Menteri Siti Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel, Bukan Tambang dan Sawit Selain Surat Miskin, Berikut Syarat Pengobatan Gratis Korban Banjir di Banjarmasin Hingga Hari ke-10 Memori CVR Sriwijaya Air Belum Ditemukan UPDATE 264 Rumah di HST Hilang Disapu Banjir, 9 Meninggal BANYU LALU HAJA Tim Paman Birin Mau Polisikan Warga, Peradi-Komnas HAM Pasang Badan

Sektor Pertanian Beri Nilai Positif Gerakan Revolusi Mental 2019

- Apahabar.com Sabtu, 21 November 2020 - 14:04 WIB

Sektor Pertanian Beri Nilai Positif Gerakan Revolusi Mental 2019

Pemkab Banjar menggelar Rakor Pelaksanaan Program Gerakan Revolusi Mental pada Sektor Indonesia Mandiri, di Aula Barakat Martapura, Jumat (20/11) sore. Foto-istimewa.Jumat (20/11) sore. Foto-istimewa

apahabar.com, MARTAPURA – Pemkab Banjar menggelar Rakor Pelaksanaan Program Gerakan Revolusi Mental pada Sektor Indonesia Mandiri, di Aula Barakat Martapura, Jumat (20/11) sore.

Rakor ini menindaklanjuti Gerakan Revolusi Mental yang dimulai sejak 2019 lalu, yang telah terbentuk Gugus Tugas Gerakan Revolusi Mental di seluruh kabupaten/kota di Kalsel, dengan melibatkan hampir seluruh SKPD.

Sekda Banjar H Mokhamad Hilman saat membuka Rakor menjelaskan, sektor pertanian di Kabupaten Banjar memberikan nilai positif dalam gerakan ini selain sektor lainnya.

“Secara umum Gerakan Revolusi Mental mengatur¬†enam poin penting dalam pelaksanaanya, di antaranya memberikan output dan asas keberpihakan dan peningkatan taraf hidup masyarakat,” jelas Hilman.

Selain itu Hilman juga mengingatkan, pada tanggal 26 dan 27 November akan dilaksanakan kegiatan Pemegang Uang Muka Kerja (PUMK). “SKPD harus punya rencana, aksi dan target yang disiapkan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Betang Sakula Budaya, Imelda Melinda mengatakan pihaknya memberikan informasi dan berbagi pengalaman sebagai konsultan pertanian pada berapa tempat yang sudah dikerjakan.

“Dengan tujuan dapat memajukan sektor perkebunan, perikanan, dan pertanian di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah,” katanya.

Yayasan Betang Sakula Budaya diisi oleh beberapa praktisi di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan.

Mereka sudah berpengalaman mengatasi permasalahan pertanian di Pulau Jawa, khususnya lahan yang dekat dengan gunung berapi.

Pada Kegaiatan ini juga dihadiri Kepala Bappedalitbang Galuh Tantri Narindra, Kepala Dinas Perikanan Riza Dhauly, Kepala Disnakbun Dondit Bekti dan beberapa staf dari SKPD terkait.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Banjar

Kabupaten Banjar

Tiga Lembaga Adat Desa di Banjar Terima Hibah Alat Kesenian dan Pakaian Adat
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Pilkades Sudah Dekat, Kapolsek Pastikan Sungai Tabuk Kondusif
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Jika Tidak Disiplin, ODP Covid-19 Bakal Dikarantina di Tempat Khusus
apahabar.com

Bank Kalsel

Dapat Mobil dari Bank Kalsel, Pemkab Banjar Jemput Bola Pelayanan PBB
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Dua Kelompok Binaan PKK Banjar Sabet Dua Piala Tingkat Provinsi
apahabar.com

Kabupaten Banjar

TMMD di Desa Biih Dibuka, Target 30 Hari Selesai
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Bupati Banjar Minta ASN Jadi Contoh Penerapan Protokol Kesehatan
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Rakor UU Cipta Kerja, Mahfud MD Minta Kepala Daerah Beri Pengertian Masyarakat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com