang durasi perpanjangan pengurangan produksi minyak. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Arab Saudi dan Rusia, dua negara pemimpin OPEC tak kunjung mencapai kata sepakat tentang durasi perpanjangan pengurangan produksi minyak.

“Belum ada konsensus,” kata salah satu dari empat sumber OPEC+, kepada Reuters dilansir Antara, Senin (30/11).

Praktis, pembicaraan sekarang berfokus pada perpanjangan pemotongan tiga sampai empat bulan. Atau pada peningkatan produksi secara bertahap.

“Ide pemotongan lebih dalam atau perpanjangan enam bulan jauh lebih kecil kemungkinannya,” kata sumber tersebut dalam konsultasi awal bersama menteri utama OPEC, Minggu (29/11) kemarin.

Sementara sumber lainnya mengatakan, “Ada banyak ide berbeda di atas meja … Juga, peningkatan bertahap (dalam produksi).”

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya yang dipimpin oleh Rusia belum menemukan konsensus tentang kebijakan produksi minyak untuk 2021, dan menjelang pertemuan penting pada hari ini dan esok.

OPEC+, sebuah kelompok yang terdiri atas anggota-anggota OPEC ditambah Rusia dan lainnya, dijadwalkan akan mengurangi pengurangan produksi mulai Januari 2021, tetapi gelombang virus corona kedua telah mengurangi permintaan bahan bakar di seluruh dunia.

OPEC+ sekarang sedang mempertimbangkan untuk mengganti pemotongan pasokan yang ada sebesar 7,7 juta barel per hari, atau sekitar delapan persen dari permintaan global, hingga bulan-bulan pertama 2021.

Harga minyak bervariasi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), tetapi membukukan kenaikan mingguan untuk empat pekan berturut-turut menjelang pertemuan OPEC+ awal pekan depan.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari naik 38 sen menjadi 48,18 dolar AS per barel, sedangkan kontrak Februari yang lebih aktif naik 46 sen menjadi 48,25 dolar AS per barel.

Harga minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari berkurang 18 sen menjadi menetap di 45,53 dolar AS per barel.

Brent naik 7,2 persen selama seminggu, sementara WTI naik 8,0 untuk minggu ini. Berita yang menggembirakan tentang vaksin Covid-19 potensial dari AstraZeneca dan lainnya telah mengangkat pasar.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Sempat Turun, Kasus Covid-19 di Arab Saudi Kembali Naik
apahabar.com

Internasional

Ada Masjid Gunakan Teknologi Pengendali Covid-19 di Inggris

Internasional

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan Digoyang Oposisi
apahabar.com

Internasional

1.300 Tahun Terpendam, Fungsi Azimat Kuno Mesir Terkuak
apahabar.com

Internasional

REG-COV2, Obat Eksperimen Covid-19 Dipakai Donald Trump

Internasional

Tim Ilmuwan Memprediksi Mega Tsunami Berpotensi Terjadi di Wilayah Ini
apahabar.com

Internasional

Pilpres AS 2020 Jadi Ajang Judi di Australia, Bandar Bayar Rp 231 Miliar untuk Kemenangan Biden
apahabar.com

Internasional

Pembatasan Dilonggarkan, Kasus Covid-19 India Salip Italia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com