Warga Eks Bioskop Cempaka Geger, Pria Tewas Bersimbah Darah 7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron Positif Sabu, Oknum Anggota DPRD Tala Terancam Dipecat! Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas! Orbawati Buron, Nasdem Tanah Laut Fokus Menangkan BirinMu

Sah Ditandatangani Jokowi, Pasal 6 UU Omnibus Law Cipta Kerja Jadi Sorotan, Ada Apa?

- Apahabar.com Selasa, 3 November 2020 - 11:56 WIB

Sah Ditandatangani Jokowi, Pasal 6 UU Omnibus Law Cipta Kerja Jadi Sorotan, Ada Apa?

Kejanggalan UU Omnibus Law Pasal 6 merujuk ke Pasal 5 yang tak ada isi pasalnya (tangkapan layar twitter @jatamnas)

apahabar.com, JAKARTA – Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja telah ditandatangani Presiden Jokowi, Senin (2/11/2020) dan sah berlaku. Namun, Pasal 6 UU Ciptakerja menjadi sorotan publik di media sosial dan dinilai bermasalah. Ada apa?

Ternyata, netizen ramai menyoroti Pasal 6 UU Cipta Kerja merujuk ke Pasal 5 ayat (1) a, padahal pasal 5 tidak memiliki ayat satupun.

Bahkan ada netizen yang sampai  mempertanyakan apakah Pak Jokowi membaca naskah UU Cipta Kerja tersebut sebelum menandatangani.

BACA JUGA : BREAKING NEWS: Jokowi Teken UU Ciptaker 1.187 Halaman, Nomor 11 Tahun 2020

“UU Ciptaker yang baru saja ditandatangani presiden bermasalah: Pasal 6 merujuk ke Pasal 5 ayat (1) huruf a, padahal pasal 5 tidak memiliki ayat satupun,” tulis @Abaaah
“Pak @jokowi baca gak ya, sebelum tanda tangan?” tulis @jatamnas
“Undang2 cacat…. Prosesnya cacat… Tetap yang mengritisi itu penebar hoax bin SJW. Yang membela sudah disiapkan kursi komisaris. Saya capek… Bye” tulis @NOTASLIMBOY

“Kesalahan akan terpropagasi terlalu jauh dengan pendekatan sapujagat (omnibus). Apalagi bila dibuat dengan, kata Mas Uceng, ugal-ugalan,”
tulis
@agussari

 

UU Cipta Kerja yang telah ditandatangani Jokowi memuat 11 klaster, 15 bab, 186 pasal, dan merevisi 77 undang-undang.

Dilansir dari Antaranews, Presiden Joko Widodo, telah menandatangani UU Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, Senin (2/11/2020)

Dilihat dari laman setneg.go.id, UU No 11 tahun 2020 tersebut ditandatangani pada Senin, 2 November 2020 dengan nomor Lembaran Negara (LN) 245 dan nomor Tambahan Lembar Negara (TLN) 6673.

Total halaman undang-undang tersebut berjumlah 1.187 halaman seperti yang terakhir disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Terdapat total XII bab dalam UU tersebut antara lain peningkatan ekosistem investasi dan kegiatan berusaha; ketenagakerjaan; kemudahan, perlindungan dan pemberdayaan koperasi dan UMKM; kemudahan berusaha; kebijakan fiskal nasional; dukungan riset dan inovasi.

Dalam pertimbangan UU tersebut dinyatakan bahwa UU CIpta Kerja “diharapkan mampu menyerap tenaga kerja Indonesia yang seluas-luasnya di tengah persaingan yang semakin kompetitif dan tuntutan globalisasi ekonomi”.

Editor: elpian ahmad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

PP Muhammadiyah Minta Masyarakat Menerima Hasil Resmi Pemilu 2019
apahabar.com

Nasional

Sukses di New York, Sasirangan Kalsel Bakal Debut di Mercedes-Benz Fashion Week 2020 di Rusia
apahabar.com

Nasional

Polisi Dalami Kaburnya Habib Rizieq dari Rumah Sakit Ummi
apahabar.com

Nasional

Andi Drummer Seventeen Ditemukan Meninggal Dunia
apahabar.com

Nasional

Agenda Pemberantasan Korupsi Jalan di Tempat
apahabar.com

Nasional

Arahan Terbaru Pemindahan Ibu Kota ke Kaltim, Regulasi Jadi Atensi Jokowi
apahabar.com

Nasional

Tangerang Diterjang Banjir, BPBD Fokus Evakuasi Warga
apahabar.com

Nasional

8.000 Orang Diprediksi Hadir pada Misa Natal di Gereja Katedral
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com